Perjalanan Andini

Perjalanan Andini
EPISODE 3


__ADS_3

Sekarang di kedai bertambah 1 karyawan Novi sangat kerepotan jika sendiri mereka berempat pun jadi akrab dengan sendirinya walau tetap masih ada jarak


Tak terasa Maya dan Andini semakin akrab seperti perangko mereka menghabiskan waktu berdua dan sukses membuat Novi kesal " hey apa sekarang kalian melupakanku " mereka berdua pun hanya cengo melihat Novi


" tidak dong sayang aku tidak melupakanmu kamu selalu ada di hatiku " Novi hanya merinding mendengar jawaban dari Andini sungguh berbahaya " idih...geli aku dengar kata - katamu Din " mereka semua pun tertawa mendengar jawaban dari Novi " oiya apa kalian tau mbak dona mau berhenti kerja "


Seketika mereka mendadak berhenti dan saling memandang gak percaya setau mereka mbak dona gak pernah cerita tentang resign kepada mereka


" yang benar nov emang kenapa berhenti padahal kita sudah dekat " Andini menjadi sedih begitupun dengan Maya " aku juga tidak tau katanya dia mau pergi ke Bali dan gak kembali lagi kesini " Novi pun juga menjadi sedih karena mbak dona satu shift dengan Novi

__ADS_1


Tiba - tiba di saat mereka semua berkumpul mbak dona datang menghampiri mereka " Hay guys tumben kalian semua pada ngumpul " mereka pun memandang mbak dona tanpa kata satu pun membuat mbak dona kebingungan " hey kalian kenapa mendadak menjadi bisu begini? "


" mbak dona beneran mau berhenti dari sini? " kata - kata itu sukses membuat mbak dona terdiam sambil menunduk " iya benar aku sudah bilang kepada bos bahwa hari ini aku resign aku ingin berpamitan dengan kalian " DEG ! mereka merasakan sakit di dada mendengar penuturan mbak dona kenangan bersama tiba - tiba terlintas di otak mereka


" maaf aku baru memberitahu kalian sungguh ini berat bagiku untuk kasi tau kalian " Andini hanya bisa berkaca kaca sambil mematung Novi dan Maya hanya bisa memeluk mbak dona sambil menahan tangis


Sedangkan Andini belum bergerak sama sekali bagaimana tidak merekalah yang membuat Andini merasa ada teman untuk berbagi,tertawa dan makan sepiring rame - rame kenangan itu terus terlintas di otak Andini


Mbak dona menyentuh tangan kecil Andini " Andini maafkan mbak dona ya sungguh ini sangat mendadak mbak dona benar - benar harus pergi Karna sesuatu " mbak dona menatap Andini yang sama sekali tidak bergeming di tempatnya yahh Andini tau sesuatu sedang terjadi kepada mbak dona selama ini mbak dona hanya cerita kepada Andini tentang rumah tangga yang di ambang kehancuran

__ADS_1


" iya mbak dona pergilah aku tidak akan menahanmu tapi tolong jaga diri baik - baik jangan lupa makan dan sehat terus " itulah pesan Andini kepada mbak dona untuk terakhir sebelum mereka last kontak


Tidak ada yang tau bagaimana keberadaan mbak dona setelah kepergiannya nomor tersebut menjadi tidak aktif lagi Andini pun memikirkan mbak dona yang tiba - tiba menghilang seperti di telan bumi


Tapi Andini hanya bisa berdo'a agar tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada mbak dona Maya dan Novi hanya bisa menghela napas melihat temannya menjadi pendiam


...****************...


Sudah beberapa bulan akhirnya Andini kembali seperti biasa di depan teman - temannya dan itu membuat Novi dan Maya lega melihatnya

__ADS_1


" kalian tau gak kita di bikinkan grup chat sama bos " Novi mengalihkan perhatian Andini dan Maya " haaa serius tapi untuk apa? " Maya dan Novi menepuk jidat masing - masing " astaga Andini tentu saja untuk komunikasi dengan cabang yang lain bukankah bos baru buka cabang sekaligus 2 " Novi mendadak menjadi kesal karena otak loading Andini bagaimana bisa dia kerja tapi gak tau soal cabang yang lain


__ADS_2