
Tanpa Andini ketahui ternyata Kartika juga mengajak Maya ikut kerja di luar negeri tapi Maya bingung dan ragu sebab Maya belum ada uang tabungan dia juga gak nyakin akan ikut
Sekarang mereka bertiga berkumpul di rumah Kartika " gimana,gajinya juga besar siapa tau kita akan sukses di sana " Kartika niat sekali mengajak kedua sahabatnya itu " trus nanti kita tinggal dimana? " Maya mengeluarkan isi pikirannya
" nanti kalian tinggal di rumahku dulu tempatnya juga gak terlalu jauh dari rumahku " Andini dan Maya hanya saling memandang mereka masih ragu apalagi mereka akan pergi jauh bukankah harus ada persiapan yang matang
" tapi orang tuaku masih belum memberi izin,bagaimana kalo kamu aja yang bicara dengan orang tuaku " tiba - tiba Andini menunjuk Kartika Maya hanya menganggukan kepala
" apa aku harus lakuin itu? " Kartika tampak sedang berpikir keras haruskah dia melakukannya apa lagi dia yang mengajak dua orang tersebut
...****************...
Setelah sekian lama Andini berjuang meyakinkan orang tuanya akhirnya mereka pasrah dengan keputusan Andini orang tuanya Andini telah memberi izin dan restu untuk pergi
__ADS_1
Tapi Andini harus memberitahukan kepada adiknya yang berada jauh di sana dan memutuskan untuk menelponnya " hallo,Enzo apa kamu sibuk? " Enzo pun menjawab " tidak juga ada apa meneleponku " begitulah sifat Enzo gak beda jauh dengan sang kakak " aku ingin memberitahumu bahwa aku akan pergi kerja di luar negeri " saat itu juga Enzo terdiam
" untuk apa kamu jauh - jauh kerja bukankah kamu ada kerjaan " - Enzo
" aku akan berhenti di sini jika aku kerja di luar negeri aku bisa membantu keluarga juga seperti kamu " Andini tidak tega jika hanya sang adik yang menafkahi keluarga dia juga ingin memberi lebih kepada keluarganya dan membantu sang adik
" lebih baik gak usah macam - macam cukup di sana aja kamu kerja walau gajinya tak seberapa " Enzo tidak ingin sang kakak pergi jauh hanya sang kakak harapannya untuk menjaga keluarga
" tapi ibu dan ayah sudah memberi izin " sang adik hanya menghela napas tidak tau harus berbicara apa lagi dengan sang kakak
...****************...
Selama bertahun tahun Enzo dan Andini tidak pernah ribut besar dan pertama kali mereka berantem dan saling mengabaikan tetapi Andini tidak bisa berlama lama marah kepada sang adik begitupun Enzo
__ADS_1
Enzo memilih mengalah karna percuma walaupun Enzo tak mengizinkan Andini pasti tidak akan menyerah " baiklah terserah padamu aja kapan kamu mau pergi " Enzo berbicara pelan di telepon
" sekitar 4 bulan lagi aku akan pergi Karna aku harus mengikuti tes dulu " Andini tau adiknya itu lagi sedih dia lakukan demi keluarganya
" baiklah kabarin aku jika mau berangkat " setelah Andini mengiyakan telepon itu terputus kakak adik itu menatap layar telepon masing - masing tersirat jelas kesedihan di antara mereka berdua
...****************...
Hari ini Andini mengikuti les ujian dia sangat gugup walau Andini telah berusaha keras selama belajar tapi rasa percaya dirinya sangat menurun
Para sahabat Andini selalu mendukung dari belakang mereka menemani Andini sampai depan pintu kelas terlihat sekali Andini sangat gugup dan takut
" ayo semangat kamu pasti bisa " Novi menyakinkan teman partner kerjanya itu agar rasa percaya diri Andini kembali
__ADS_1
" iya ayo semangat " Maya pun sangat antusias mendukung Andini mereka berdua menunggu Andini sampai selesai kelas