
#Convince yourself that nothing is better than your own ability because something better is not necessarily perfect #
"Aku pergi dulu ya nek"
"Aku juga nek"
Pamit Lyan dan Kara, mereka pun segera keluar rumah dan menuju mobil Lyan.
"Kenapa kamu ajak aku ke tempat kerjamu tiba tiba?" Tanya Kara
"Bukan tempat kerjaku, aku ajak kamu ke pantai Kara" Jelas Lyan
"Mau ngapain?" Balas Kara
"Lihat aja deh nanti"
Mereka sudah sampai di pantai, hal pertama yang di lakukan Kara saat di pantai pasti melepas alas kakinya, seperti tradisi baginya saat di pantai ia harus membuat kakinya basah dengan menyentuh air pantai terlebih dahulu.
"Biar apa Ra?" Tanya Lyan tersenyum sambil mengikuti tingkah Kara
"Gatau pokoknya seru, haha" Jawab Kara
"Kara, kamu pernah ke bagian belakang warung makanku nggak?" Tanya Lyan
"Ah nggak pernah kenapa?" Jawab Kara heran
"Kamu harus melihatnya" Ucap Lyan menarik tangan Kara menuju tempat tersebut
Setelah sampai di tempat tersebut.
"Woahhh" Ucap Kara dengan mata berbinar binar
"Kenapa kamu nggak bilang dari lama sih, lihat! sunray venus ini banyak sekaliiii" Ucap Kara sambil memungut beberapa cangkang
"Kamu ngapalin semua nama kerang?" Tanya Lyan
__ADS_1
"Nggak semualah, otakku ini terlalu minim tau buat hafal semua nama kerang yang ada" Ucap Kara tanpa berpaling dari kerang kerangnya
"Lain kali kamu harus nunjukin koleksi kerang kerangmu ya Ra"
"Oke"
Tidak seperti biasanya Kara mengiyakan kan permintaan Lyan itu.
"Lyan! lihat ini, bukan cuma sunray venus aja, aku menemukan mereka juga jauh ke sana, mereka tertutup pasir" Ucap Kara menunjukan kerang kerangnya.
Lyan yang sedang duduk melihat ombak pun menerima semua kerang yang di titipkan Kara kepadanya.
"Mau nyari lagi?" Tanya Lyan
"Udah ah cukup dulu" Balas Kara mengangkut kerang kerangnya
❀ ❀ ❀
Jam terus berlalu, tanpa terasa hari mulai sore Kara duduk di tepi pantai dengan Lyan di sampingnya.
"Hmm?" Kara menoleh pada Lyan
"Aku ini apa buat kamu?" Tanya Lyan
"Maksudnya?"
"Kamu ngelihat aku sebagai teman atau sebagai laki laki?" Balasnya
"Kamu benar benar mau tau?" Tanya Kara
"Iya"
"Kamu harus menunjukan semua pesonamu kepadaku baru aku bisa menilaimu" Jawab Kara tersenyum
"Oke aku bakal berusaha sebaik mungkin" Jawab Lyan terkekeh dan di balas dengan Kara yang juga terkekeh
__ADS_1
"Ayo masuk ke warungmu aku butuh segelas air" Pinta Kara
"Oke"
Mereka pun menuju warung Lyan, Kara mengikuti Lyan mengambil air putih lalu tidak sengaja ia menyenggol sebuah buku yang terlihat sudah tua.
Kara reflek mengambil buku itu, saat melihat judulnya dia teringat perkataan Rare, buku itu berjudul Real Life.
"Kenapa Ra?" Tanya Lyan
"Ini buku apa?" Kara menanya balik pada Lyan
"Oh itu punya kakekku" Jelas Lyan
"Apa isinya?" Tanya Kara lagi
"Nggak tau juga, aku belum pernah baca, memangnya apa sih" Ucap Lyan mengambil bukunya dari Kara dan menuju tempat duduk di ikuti kara.
Anehnya semua halaman kosong kecuali ini, Kara sempat kaget saat melihatnya karena ia mendapat pesan berisikan gambar bertuliskan persis seperti satu halaman itu.
"Apa kakekmu nggak pernah cerita tentang buku ini?" Tanya Kara yang sangat penasaran dengan buku itu
"Mau cerita apa Ra, cuma satu lembar isinya" Ucap Lyan menutup buku itu
"Lyan, boleh aku pinjam bukunya? Atau harus ijin kakekmu dulu?" Tanya Kara
"Kamu mau pinjam buku ini?" Ucap Lyan heran
"Pinjam aja nggak papa kakek udah meninggal 2 tahun yang lalu" Jelas Lyan
"Ah maaf" Ucap Kara menyesal
"Ngapain minta maaf coba, bawa aja ini" Ucap Lyan menyodorkan kan bukunya
"Heem makasih ya" Ucap Kara menerimanya.
__ADS_1