
#life is not a problem to be solved, but an experience to be had#
Rabu; Kara ingin meliburkan diri tapi tidak bisa, ia malah mendapat projek besar dengan timnya yang terdiri dari Kara, Oya, dan Rio
Kara sudah bersikeras meminta ijin tapi tetap tidak diijinkan karena bisa kacau jika salah satu tidak datang.
Dengan rasa khawatir yang sangat menumpuk, dia memberanikan dan meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik baik saja. Lagi pula Kara harus bertemu dengan Rare untuk menanyakan maksud buku itu karena dia yang menyarankannya.
"Nenek jangan lakukan apapun di dapur ya nek aku mohon sama nenek" Ucap Kara sambil merapikan pakaiannya
"Nenek nggak papa Ra" Ucap nenek setelah mendengar penjelas Kara bahwa ini akan terulang
"Nek nggak ada kata nggak papa, pokoknya tahan apapun yang berurusan dengan dapur sampai aku pulang, aku bakal pulang secepat mungkin"
"Iya hati hati di jalan Kara" Ucap nenek saat Kara mulai meninggalkan rumah
Kara langsung menuju ruang meeting saat sampai di kantor
"Kemungkinan kita sampai malam ya karena mereka akan mengambil gaunnya besok lusa" Ucap bu Santi
"Besok lusa? " Ucap Oya dan Rio kaget
Kara tidak menyangka akan sampai malam, dia hanya bisa diam menerimanya.
"Pemesan kita ini adalah tamu VIP saya, jadi kalian harus bekerja semaksimal mungkin. Memang mendadak tapi mau bagaimana lagi, ibu tidak bisa menolak nya" Jelas bu Santi
"Mereka mau inisial nama mereka ada di detail gaun, memang rumit makanya saya percayakan ke kalian" Jelasnya lagi
Kemudian mereka semua pergi meninggalkan ruang meeting.
"Rare bisa bicara sebentar?" Tanya Kara pada Rare
Rare pun mengikuti Kara tanpa bertanya
Sekarang mereka berada di atap kantor.
"Re Apa kamu yang ngirim pesan ini?" Tanya Kara menunjukan pesan tersebut
"Bukan" Balas Rare
"Beneran? " Tanya Kara meyakinkan
Dan Rarepun men jawabnya dengan anggukan
"Aku temuin bukunya" Ucap Kara lagi pada Rare
"Beneran Ra?" Tanya Rare kaget
"Secepat itu? " Tanyanya lagi
"Iya, kamu harus kasih tau aku yang sebenarnya Re, gimana kamu bisa tau juddul buku ini, ceritain semua yang kamu tau" Pinta Kara
__ADS_1
"Emm aku nggak yakin sih tapi dulu Kakekku sama kayak kamu dan dia juga punya tulisan itu di tangannya sama kaya punya kamu" Jelas Rare
Kara menyimak perkataan Rare dengan seksama
"Jelas aku kaget Ra waktu lihat itu di tanganmu, sekarang kakekku gak tau dimana Ra, aku pikir dia memilih pergi bersama istrinya walaupun dia tau isi buku itu, cuma seorang Deathmgc yang bisa lihat isi buku itu katanya dan itu pun terbatas. kakekku, dia menceritakan semuanya kepadaku dan saudaraku. Bahkan di depan nenekku seperti dia rasanya benar benar sudah siap pergi. Lalu hari berikutnya aku pikir dia menyelamatkan nenekku untuk terahkir kalinya dan mungkin apa yang dia katakan itu benar, menghilang terbakar menjadi abu, bahkan sampai sekarang tidak ada jasad kakekku, eumm mungkin abu yang ada"
"Bukankah aneh?"
Kara tidak menjawab dan hanya menggerakkan kepalanya bingung dengan fakta yang ada
"Aku nggak tau apa isi bukunya tapi pasti itu berguna buat kamu, jangan paksain kemampuanmu Ra
'' semua orang punya takdir sendiri sendiri, kita nggak berhak mencampuri takdir mereka walaupun dia orang terdekat kita''
Itu perkataan kakekku. Walaupun dia melanggar perkataannya sendiri, tapi aku yakin dia udah merasa puas dengan hidupnya" Ucap Rare lagi
"Maksudmu hilang terbakar? Gimana bisa, itu nggak mungkin"
"Mungkin aja buat kalian yang bisa melihat, kita nggak tau ada keajaiban apa aja yang kesimpan di dunia ini" Potong Rare cepat
Kara pun terdiam tak tau harus bagaimana.
❀ ❀ ❀
Tanpa terasa hari sudah mulai sore dan sebentar lagi mereka bertiga akan bertemu calon pengantin untuk melihat desain gaunnya.
"Kara, Oya, Rio" Panggil bu Santi di pinggir pintu.
"Ah sebentar lagi bu" Ucap Rio.
"Oke kalian jam 18.30 langsung ke fitting room ya biar kalau mereka langsung suka dengan desain kalian nanti bisa langsung kalian ukur aja"
"Nanti ibu juga bakal ada di sana bareng kalian" Ucap bu Santi menjelaskan.
"Baik bu" Ucap Oya dan Kara bersamaan.
"Oke semangat ya"
"Oh ya mereka mau ajak kita makan malam habis pertemuan ibu harap kalian bisa semua ya" Pamit bu Santi meninggal kan mereka bertiga.
"Kira kira sampai jam berapa ya" Ucap Kara gelisah.
"Paling 8 setengah 9 an kali" Balas Oya.
"Kenapa? kamu punya urusan?" Ucap Oya lagi.
"Ah nggak juga" Ucap Kara berbohong karena Kara jelas tidak bisa cerita tentang masalahnya.
"Udah pokonya ya ini selesai kita bebas gitu deh haha" Ucap Rio santai.
"Perjuangan ini" Balas Oya.
__ADS_1
Waktu terus berjalan, mereka sekarang sudah berada di sebuah resto untuk makan malam.
Pukul 19.30. makanan mereka baru tiba,
"Tante Santi terimakasih banyak udah mau bantu aku dengan waktu yang mepet banget ini" Ucap Rika// mempelai wanita.
"santai aja, kamu udah kaya ponakan buat tante, lalu kamu harus berterimakasih sama mereka bertiga ini" Ucap bu Santi menunjuk Kara, Oya, dan Rio.
"Ah iya terimakasih banget buat kalian bertiga ya aku suka kok desain kalian, jadi unik gitu hahaha" Ucap Rika.
Mereka bertiga pun hanya membalasnya dengan ucapan terimakasih dan senyuman.
Sekarang sudah pukul 20.35 tanpa terasa waktu sangat cepat berlalu. Kara yang mulai khawatir sendiri memberanikan diri untuk pamit terlebih dahulu.
"Em permisi apa saya boleh pulang lebih cepat sekarang? Saya punya urusan mendadak" Izin Kara dengan sopan.
"Oh gak papa jangan sungkan seperti itu" Ucap Vano// mempelai pria dan diiyakan dengan anggukan Rika dan bu Santi.
"Terimakasih, saya pulang duluan ya permisi" Ucap Kara memberi salam sambil menepuk punggung Oya dan Rio.
Kara segera menuju mobilnya dan pulang dengan tergesa gesa.
Hal yang tak terduga dan membuat kesal Kara adalah fakta bahwa sekarang jalanan sangat macet, dengan posisi Kara menggunakan mobil tentu dia tidak bisa menyelip kendaraan lain.
Sekarang ini pukul 20.55 Kara benar benar di penuhi rasa cemas.
"Apa apaan sih jalannya tiba tiba macet begini" Kesalnya
kara mengambil ponselnya dan segera menelfon neneknya.
"Halo" Sapa neneknya dari ujung sana
"Nek, lagi ngapain nek" Ucap Kara mengatur nafasnya
"Nonton tv ini, kamu pulang jam berapa Ra?" Tanya nenek nya
"Ini lagi di jalan kok, nenek jangan kemana mana ya pokoknya tunggu aku sampai rumah oke janji ya nek" Pinta Kara serius
"Iya udh sekarang nyetir aja hati hati nggak baik sambil telfonan" Jawab nenek nya
"Iya aku tutup ya nek dah" Pamit Kara
"Dah"
Kara sudah berada di dekat tikungan rumahnya dan sekarang kara di lebih kaget kan lagi karena sudah pukul 21.28
Dengan cepat kara turun di depan rumahnya.
Pukul 21.29
Ceklek...
__ADS_1
"Nenek?"