
Sekarang giliran para maba yang bermain. Pertama kelompok Fila. Barisan paling depan dari Adam, Fila, Celly, Dinda dan Bom-bom. Iis memberikan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu pada Bom-bom. Lalu Bom-bom menepuk pundak Dinda yang ada di depannya.
Lalu Bom-bom mempraktikan yang tertulis di sana. Seperti memegang sesuatu. Lalu melahapnya. Pindah ke Celly, Fila dan sekarang Adam.
Waktunya Adam menebak. "Memakan burger."
Satu jawaban benar. Beberapa kali kelompok Fila menjawab dengan benar. Sekarang giliran kelompok selanjutnya menebak. Mereka berusaha menyaingi kelompok Fila. Tapi tak juga tersaingi.
"Kepedesan," jawab cowok itu.
"Ck. Masa iya itu kepedesan. Aku aja yang jawab ya kak," ucap cewek itu kepada kakak seniornya.
"Gak boleh. Kan udah dijawab tadi sama temennya," jawab Iis.
"Plak." Cewek itu menabok pundak cowok di depannya. "Seharusnya tuh tadi memotong bawang," ucap cewek itu kembali memarahi.
"Mana gue tau," ucap cowok itu bodo amat.
Kelompok itu hanya memperoleh poin 15.
Kelompok lain berganti giliran untuk bermain. Saat sedang asyik-asyiknya Fila melihat. Ada seseorang yang duduk di samping Fila. Mata Fila refleks mengarahkan pandangannya ke sesuatu itu.
"Lo nggak papa kan?" Tanya cowok itu tanpa melihat Fila. Dan langsung membuyarkan pikiran Fila yang sedari tadi terus memperhatikannya.
"Aku nggakpapa." Cowok itu mengangguk memperhatikan Fila. "Ehmm. Aku minta maaf ya. Gara-gara aku motor kamu jadi ancur," ucap Fila merasa bersalah.
Cowok itu menghela nafas samar. "Nggakpapa. Seharusnya gue yang minta maaf karna udah bentak-bentak lo." Cowok itu menatap Fila. Lalu bergegas memalingkan wajahnya. Menyadari bagian wajahnya yang panas.
"Nama kamu siapa?" tanya Fila lembut.
"Na-nama gue Dion!" Entah angin darimana Dion langsung berdiri dan pergi meninggalkan Fila dengan rasa bingungnya.
Fila mengernyit tak paham atas perilakunya.
"Dia kenapa sih Lus?" tanya Fila. Tapi yang ditanya sekarang entah kemana. Fila menghela nafas.
"Fila!" Orang itu langsung memeluk Fila saat menyadari ada sahabatnya. Fila juga membalas pelukannya. Chindy melepas pelukannya. Fila tersenyum melihat Chindy juga tersenyum. "Maaf ya kemaren aku berangkat duluan, Soalnya aku disuruh mama buat berangkat bareng mereka," jelas Chindy.
Fila menghela nafas lalu tersenyum. "Iya nggakpapa kok. Oh ya kamu kuliah di sini juga?" tanya Fila.
"Iya. Kan aku mau bareng kamu kuliahnya?" Ucap Chindy tersenyum.
"Ini siap Fil?" tanya Celly yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
"Ini Chindy. Chindy ini Celly," ucap Fila memperkenalkan.
__ADS_1
"Chindy."
"Celly." Ucapnya melepas jabatannya yang tadi saling bertautan.
Chindy juga berjabatan dan berkenalan dengan teman-teman Fila yang baru.
"Neng," panggil Bom-bom kepada Chindy. Chindy langsung menoleh. "Neng nggak capek apa?" tanya Bom-bom.
Chindy mengernyit. "Capek?" Chindy menggeleng. Sedangkan teman-temannya sudah tau kelakuan Bom-bom.
"Iya. Karena dari tadi neng terus lari-lari di pikiran abang," ucapnya dengan cengiran lebarnya.
"Ciaaaaaakkk!" sorakan mereka yang mendengar kecuali yang digombali.
"Lagi Bom. Kurang tuh kayaknya." Ucap Adam tergelak.
Chindy hanya tersenyum. "Fil, aku ke sana dulu ya." Ucap Chindy yang sudah berdiri.
"Loh mau kemana? Baru aja ketemu," ucap Fila mencegah.
Itu nyamperin kelompok aku kan mau main." Chindy menunjuk sekumpulan orang yang sedang berdiri.
"Oh." Fila mengangguk. Chindy langsung pergi dan bergabung di antara mereka.
"Yah dia pergi. Gara-gara lo tuh. Disuruh lagi malah diem-diem bae." Ucap Adam seraya mengeplak tangan gembul Bom-bom.
"Fil," panggil Lusi setelah lama menghilang.
"Darimana aja kamu?" Tanya Fila berbisik seraya menundukkan kepalanya agar dekat dengan Lusi.
"Jalanin tugas," jawabnya santai.
"Tugas apa? Perasaan kamu nggak sekolah," ucapnya masib berbisik.
"Tugas peri." Ucapnya yang sudah duduk di tas Fila.
"Tugas peri? Apaan tugas peri?" tanya Fila penasaran.
"Kepo," jawab Lusi songong.
"Heuh kamu. Kepo itu menambah wawasan tau," ucap Fila membantah.
"Jadi tugas peri itu ...," ucap Lusi terpotong.
"Usah nanti aja di rumah,"cegah Fila. Melihat seniornya sudah ada di depan mereka.
__ADS_1
"Pemenangnya kelompok pertama ya. Yaitu Adam, Fila, Celly, Dinda sama Bom-bom. Gak ada hadiah," ucap Bian tegas di akhir kalimat.
"Yah. Masa nggak ada hadiah kak," rengek Bom-bom dengan muka memelasnya.
"Nggak. Nggak ada," ucap Bian kembali mempertegas.
"Traktir bakso satu orang seporsi lah kak," pinta Bom-bom. Bian langsung menggeleng. "Es cendol deh," tawar Bom-bom.
"Enggak."
"Atau nggak permen, permen lah," tawar Bom-bom lagi. Jawaban Bian tetap menggeleng.
"Udah Bom, nyerah," ucap Dinda cuek.
"Udah Yan jangan pelit." Ucap Iis menepuk pundak Bian. "Tenang aja ya, nanti bakal ditraktir kok sama kak Bian. Ya kan kak?" tanya Iis memastikan.
"Iya ...," ucap Bian menyerah. Melihat Iis menunggu jawabannya. Iis tersenyum membalasnya.
"Hmmm ... iyalah yang disuruh pacar langsung mau," ucap Aciel menyindir.
"Hmm iya. Tapi nanti abis pulang kuliah," ucap Bian.
"Yes! Akhirnya," seru Bom-bom senang.
"Akhirnya nggak sia-sia usaha lo Bom." Girang Adam menepuk-nepuk bahu Bom-bom.
"Hmm seneng juga kan lo," ucap Bom-bom. Adam hanya membalas dengan kekehan.
"Ok. Karena gamenya udah selesai. Jadi kalian boleh istirahat selama lima menit ya," ucap Nada memberi perintah.
Semua langsung membuka tas karunganya yang berisi makanan dan minuman yang mereka bawa. Semua bersiap-siap untuk mengonsumsi makanan dan minuman mereka. Tapi urung setelah para senior menyuruh mereka untuk diam. Dan para senior akan memeriksa hidangan yang merka bawa.
"Bom, lo kere banget Bom. Masa tas lo karung gitu," ejek Adam pada Bom-bom.
Bom-bom melirik tasnya lalu berpindah ke tas Adam. "Yee! Lo juga karung kali. Mau lo gue karungin?"
"Weitss. Sadis banget lo." Ucapnya seraya melindungi dirinya dengan tangan karena Bom-bom sudah bersiap untuk mengarunginya.
"Mana makananmu?" Tanya kak Bian pada Celly.
"Ini kak." Sedangkan dua bocah beda badan itu masih saja mengurusi soal karung. Tentu semua siapa yang akan kalah nantinya.
"Dek, kamu nggak bawa minumnya." Tanya Iis kepada Fila yang ikut memeriksa.
"Bawa kok kak." Jawabnya seraya mengeluarkan tiga botol minuman yang ditempel angka '2,3, dan 5'.
__ADS_1
Bersambung...