PERMONITION

PERMONITION
8.Why?


__ADS_3

#Keep things to be guarded, your life is yours, you are the winner#


Kara sedang duduk di ruang keluarga menonton tv dengan neneknya.


Lagi pula hari ini adalah akhir pekan jadi Kara sedang libur kerja.


"Nek di kantor ku ada orang baru lo" Ucap Kara


"Benarkah, laki laki?" Tanya nenek


"Perempuan nek"


"Dia tau ini" Ucap Kara menunjukan huruf D di tangannya.


"Itu kenapa ya Ra bisa bersinar waktu itu?" Tanya nenek mengamati tangan Kara.


"Gatau deh, nenek mau puding?" Tanya Kara


"Boleh" Jawab nenek


"Oke"


Drt... Drt..


Ponsel Kara berdering


"Nih neh" Ucap Kara menyodorkan sepiring puding kepada neneknya


"Makasih"


Kara mengecek hpnya terdapat pesan dari nomor tak di kenal waktu itu


______________________________________________


Kesempatan mu tinggal 2 kali lagi, jangan menyiksa diri sendiri


R.L


______________________________________________


Pertanyaan Kara waktu itu tidak di balas olehnya, kali ini Kara meminta dia menemuinya secara langsung tapi dia kembali tidak menjawab.


Kara tidak mau membuat neneknya khawatir jadi dia tidak cerita tentang chat ini.


Kara merasa seperti sedang di teror. rasa tidak nyaman merasuki dirinya, dia tidak paham dan tidak ingin percaya tapi rasa gelisah selalu saja muncul.


"Kenapa Ra?" Tanya nenek


"Ha? Gapapa" Jawab Kara canggung


"Siapa itu?"


"Gatau nomor nggak di kenal" Balas Kara


sss

__ADS_1


"argh"


Kara mulai terbiasa dengan rasa sakitnya. Dia juga sudah tau kalau sekarang pasti pukul 21.28. Tidak seperti Kara, neneknya terkagetkan dengan tangan Kara yang menyala biru.


"Kara" Ucap nenek terlihat khawatir sembari memegang tangan Kara


"Gapapa nek udah hilang juga cuma 3 detik kok" Balas Kara


"Gapapa gimana mulai kapan jadi begini?" Tanya nenek menuntut jawaban


"Semenjak hari itu sih setiap jam 09.28 pagi dan malam" Jelas Kara


"Kenapa kamu nggak kasih tau nenek" Omel nenek


"Toh sekarang nenek tau" Jawab Kara balik memegang tangan neneknya


"Yang penting sekarang nenek dulu, ini tuh udah nggak papa" Sahut Kara lagi sambil menekan nekan huruf ' D ' tersebut.


Neneknya pun hanya mengerutkan keningnya lalu melanjutkan memakan pudingnya.


❀ ❀ ❀


Tok tok tok..


"Iya sebentar" Jawab Kara menuju pintu


Ceklek


|ngingg| "maafin aku Kara"


Rasanya nafas Kara tercekat begitu saja, kenapa namanya di sebut?


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Kara


"Katanya akhir pekan" Jawab Lyan dengan senyum lebarnya


"Nenekk" Sambungnya sambil masuk tanpa di persilahkan.


Sekarang jam 19.30 entah apa yang membuat Lyan berfikiran datang malam malam begini.


Kara hanya berharap Lyan sudah pulang sebelum jam 21.28 kara bisa repot kalau dia melihatnya.


"Hei Lyan apa kabar?" Sapa nenek


"Baik nek hehe" Balasnya


"Aku boleh di sini sampai agak malam nggak nek?" Tanya Lyan


"Mau ngapain?" Tanya nenek


"Mau jagain nenek"


Seketika keadaan menjadi canggung


"Apaan sih kenapa jadi canggung gini, bercanda kali aku" Sambung Lyan tertawa

__ADS_1


Sekarang jam 21.25 sebentar lagi waktunya dan Lyan masih saja belum pulang.


"Aku ijin kamar mandi ya, ada di mana ya?" Tanya Lyan


"Itu kamu nggak bisa lihat pintunya apa?" Balas Kara


"Basa basi napa Ra" Cemberut Lyan


"Dasar anak nggak jelas" Sambung nenek terkekeh


Tiba tiba nenek Kara berdiri dan ingin mengambil air minum


Jelas kejadian ini adalah 'dejavu' tentu Kara langsung menghentikan neneknya


"Nek dengerin aku kali ini aja dong" Pinta Kara serius


"Tapi cuma ambil air Kara" Balas nenek


"Nenek nggak ingat terakhir kali" Jelas Kara


Neneknya pun terdiam dan kembali ke sofa


"Nih nek" Ucap Kara menyodorkan segelas air putih


Waktu kembali terhenti tanpa sempat neneknya menerima segelas air putih dan seketika itu juga waktu kembali berjalan


"3 menit"


"Apanya?" Tanya nenek Kara


"Hah? Oh nggak" Jawab Kara


sss


"Argh"


Muncul sebuah huruf lagi di tangannya, kali ini huruf 'I ' yang muncul.


"Kara tanganmu, bagaimana bisa?" Ucap nenek terheran heran


"Aku juga nggak tau" Balas Kara


"Kara" Ucap Lyan sedikit berbisik tapi dapat di dengar


"Nenek, Kara aku pulang dulu ya udah malam" Pamit Lyan


"Ah ya hati hati" Sahut nenek


"Aku antar ke luar" Ucap Kara


"Nggak usah, temenin nenek aja" Jawab Lyan membalikan badan dan pergi


Tak lama kemudian Kara menuju tempat air minum berada untuk menenangkan nya.


sss

__ADS_1


"Argh" Rintih kecil Kara


Kenapa lagi, ini bukan jam 09.28 ataupun 21.28 sekarang 21.30 kenapa bisa terasa sakitnya.


__ADS_2