PERMONITION

PERMONITION
9.Routine?


__ADS_3

#Either you run the day or the day runs you? #


"Kara" Panggil Rare


"Kamu mau rancangin gaun buat aku nggak?" Tanya Rare


"Kamu mau nikah Re?" Tanya Oya semangat


"Kapan" Sambungnya


"sekitar sebulan lagi sih" Balas Rare tersenyum lebar


"Gimana Ra?" Tanya Rare menyenggol tangan Kara


"Boleh, kalau kamu mau aku yang buat" Sahut Kara juga ikut tertular semangatnya


"Wahh makasih Kara pokoknya aku percayain ke kamu deh gaunnya" Balas Rare memegang tangan Kara erat


"Undang gue ya, awas aja lo Re ga undang gue" Ucap Keos menunjuk matanya dengan dua jari bergantian dari matanya ke mata Rare


Rare pun mengangguk kepala mantap


"Prasmanannya banyakin paha ayam ya Re biar nggak kebanyakan tulang" Ucap Rio


"Lah kok lo yang ngatur" Sahut Keos


"Dih biarinlah kebanyakan tulang nanti tulang gw tambah besar kayak lo gimana" Balas Rio meniru logat Keos


"Emangnya tulangnya lo makan, mana ada jadi tambah besar tulang lo tol*l" Jawab Keos ngegas


"udah udah, nanti ayamnya paha semua deh" ucap Rare tertawa


Rio yang mendengar hal tersebut mengepalkan tangannya dan menggerakkannya ke atas dan bawah sambil berucap yes berulang ulang

__ADS_1


"Kapan kamu fitting bajunya? " Tanya Fanka


"Ya kalo Kara siap, sekarang aja buatin aku desainnya haha" Ucap Rare dengan mata berbinar binar menatap Kara


"Oh pastilah, aku lagi nggak ada pesanan, kebetulan dari minggu kemaren aku lagi buat buat contoh desain Re" Jelas Kara


"Wah aku suka instingmu "


"Jangan jangan kamu bisa lihat masa depan kalau aku bakal butuh gaun haha" Canda Rare mengambil beberapa contoh desain gaun milik Kara


"Apaan, nggak ada sejarahnya insting Kara itu bagus enak aja" Ucap Oya tak terima


"Punten sirik amat mbak" Ucap Rio tanpa menatap Oya


ssshhh


"Argh"


"Kepentok lagi Ra? Bener bener ya hobi kok jelek banget" Ucap Rio tak percaya


"Ha-" Balas Kara gagap


"Ah haha kebiasan kali ya" Tawa Kara garing


Kara pun menuju kamar mandi untuk menutupi huruf itu


Ceklek


Kara keget melihat Rare tiba tiba muncul di pintu toilet, tanpa basa basi Rare menarik dan melihat tangan Kara.


Terlihat wajah Rare sangat kaget melihat tangan Kara.


"Dari kapan Ra" Tanya Rare

__ADS_1


❀ ❀ ❀


Kara sedang duduk menatap komputernya dan tiba tiba ia teringat ucapan Lyan kemarin.


Dia mengajak Kara ke pantai besok, ke tempat Lyan bekerja


Setelah pulang kerja, Lyan akan menunggu di rumahnya untuk menjemput Kara.


Tanpa penolakan, entah kenapa Kara menerimanya begitu saja


Hari ini Kara sedikit lembur karena pemesan gaun sebelumnya minta untuk sedikit dikecilkan lagi di bagian pinggang.


Jam terus berlalu sekarang sudah sore, sedikit lagi Kara akan menyelesaikan gaun tersebut. Sebenarnya ia bisa melanjutkannya besok tapi karena besok dia ada janji dengan Lyan dia tidak mau membatalkannya.


"Aku pulang" Sapa Kara membuka pintu


Ia masuk dan menaruh tasnya, karena tidak mendengar jawaban dari neneknya Kara pun mencari neneknya.


"Nek"


"Nenek"


Karena tetap tidak mendapat jawaban Kara pun menuju ruang bawah tanah tempat terakhir yang belum ia kunjungi


"Nenek" Panggilnya sambil berlari


Ceklek


"Hah nenek aku kira ke mana" Ucap Kara terengah engah


|ngingg| "akh!! Kara~"


Kenapa?

__ADS_1


__ADS_2