
Beberapa hari Andini dan Kartika mencari tempat untuk jualan akhirnya mereka menetapkan di tempat biasa jauh dari kata ruko
Hanya bermodalkan gerobak kecil dan terpal agar terlindung dari hujan dan panas Kartika di tawarin tempat untuk jualan oleh bapaknya
Karna tidak ingin berlama - lama nganggur Kartika pun langsung menyetujui dan membuat Andini setuju apapun caranya
" kamu nyakin di sini tempatnya " setelah Andini melihatnya dia sempat agak risih " iya lumayan kita tidak mengeluarkan uang sewa " Kartika sangat semangat sekali
"oiya di mana Maya?? " sudah beberapa hari Kartika tidak melihat Maya " ada di rumah jaga adeknya " Andini menjawab dengan santai
" gak bisa kah dia ke sini untuk bantu - bantu " - Kartika
" motornya juga di pake kar " Andini memberi pengertian kepada Kartika yang mulai badmood " sudahlah mending kita jualan sekarang siapin aja bahan untuk di jual "
Andini berhasil mengalihkan otaknya Kartika saat itu juga dia langsung bergegas memasak
" oke semuanya sudah siap tinggal tunggu pelanggan " mereka berdua mundur beberapa langkah agar tidak kepanasan untungnya tempat mereka jualan adalah ruko yang kosong
__ADS_1
Walau mereka di izinkan untuk meminjam halaman depan ruko tak membuat mereka malu yang terpenting mereka bisa jualan kembali
...****************...
Sudah hampir siang hari tapi belum ada juga yang beli Kartika langsung menelpon teman - temannya " halo,kalian kesini beli jualanku di jamin MANTUL " soal berbicara Kartika tidak usah di ragukan lagi dia sangat pandai berbicara
Berbeda dengan Andini yang bingung dan tidak tau cara promosi seusai menelpon temannya tiba - tiba ada 1 motor yang tepat berhenti di depan jualan mereka
" hey Kartika kamu pindah kesini jualannya " sapa teman Kartika " iya jadi dekat kalo kalian mau beli " Kartika tampak asyik mengobrol sambil meracik pesanan
" alhamdulilah akhirnya ada yang beli ya mbak " Kartika semangat setelah jualannya ada yang beli " iya kar semoga aja jadi rame " Andini tersenyum menatap Kartika
" iya semoga aja mbak " mereka saling menatap satu sama lain untuk memberi semangat Kartika mulai memahami sifat dinginnya Andini
Walau dari luar dingin tapi sebenarnya di dalam hatinya sangat hangat Andini cuma belum bisa menunjukkan ekspresi di depan Kartika
Seperti masih ada jarak yang di bangun oleh Andini tapi itu tidak membuat Kartika nyerah untuk mendapatkan kepercayaan dan hatinya
__ADS_1
...****************...
Selama 5 hari Andini dan Kartika berjualan di halaman ruko tiba - tiba Maya datang dengan motornya " maaf aku baru datang " mereka serempak menoleh ke arah suara tersebut
" gak papa may santai aja " kata Andini tetapi Kartika sudah menahan kekesalannya dan dia hanya berdiam diri
" apa benar gak papa Din " tanya Maya ragu - ragu sebab melihat reaksi Kartika bisa menjelaskan semuanya
" iya gak papa koq lagi pula di sini kita masih bisa handle koq " Andini mencoba menenangkan Maya yang tampak gelisah
Kartika langsung duduk begitu aja tanpa menghiraukan Maya sama sekali " ayo duduk may " ajak Andini kepada Maya
Maya sangat ragu untuk tetap berada di sini sejak tadi Kartika hanya berbicara kepada Andini tanpa melihat Maya
" maaf aku pulang duluan ya " tiba - tiba Maya beranjak dari duduknya " loh,kenapa may " tanya Andini
" aku tadi di chat sama ibuku untuk segera pulang " Maya mencoba berbohong kepada Andini sebab dia sudah tak tahan dengan sikap Kartika kepadanya
__ADS_1