
Setelah memikirkan semua perkataan Kartika tadi siang Andini sempat ragu dia nyakin orang tuanya pasti tidak akan mengizinkan Andini pergi tapi tawaran gaji sangat menggiurkan bagi Andini
" bagaimana ini apa aku ikut atau tidak " Andini hanya bisa berdialog pada dirinya sendiri dia masih belum nyakin akan keputusannya sendiri dia masih menimang nimang tawaran itu
" bagaimana mbak Andini mau ikut aku gak lumayan gajinya tinggi " Kartika gak ngampang nyerah untuk menghasut Andini yang pertahanannya hanya setipis kerupuk " tapi kerjanya beneran gak aku takut nanti kita di tipu lagi kar " otak Andini sangat jauh berpikir " gak koq mbak ini nyata aku sudah pernah ke sana "
Malam ini Andini ingin minta pendapat kepada kedua orang tuanya dia hanya bolak balik seperti setrika panas " Andini,kamu ngapain bolak balik " seketika suara ibu Andini menginterupsi dirinya " ah...gak koq Bu lagi nyari barang hehe " ibunya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan random anaknya itu
__ADS_1
Setelah Andini melihat situasi lagi aman dia pun menghampiri kedua orang tuanya yang sedang asyik nonton drama yang bagi dirinya itu sangat membosankan
" mmmm...ibu ayah " seketika kedua orang tuanya langsung menengok ke arah anaknya itu " iya, ada apa manggil " ibunya hanya melihat Andini yang sedang menunduk " aku ingin bicara sesuatu " 3 kalimat sukses membuat keheningan
" aku mau minta izin kerja di luar negeri boleh? " yapss alhasil kedua orang tuanya kaget " untuk apa kerja di luar negeri gak usah aneh - aneh " ayah Andini langsung menyambar ketika mendengar penuturan anak yang di sayangnya itu
Setelah berperang dengan dirinya Andini pergi ke rumah sahabat lamanya " hayy sayang lagi ngapain " begitulah Andini dengan sahabatnya dia sudah menganggap seperti saudara sendiri bahkan sifatnya sama cuma perbedaannya adalah Juwita sifat yang keras sedangkan Andini sifat yang lembut begitu yang keluarganya Juwita menilai
__ADS_1
" lagi santai lama sekali baru main ke rumah " Juwita terlihat kesal yang biasanya berkunjung hampir tiap hari sekarang sudah sangat jarang " hehe maafkan aku ya sayang kan aku kerja " jika di dekat Juwita Andini terlihat seperti seorang adik padahal tetap Andini yang lebih tua mereka hanya beda 1 bulan tetapi sifat mereka beda yang satu kekanakan yang satunya kedewasaan
" alah palingan juga sudah lupain aku kan sudah dapat teman baru " Andini gemas melihat Juwita " hahaha tentu saja tidak hanya kamu yang ada di hatiku " rayuan yang membuat Juwita luluh "oiya juw,aku mau ngomong sesuatu " yang tadinya suasana kocak berubah jadi serius
" mau ngomong apa? " Juwita yang orangnya kepoan langsung merubah posisi duduk menghadap ke Andini " aku mau kerja di luar negeri " DEGGG seperti tesambar petir Juwita mematung beberapa detik " apa kamu nyakin jika kamu kerja jauh bagaimana nasibmu nanti apa lagi sendirian " Juwita sangat mengkhawatirkan sahabat bodohnya itu
" aku tidak sendiri tapi nanti berangkat sama Kartika dia yang paling tau tempatnya " mereka saling memandang satu sama lain tiba - tiba Juwita menghela napas berat " pikirkan kembali secara matang " setelah itu Juwita berdiri meninggalkan Andini yang menunduk
__ADS_1