
Setelah beberapa bulan mereka menjalani usaha sendiri pendapatan mereka makin menurun bahkan hanya 1 yang terjual
" pendapatan kita makin hari makin menurun sekali " mereka bertiga berkumpul mengitari meja sesekali berpikir bagaimana agar omsetnya naik
" jadi kita harus bagaimana kar? " tanya Andini kepada si bungsu sebab otaknya lagi gak jalan Karna memikirkan ini semua membuat kepalanya pusing dan buntu
" kita harus ganti tempat lagi dan jualan kita juga harus ganti " begitulah yang ada di pikiran Kartika
" tapi jika kita ganti tempat bagaimana dengan tempat di sini kan sayang masa kontraknya belum habis " Maya setuju dengan pendapat Andini sebab uang sewa kontrak tidaklah sedikit
Kartika berpikir untuk kesekian kalinya dia pun juga setuju dengan kakak tertuanya mereka tidak mengeluarkan uang sedikit untuk penjualan dan sewa tempat
" kalo gitu bagaimana kalo kita ganti menu sekalian habiskan tanggal sewa bagaimana menurut kalian berdua? " Kartika menanyakan kepada kedua kakaknya yang sedang bingung
__ADS_1
" memang kita mau ganti menu apa? " Maya pun mengeluarkan yang ada di pikirannya " kita akan ganti menu jadi jualan pentol mercon bagaimana " Andini dan Maya hanya saling tatapan seakan ada kuis tanya menjawab
" dari seblak ke pentol mercon apakah itu nyambung kar? " Andini bertanya Kartika yang sedang menunggu jawaban dari mereka " hmm.....aku juga gak tau tapi kita coba aja dulu " Kartika tampak sedang menyakinkan mereka berdua
" baiklah kalo gitu kita ganti menu saja " akhirnya Andini pun memutuskan jawabannya dan dia setuju dengan pendapat Kartika sungguh ngampang sekali bukan untuk menghasut Andini
Maya tidak banyak berbicara walaupun dia kurang setuju tapi Maya tidak bisa membantah keputusan Andini sebab ini demi usaha mereka
...****************...
Andini dan Kartika telah selesai belanja dan langsung menuju ke tempat jualan sekaligus memasak di sana
" mbak Andini sudah telepon mbak Maya belum? " sejak dari pagi hanya mereka berdua yang sibuk mondar mandir seperti setrikaan
__ADS_1
" sudah tapi katanya dia gak bisa kesini karna dia sedang jaga adeknya " Kartika langsung kesal setelah mendengar jawaban Andini
" dari awal kita berdua yang sibuk kesana kesini sedangkan dia hanya sibuk dengan alasan lain " Kartika mengomel sambil mengulek sambal dia merasa maya gak serius dengan usaha mereka
" jangan begitu kar Maya juga punya kesibukan lain kan kamu tau sendiri Maya anak pertama dan adeknya masih kecil semua " Andini memberi pengertian kepada Kartika yang emosinya lagi tak stabil
" tapi dia hanya akan datang setelah semuanya selesai " Kartika tampak tak menyerah dengan jawaban yang dia berikan kepada Andini
" sudah yang penting kita harus menjaga usaha ini dengan baik kar ingat cuma kita berdua yang waktunya free " seketika mendengar jawaban dari Andini,Kartika hanya terdiam dia memikirkan kembali dan dia juga setuju Maya anak pertama dari 5 saudara dan hanya dia yang bisa jaga adeknya di saat orang tuanya sibuk kerja
Kartika menghela napas untuk kesekian kalinya dan memilih fokus mengerjakan tugasnya di dapur Kartika tidak ingin membuat moodnya rusak dan menjadi berantakan
Setelah insiden kecil itu mereka berdua memilih diam dan fokus kepada tugas masing - masing
__ADS_1