Perjalanan Andini

Perjalanan Andini
EPISODE 7


__ADS_3

Juwita gak bisa jauh dari sahabatnya itu dirinya sama persis dengan Andini itulah mengapa mereka sangat akur bahkan perkelahian atau cek Cok hampir tidak pernah ada di antara mereka


Mereka saling melengkapi bagi Juwita, Andini yang dia butuhkan di sampingnya tidak ada teman seperti Andini berbagai nasib mereka rasakan berdua itulah mengapa Juwita sangat menyayangi dan ingin melindungi


Tetapi kabar bahwa Andini mau ke luar negeri membuat Juwita sedih sekali begitupun Andini mereka sama - sama tersakiti tetapi Andini ingin membahagiakan keluarganya dan orang - orang yang di sayanginya itu


Andini berusaha menjelaskan kepada Juwita alasan dia mau mengikuti Kartika " Juwita jika aku sukses di sana nanti pasti aku akan membawa kamu ke sana aku ingin membahagiakan kalian semua " Juwita enggan buka suara " sayang mungkin ini kesempatan buatku untuk menjadi orang yang lebih sukses lagi " Andini masih berusaha menjelaskan kepada Juwita


" Andini aku paham,baiklah jika memang itu sudah menjadi keputusanmu aku akan selalu mendukungmu " tatapan Andini kepada Juwita sungguh tidak bisa di jelaskan ada perasaan sesak yahh Karna mereka akan berpisah untuk yang pertama kali

__ADS_1


" terimah kasih Juwita aku janji akan segera pulang cepat dan kamu jangan terlalu khawatir aku pasti baik - baik saja " Andini mengulum senyum untuk menguatkan dirinya dan Juwita yahh mereka seperti anak kembar yang saling memahami


Andini merebahkan dirinya di kasur akhir - akhir ini banyak yang menimpa dirinya " kak Andini sudah tidur " Tina memasukkan kepalanya ke arah kamar sang kakak " belum kenapa " Tina pun memasuki kawasan sang kakak


" kak Enzo mau pergi besok dia mau merantau " DEEEGGGG!!!!! Andini langsung bangkit dan mencari Enzo secepat mungkin" Enzo kamu mau pergi merantau " Enzo yang sedang minum kopi langsung memuntahkan kopinya Karna sang kakak tiba - tiba muncul


" kamu seperti hantu tau liat jadi kotor semua kan bajuku " Enzo sangat kesal karna sang kakak mengkagetkan dirinya " yahh maaf kan aku gak tau " Andini merasa bersalah kepada adiknya itu " iya besok pagi aku berangkat "


...****************...

__ADS_1


Pengumuman keberangkatan sudah di informasikan pesawat yang akan di tumpangi Enzo akan segera berangkat " kamu di sana baik - baik jaga kesehatan jangan lupa makan " pesan sang kakak kepada adiknya itu Enzo hanya mengiyakan


Enzo tidak pernah menangis di depan keluarganya dia hanya menahan air matanya hingga matanya memerah Enzo tidak ingin lemah di depan keluarganya terutama sang kakak


...****************...


Andini kembali di cerca pertanyaan oleh Kartika pertanyaan yang sama Andini masih belum memberi jawaban yang pasti sebab orang tuanya sangat menentang dia bingung harus bagaimana


" mbak Andini gimana jadi mau ikut aku " begitulah pesan Kartika Andini hanya membaca tanpa berniat membalas di satu sisi dia tergiur dengan jumlah gaji yang sangat fantastis tapi di sisi lain dia memikirkan keluarganya

__ADS_1


Maya tiba - tiba bertanya kepada Andini perihal tawaran Kartika " Andini kamu beneran mau ikut Kartika? " Andini hanya melihat Maya dengan raut seakan bertanya " kamu tau dari mana? " begitulah yang ada di dalam otak andini


__ADS_2