
merekapun pergi kerumah uwa. akhirnya mereka tiba di rumah uwa.
" assalammualaikum... assalammualaikum..." seru ayah.
" wa'alaikumsalam..." jawab uwa sambil membukakan pintu.
" eh Surya sama anak-anak..sini masuk uwa lagi masak ini buat makan malam. sekalian makan malam disini aja ya." ajak uwa pada kami.
" iya mbak." jawab ayah.
" ya sudah uwa lanjutin lagi masak ya takut gosong kalian tunggu saja disini kalo mau nonton tv itu remotnya ada di atas nakas." ucap uwa pada kami.
" iya wa..jawabku pada uwa.
" Nat kak Yuni itu ada di kamar kalo kamu." ucap uwa lagi padaku.
" iya wa.."jawabku lagi.
__ADS_1
uwa pun langsung bergegas pergi ke dapur. aku adikku dan ayah menunggu di ruang tv sambil menonton tv. sudah lama sekali semenjak ibu pergi dari rumah tidak ada lagi kebersamaan seperti ini semua sibuk dengan diri sendiri. aku benar-benar rindu dengan suasana yang hangat seperti dulu saat ini masih ada di sini, kami selalu menghabiskan waktu bersama. rasanya ingin sekali pergi sejauh mungkin atau mati saja biar tidak merasakan ini semua.tapi itu semua tidak mungkin saat ini aku hanya bisa pasrah saja. setelah menunggu beberapa saat akhirnya masakanpun sudah jadi kemudian uwa mengambilnya ke meja makan dan memanggil kami serta kak Yuni.
" ayo-ayo kita makan...Surya,Natasya ,Gilang,Yuni ayo kita makan bareng pasti enak kalo makan rame- rame. jarang-jarang kita seperti ini Sur." ucap uwa pada ayah.
" iya mbak..sekalian nanti setelah makan saya mau ngobrol sama mbak." ucap ayah pada uwa.
" iya Sur...sekarang makan saja dulu." ucap uwa.
kami pun makan dengan sangat nikmat. apalagi masakan uwa selalu membuat nafsu makan ku bertambah. masakan uwa benar-benar lezat. aku dan Gilang sampai nambah. apalagi kak Yuni dia makan sudah seperti orang kelaparan saja.
" enak sekali wa masakannya." ucapku pada uwa.
" iya wa ...makasih ya wa." ucapku pada uwa.
" iyaaa..." jawab uwa sambil tersenyum.
kami benar-benar menikmati sekali makan malam ini. sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan seperti ini. akhirnya makan malam pun selesai.
__ADS_1
" mbak saya mau bicara.." ucap ayah pada uwa.
" iya silahkan Sur.." jawab uwa.
" anak-anak kalian bisa kedepan dulu ayah mau ngobrol dulu sama uwa." ucap ayah pada kami.
" iya ayah...ayo dek kita duduk di depan." ajakku pada Gilang.
". ayo kak..." jawab Gilang.
sepertinya ayah ingin ngobrol serius sama uwa sampai kami gk boleh mendengar. kemudian surya pun memulai obrolannya.
" silahkan Sur mau ngobrol apa?" tanya uwa.
" iya mbak...saya ingin menitipkan anak-anak disini. kalo saya sedang kerja, minta tolong anak-anak untuk di masakan biar nanti saya titip uang belanjanya mbak. soalnya saya kasihan mereka makannya gak keperhatiin meskipun saya kasih mereka uang lebih untuk beli makan tapi tetap saja bukan beli makan malah jajan saja. apalagi si Gilang kata si Natasya dia sering makan dirumah si Ivan. saya merasa prihatin mbak mereka sudah seperti anak-anak terlantar saja. maka dari itu bagai mana kalo saya titip uang belanja pada mbak dan tolong masakin untuk anak-anak." ucap ayah pada uwa.
" ya Allah Sur,,kasihan sekali anak-anak itu. pantesan si Gilang sekarang keliatan kurus, si Natasya juga sama agak kurus. ya sudah mbak masakin buat mereka.lagian sekarang mbak sudah pensiun jadi mbak bisa mengurus mereka..terus rencana mu kedepannya mau gimana? apa kamu tetap mau seperti ini?" tanya uwa pada ayah.
__ADS_1
" tidak tau mbak saya belum terpikir untuk kedepannya, saya belum punya rencana apa- apa untuk kedepannya. biar mengalir begitu saja." jawab Ayah pada uwa.