Periku

Periku
Masa Ospek 8


__ADS_3

"Hai Chindy," balas Fila dan Celly.


"Kalian berangkat bareng ya? Kok nggak ngajak-ngajak aku?" Tanya Chindy cemberut.


Fila dan Celly langsung menggandeng Chindy menyadari teman cantiknya tengah marah. "Ututu malah ya. Ayok masuk!" Ucap Fila yang masih menggandeng Chindy. Dan Chindy langsung ditarik oleh mereka untuk masuk.


Sedangkan Dinda di tinggal sendiri di sini. Bagaimana bisa, hanya karena teman baru. Celly meninggalkan sahabat yang sejak dulu menemaninya. Dia lalu melangkah memasuki halaman kampusnya.


"Bruuk!"


"Aduh!" Ringis Dinda yang tiba-tiba terjatuh. Karena ada sesuatu yang menabraknya. "Ihh! Kenapa semua ninggalin gue sih?!" teriaknya. Apa ini karmanya karena terlalu jutek? Karma yang instan.


"Dek, kamu nggakpapa?" tanya seseorang yang berada di belakang Dinda duduk. Dinda langsung bangkit dan memutar tubuhnya agar dapat melihat wajah seseorang itu. "Nggakpapa?" tanyanya lagi.


Apa sekarang Dinda harus mengakui. Jika istilah cinta pandang pertama itu tidak salah. Entah sampai kapan ia mogok jatuh cinta. Tapi kemogokannya sekarang sudah tercancelkan oleh segenap kejutekan yang membelenggu di hati.


Nada memegang pundak Dinda. "Kamu nggakpapa?"


Dinda menepis tangan Nada. "Gue nggakpapa!" Ketus Dinda lalu berlalu pergi meninggalkan Nada. Nada mengernyitkan alis.


****


"Loh, kok lo baru nyampe Din?" Tanya Celly yang melihat sahabatnya sudah duduk di sebelahnya.


Dinda hanya memutar bola mata malas.


"Din, maaf ya. Tadi kita ninggalin kamu. Karna kita kira kamu juga ikut tadi," ucap Fila.


Dinda hanya menatapnya sekilas. Entahlah, tatapannya selalu jutek.


"Lagi dan lagi kalian harus jalanin tugas. Karna ini hari terakhir masa ospek, jadi jamnya akan lama."


"Tapi kak ...."


"Di sini nggak ada yang boleh protes," jelas Aciel lagi.


****


"Tugasnya udah selesai kan? Sekarang tinggal permainan pertama. Yaitu 'siapa dia' Maksudnya permainan siapa dia adalah peserta harus memperkenalkan dirinya. Misalkan nama saya Aciel, hobi main basket. Terus lanjut. Ucap Aciel lalu mempersilahkan Iis untuk melanjutkan.

__ADS_1


"Teman saya Aciel, hobi main basket. Saya Iis, hobi baca buku." Ucap Iis melanjutkan seraya menyuruh Siska yang berada di sebelahnya untuk melanjutkan.


Sedangkan Siska bingung sendiri harus berbuat apa. Karena ia sedari tadi hanya bergelayutan manja di lengan Nada. Dan hanya memikirkan Nada, Nada dan Nada.


"Apaan?" tanya Siska.


"Nah itu. Permainannya kayak gitu ya. Perkenalkan diri temen yang pertama dulu, abis itu kedua. Dah itu tinggal kita sendiri," jelas Bian. Bian juga malas melihat tingkah laku Siska yang lelet. "Kalo misalkan pelupa tuh kayak kak Siska. Tanya sama temen yang dilupain, ya. Ya udah di sini kayaknya udah pada paham. Jadi mulai aja." Titahnya lalu mereka mulai mengatur para maba supaya membentuk lingkaran. Dengan berdiri.


"Ok, siap? Dimulai dari kamu ndut." Titah Aciel yang menunjuk Bom-bom.


"Nama gue. Eh, nama saya Bom-bom, hobi main kelereng," ucapnya berbelit.


"Eh, Bom. Hobi lo main kelereng juga. Kapan-kapan kita main kelereng bareng Bom." Girang Adam yang ternyata memiliki hobi yang sama sepertinya.


"Lo juga suka main kelereng. Atur jadwal bro," titah Bom-bom.


"Siap. Nanti gue aturin." Jawab Adam mengacungkan jempol.


"Eish, eish, eish. Malah ngobrol. Lanjutin." Celetuk Bian yang melihat garang mereka berdua.


Adam mengecap rasa pahit di lidahnya. "Teman saya Bom-bom, hobi main kelereng, Nama saya Adam, hobi main kelereng," ucap Adam.


"Teman saya Bom-bom, hobi main kelereng. Teman saya Adam, hobi main kelereng, saya Fila, hobi ...."


"Woy, mana ada hobi nyabutin rumput! Lo nggak usah sok akrab deh. Penghianat dijadiin temen, NGGAK GUNA," balas Adam yang masih dikerubungi kejengkelan di dalam hatinya.


Dion hanya bisa diam. Dan menatap Fila nanar.


"Hobi saya menanam bunga," jawab Fila.


"Selanjutnya," titah Iis.


"Selanjutnya!" ucap Siska tegas. Tumben. "Woy! Lo nggak denger?" teriak Siska kembali.


"Yon." Cakra menepuk pundak Dion melihat Dion hanya diam. Dion menghela nafas. "Lo nggakpapa kan?" Dion hanya mengangguk.


"Ayo lanjutin." Titah Nada yang membuat Dion mengiyakannya.


"Teman saya Adam, hobi main kelereng. Teman saya Fila, hobi ... emm." Dion bingung sendiri karena sedari tadi dia terus melamun.

__ADS_1


"Kalo nggak inget tanya sama temennya," ucap Iis.


"Nama kamu siapa? Dan hobi kamu apa?" Tanya Dion menghadap Fila yang berada di sebelahnya.


"Nama saya Fila, hobi masak." Jawab Fila tanpa menatap Dion.


Dion tersenyum tipis. Lalu permainan pun dilanjutkan sampai semua maba terbagi giliran.


****


Sekarang para maba berkumpul. Setelah menyelesaikan seluruh permainan yang diperintahkan senior.


Para senior terlihat sedang berdiskusi. "Karna adanya acara nanti malem, semua boleh pulang dulu," ucap Bian memberi pengumuman. Setelah mendiskusikannya bersama beberapa senior.


Dan membuat para maba langsung bersorak sorai.


"Tapi inget, nanti malem ke sini lagi ya. Soalnya kan nanti malem ada acara malam keakraban. Jadi jangan sampe ada yang nggak dateng," ucap Aciel kembali memperingatkan. Para maba langsung serempak mengiyakannya.


****


"Fil, Dion tuh ada masalah apa sih sama kamu?" tanya Lusi yang melihat Fila sedang memoles wajahnya dengan make up.


Fila hanya diam. Malas sekali jika harus membahas orang yang sudah membuatnya menangis.


Fila menghela nafas. "Udahlah, biarin aja. Besok aku bakal cari kerja." Fila mengambil lipbalm lalu mengoleskan sedikit di bibirnya.


"Lah ngapain?" tanya Lusi.


"Aku mau bayar utang. Kan kemaren aku udah ngrusakin motornya dia," ucap Fila.


"Aku ikut." Fila sudah tau jika Lusi akan mengekorinya. Fila menyelipkan jepit rambut untuk merapihkan anak rambutnya.


"Udah ayo berangkat." Ajak Fila yang sudah berdiri. Siap untuk menemui Nada. Eh, ke kampus.


Lusi langsung terbang keluar.


"Eh, mau ke mana?" Tanya Fila menghentikan terbang Lusi.


"Mau berangkatlah," jawab Lusi malas.

__ADS_1


Fila menghampiri Lusi yang sudah keluar lebi dulu. "Kita ngilang aja yuk. Kayak dulu. Soalnya aku kan nggak punya uang, tabunganku udah abis," ucapnya memelas.


Bersambung...


__ADS_2