
Andini tiba lebih awal masuk kerja karena hari ini akan ada anak baru yang di training oleh Andini
" nov,kenapa bukan kamu saja " Andini merengek seperti anak kecil di depan Novi
" kan kamu yang di suruh sama bos karena nanti jaga berdua biar kamu gak kewalahan menghadapi pelanggan di saat rame Andini " Novi menjawab dengan muka malas melihat kelakuan sifat temannya itu
" tapi kan tau sendiri aku gak pintar berbaur dengan orang baru bagaimana nanti dia gak nyaman pasti akan terasa canggung banget " begitulah sifat Andini yg bisa di bilang introvert dia lebih suka sendiri dan kebanyakan diam Andini juga tidak terlalu pintar cara berbaur dengan orang baru
Andini selalu berpikir negatif tentang dirinya takut jika dirinya itu membosankan karena dia tau jika dirinya tidak pandai membuat orang nyaman di sampingnya
Tetapi Novi tau persis bagaimana sifat temannya itu karena sifatnya tidak jauh berbeda dengan Andini
Novi bisa memahami Andini walau sifatnya bisa di bilang sedikit humoris sedangkan Andini akan berdiam diri jika tidak di ajak ngobrol duluan
__ADS_1
" tenang saja Andini kamu pasti bisa lagi pula kamu sudah lama bekerja di sini masa hal kecil gini gak bisa sih " Novi merasa kesal kalo sudah merengek
Siang itu anak baru yang di maksud dua insan itu pun datang sambil malu malu
" permisi saya di suruh bos datang kesini karena saya akan berjaga di sini jadi mohon bantuannya semua " yah anak baru itu sangat sopan dan sambil malu malu berbicara
Seketika dua orang yang masih berdebat pun terhenti di saat Indra pendengar mereka mendengar sesuatu
" i-i-iya kak perkenalkan nama saya Maya kak " Novi pun langsung menyambut tangan mungil Maya sambil tersenyum
" perkenalkan namaku Novi dan yang di sampingku namanya Andini " Novi menyenggol lengan Andini karena masih berdiam seperti patung
" o-o-o-oh iya namaku Andini salam kenal " hanya itu yang bisa di ucapkan Andini setelah berkenalan Andini pun langsung menyibukkan diri sendiri tiba - tiba Novi memanggil Andini
__ADS_1
" Andini jangan kerja sendirian kesini sambil training dulu si Maya agar dia tau " Andini pun menoleh ke arah suara tersebut sambil menghela napas dirinya mendadak jadi gugup dan gemetar
" hhuuwwaa kenapa harus aku sih " rintihan hati Andini meronta ronta semakin jadi dengan langkah berat dia berjalan ke depan
Setelah kepulangan Novi kini tinggal Andini dan Maya di dalam kedai tersebut dan suasana di sana terasa mencekam seperti sedang mengikuti uji nyali padahal di luar kedai sedang rame orang berjalan kesana kesini
Andini yang pendiam sudah tidak tahan dengan suasana aneh ini " mmm.....kamu tinggal dimana? " beberapa kata itu sukses mengalihkan perhatian Maya " aku tinggal di teritip " Andini pun menjadi antusias menjawabnya " wahh..berarti rumah kita bersebelahan gang dong " Maya pun penasaran
" emang kamu tinggal di gang sebelah " Andini pun hanya mengangguk seketika tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua terkecuali tentang pekerjaan yahh maklum Maya masih banyak belum mengerti ketika pelanggan masuk
...****************...
Akhirnya yang di tunggu pun tiba yaitu usai jam kerja Andini dan Maya membawa motor masing - masing hingga mereka berpisah di satu gang yapss rumah mereka hanya bersebelahan gang Maya pun gak menyangka jika rumah mereka ternyata dekat pada saat itu entah ada angin apa tiba - tiba mereka jadi akrab
__ADS_1