Perjalanan Andini

Perjalanan Andini
EPISODE 17


__ADS_3

Ketika sampai di rumah Kartika mereka langsung memapah andini yang tampak lemas ibu Kartika ikut membantu dan terlihat sangat khawatir


" mbak Andini tunggu di kamar sebentar ya " setelah mendudukkan Andini di kamar,Kartika langsung pergi ke dapur untuk membuat susu hangat


" ini mumpung masih hangat minumlah agar perut mbak Andini bisa enak " Kartika langsung menyodorkan gelas yang berisi susu


Maya tampak khawatir " maafkan aku andai aku bisa membujuk Jay untuk membawa meja pasti kamu tidak begini " Maya menundukkan kepalanya Karna merasa bersalah


Andini sangat lemas sehingga tidak bisa membalas perkataan Maya " sudah lebih baik mbak Andini nginap di sini aja besok baru pulang " Andini menggelengkan kepalanya


" benar yang di katakan Kartika lebih baik kamu nginap di sini lagi pula kamu juga tidak membawa motor bukan " Maya ikut membujuk Kartika sebab Andini tidak terbiasa menginap dia lebih nyaman tidur di kamarnya sendiri


Setelah Andini berpikir sejenak ada betulnya perkataan mereka sehingga Andini menyerah dan memilih merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk

__ADS_1


" kalau begitu aku pulang duluan dengan Jay Andini kamu tidur yang nyenyak ya nanti biar aku yang izinkan ke ibumu " Andini hanya mengangkat tangannya dan memberi jempol kepada Maya saat ini dia hanya ingin tidur


...****************...


Pada tengah malam Kartika belum tidur dia terus terjaga hanya memastikan Andini baik - baik saja sungguh perhatian sekali


Tiba - tiba tubuh Andini mengigil kedinginan padahal dia sudah memakai selimut agar tubuhnya tetap hangat


Kartika yang melihat itu langsung mendobel selimut tetapi tubuh Andini masih mengigil dan pada akhirnya Kartika langsung memeluk tubuh mungil Andini


...****************...


Ke esokan harinya Andini pulang ke rumah dengan wajah yang masih mengantuk " aku pulang " di saat kaki memasuki rumah Andini langsung di cercah pertanyaan " kenapa nginap katanya gak nginap " ibu Andini lagi duduk santai sambil minum kopi favoritnya

__ADS_1


" aku gak bisa bawa motor lagian juga udah malam banget bu " Andini memilih berbohong dia tidak ingin membuat ibunya khawatir


" kamu tau sendiri kan bagaimana ayahmu ke kamu kalo tidak ada di rumah bukan kamu yang di marahin tapi ibu yang di marahin " ayah Andini sangat posesif hal - hal kecil pun sangat di perhatiin sehingga membuat saudara Andini yang lain jadi iri


Tapi mereka tak pernah berkecil hati mereka tau bahwa orang tua mereka sangat menyayangi anak - anaknya tanpa di beda - bedakan dengan yang lain


" iya, aku gak nginap lagi Bu " seusai perdebatan kecil antara ibu dan anak Andini langsung masuk ke kamar dan kembali tidur


" kak Andini bangun " sudah 5 menit Tina mencoba membangunkan kakaknya setelah hampir putus asa mata Andini perlahan terbuka


" ada apa Tina aku ngantuk " Tina hanya menghela napas kadang dia tak habis pikir kenapa bisa punya kakak tukang tidur


" makan dulu kak " Tina kembali mengguncang tubuhnya Andini " nanti aja aku gak lapar tapi ngantuk " Tina pun menyerah

__ADS_1


" masih belum bangun juga " ketika melihat sang anak bontot jalan sendiri " sudah biarkan aja dulu dia tidur " sang ayah pun membela anak tersayangnya itu


" bela aja terus anakmu itu " terkadang ibu Andini berfikir kenapa dia harus punya anak tukang tidur


__ADS_2