
Walau Maya tersenyum di dalam hatinya dia sangat sedih sekali Karna tidak bisa ikut bersama Andini
Novi melihat ke arah Maya yang tampak murung " hey,jangan pasang muka menyeramkan seperti itu " Maya tersenyum mendengar perkataan Novi dia tau bahwa Novi ingin menghibur dirinya yang sedih
" aku ingin ikut dengan mereka juga tapi orang tuaku malah menjodohkanku " Maya tak tahan dengan rasa sesak di dadanya Novi paham perasaan temannya itu dan memilih mendengarkan curahan isi hati Maya
" padahal aku ingin ke sana dan mendapatkan uang yang banyak dengan usahaku sendiri tapi kenapa aku di jodohkan dengan orang yang tak ku kenal " akhirnya air mata yang sedari di tahan pun tumpah juga
Maya di jodohkan dengan kedua orang tuanya tanpa persetujuan Maya acara nikahan pun sudah di tetapkan Maya hanya bisa pasrah dengan keadaan walau sebenarnya dia menentang
...****************...
__ADS_1
Sudah 5 hari Andini selesai tes dan hasil belum kunjung datang membuat Andini semakin khawatir dan gugup
" tenang saja kamu pasti lulus koq aku nyakin " Novi mencoba menenangkan temannya Karna Andini tak henti - hentinya mondar mandir seperti setrikaan membuat kepala Novi pusing
" apa kamu nyakin aku lulus nov? " tentu saja kamu pasti Lulus Maya mendahului jawaban Novi yang baru datang ke tempat kerja " semangat Din kamu pasti lulus " maya tidak ingin melihat sahabatnya putus asa seperti ini
Andini menatap Maya yang slalu memberinya semangat " may,apakah kamu baik - baik saja " Andini mengkhawatirkan sahabatnya itu kalian semua pasti tau kan rasanya menikah dengan orang yang tidak di kenal sama sekali
" hmm...iya Din aku " Maya berhenti tidak melanjutkan kata - katanya Andini langsung memeluk sahabatnya dengan erat memberi kekuatan dari pelukan itu Andini merasa sangat tidak berguna Karna tidak bisa membantu Maya
Andini sangat tau watak ibunya Maya jika sudah berkata A maka siapapun tidak bisa merubah keputusannya termasuk ayahnya maya pun juga tidak bisa membantu
__ADS_1
...****************...
Yang di tunggu - tunggu Andini akhirnya keluar dia sangat senang akhirnya dia lulus walaupun dengan nilai yang pas - pasan Andini langsung memberitahukan kepada orang tuanya dan para sahabatnya yang lain
Mereka juga tampak senang dengan hasil yang di tunjukkan " apa aku bilang kamu pasti lulus " Maya dan Novi gak kalah senang melihat hasil pengumuman itu " bagaimana kalo kita merayakannya dengan makan " sahut Kartika mereka berpikir dan langsung setuju
" kita mau makan di luar atau masak sendiri " Andini bertanya kepada para sahabatnya " kita akan masak sendiri aku yang akan memasak " Kartika menjawab pertanyaan Andini terlebih dahulu di antara mereka hanya Kartika yang bisa memasak
" SETUJU " teriak mereka kompak " dasar kalian juga harus membantuku " Kartika sempat menghela napas mendengar teriakan mereka " tenang ada Maya dan Novi aku bagian makan " Kartika menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Andini selain hobi tidur dia juga tukang makan
" enak aja kamu juga harus membantu kan kamu yang paling tua di sini " Maya gak terima dengan jawaban Andini yang cuma bagian makan " hehehe iya aku akan membantu tapi jangan bawa umur dong " LAGI Andini langsung merengek jika udah soal dengan umur
__ADS_1
Walau Andini lebih tua di antara mereka tetapi tingkahnya tidak sesuai dengan umur mereka merasa bahwa Andini seperti yang paling bontot tapi mereka gak keberatan karna mereka menyukai sifat kekanakan Andini