
Sejak kepulangan Maya yang tiba - tiba itu,Maya sangat jarang kelihatan bahkan kadang bertanya dengan Andini lewat chat
" bagaimana hari ini Din " chat Maya " sama ajaay gak ada perubahan " balas Andini bahkan Andini mulai malas untuk jualan semangatnya sudah tidak ada lagi
Tapi Andini bertahan selama sebulan jika tak ada perubahan maka Andini harus gulung tikar dan mencari pekerjaan lain untuk menabung biaya
...****************...
Sebulan berlalu dan pada akhirnya Andini dan Kartika gulung tikar semua modal sudah tidak tersisa lagi dan bahkan Andini selalu di tegur oleh orang tuanya
" makanya sebelum buka usaha tuh di pikir matang - matang " oceh ibu Andini kepada anaknya
" namanya juga usaha Bu " Andini gak mau kalah " sekarang mau ngapain, di sini aja kamu begini apalagi nanti kalo kerja di luar negeri " ibu Andini mulai meragukan kemampuan anaknya
__ADS_1
" gak lah Bu,aku pasti kerja yang sungguh - sungguh lagipula aku cari uang bukan untuk diriku tapi untuk keluarga juga " Andini tidak ingin ibunya berubah pikiran Karna kelakuannya
Andini pun pergi ke rumah sahabatnya Juwita untuk melepas semua beban yang ada di pundaknya " hai mana keponakanku " Andini langsung mencari ponakan tersayangnya dia sudah menganggap Juwita sebagai saudaranya begitupun juga Juwita
" sudah lama gak main ke rumah " sapa Juwita ketika melihat Andini baru masuk " iya sibuk jualan tapi gulung tikar hahahaha " Andini ketawa seperti tidak ada beban
" lagian kamu juga terburu - buru Untuk berhenti sih " Juwita menasehati sahabat tersayangnya Juwita tidak ingin melihat sahabatnya susah
" yaahhh,mau bagaimana lagi aku hanya ingin mengumpulkan biaya sebelum berangkat " setelah Andini mengucapkan kata - kata itu Juwita mencoba mengalihkan pembicaraan
Semua bahan sudah siap Andini pun langsung membaca petunjuk agar tidak salah bikin " hmm,,kira - kira segini gak ya tepungnya " Andini mencoba mengukur tepung yang di masukkan " itu tidak kebanyakan " Juwita seperti mandor yang hanya menonton
" sepertinya tidak deh " sambil menggaruk kepala yang tidak gatal Andini fokus lagi dan pada akhirnya sampai ke tahap merebus dan hasilnya DDUUAARRR
__ADS_1
Tak sesuai ekspetasi topokki yang harusnya mengembang malah hancur di dalam panci " hahahaha ini mah namanya bubur tepung " Juwita tak tahan untuk tidak ketawa melihat hasil masakan sahabatnya
" sepertinya gagal hehehe " Andini hanya nyengir melihat hasilnya " sudah aku duga pasti gagal hahaha " akhirnya mereka berdua tertawa bersama
Andini sibuk bermain dengan Reno anak Juwita yang baru menginjak 8 bulan " Reno nanti mau ikut bunda gak ke India temani bunda di sana " Reno hanya melihat sambil tersenyum Andini pun semakin gemas melihat Reno
Tak terasa sudah gelap Andini pun pamit pulang hari ini dia merasakan seperti tidak ada beban sama sekali melepas semua begitu saja itulah ajaibnya Juwita
" hati - hati di jalan kabarin jika sudah sampai " Juwita memberi pesan kepada Andini " keoo " Andini langsung pergi dengan motornya
Begitu sampai rumah Andini langsung masuk ke dalam rumah " dari mana seharian " ibu Andini langsung bertanya kepada anaknya
" habis dari rumah Juwita Bu " ibu Andini tidak bertanya lagi hanya Juwita yang bisa di percaya dengan ibu Andini
__ADS_1
" kakak " panggil Tina ketika melihat Andini rebahan " ada apa Tina? " jawab Andini sambil melihat layar telepon " kakak mau aku masakin mie gak? " begitu mendengar mie tanpa ragu Andini langsung bangkit dan menganggukkan kepala