PERMONITION

PERMONITION
2.Again?


__ADS_3

#This continuous meeting is a sign or just a brief meeting in this narrow world?#


Di pagi hari, Kara sedang meminum segelas kopi susu di kantor tempat Ia bekerja. Seperti biasa Ia melakukan semua aktifitas yang ia lakukan sehari hari, tapi entah kenapa hari ini terasa sangat melelahkan. Hingga akhirnya saat jam pulang Ia memutuskan untuk mampir ke toko pinggir jalan untuk membeli sebotol minuman yang mengandung vitamin.


Saat ingin mengambil minuman tersebut, tiba tiba ada tangan yang mengambil botol minuman itu dengan cepat saat ia ingin mengambil botol ke-duanya. karena saat itu sedang promo beli satu gratis satu, dan ternyata itu adalah 2 botol terakhir. Kara meletakan botol tersebut dan dengan rasa malas serta jengkel Kara keluar dari toko tanpa membawa apa apa.


Tiba tiba sebuah tangan dengan botol menghalangi pandangannya. Dia adalah pria tadi yang mengambil botol vitamin yang seharusnya menjadi milik Kara.


"Ini ambil" Ucapnya sambil menggoyang goyangkan botol itu.


Kara melihat matanya, tapi anehnya Kara tidak melihat apa apa.


"Gak usah" Jawab Kara singkat.


"Ini punyamu, kalau aku tadi cuma ambil satu nanti ibu kasir nyuruh aku kembali buat mengambil bonusku" Jelasnya.


"Cepat ambil, tanganku mulai pegal" Lanjut pria itu.


Kara pun mengambil botol vitamin itu dari tangan pria tersebut.


Sesampainya di rumah, Kara segera melepas jaket menaruh tas dan menuju neneknya.


"Nenek" Panggil Kara.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya neneknya.


"Tadi aku ketemu laki laki nek tapi anehnya aku nggak lihat apa apa waktu aku kontak mata sama dia"


Cerita Kara pada neneknya dengan ekspresi bingung.


"Apa kelebihanmu sudah hilang?" Jawab nenek Kara.


"Gak mungkin nek, aku aja masih bisa lihat kapan ne-- "


Ucap Kara terputus menyadari apa yang ia katakan dan kepada siapa ia berbicara. Memang hanya nenek Kara yang mempercayai Kara, itu pun karena peristiwa yang menimpa ayah dan ibu Kara.


"Kenapa berhenti? Tidak papa lagipula kan nenek sudah tua" Jelas nenek. Kara pun hanya bisa terdiam tersenyum kepada neneknya.


"Aku harap aku tidak memiliki kelebihan ini" Ucapnya.


Hari ini adalah hari libur Kara, Ia memutuskan untuk melakukan jogging setelah itu pergi ke pantai untuk menikmati hembusan angin pantai yang menyegarkan.


Di saat Kara beristirahat dari joggingnya, tiba tiba ada yang menepuk belakang punggungnya, dengan cepat Kara melepas earphonenya dan berbalik.


"Hai, kita bertemu lagi" Sapanya.


Dia adalah pria yang Kara temui di toko kemarin, kara hanya membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa jogging sekarang? Apa kamu gak punya pekerjaan?" Tanyanya penasaran.


"Sok tau, anda sendiri disini; kita sama" Jawab Kara asal.


"Aku mau berangkat tadi terus aku lihat kamu disini, aku samperin deh hehe" Jelas pria itu.


Kara hanya menoleh ke pria itu dan meneguk air mineral di sampingnya.


"Aku pergi dulu, ini udah terlalu siang" Pamit pria itu sambil pergi meninggalkan Kara.


Kara pun bergegas pulang membersihkan dan mengistirahatkan badan lalu bergegas menuju pantai.


"nenek aku berangkat ke pantai sekarang ya" Pamit Kara.


"Iya hati hati" Pesan nenek.


Udara sore pantai mulai menyapu lembut wajah Kara, ombak menjauh dan mendekati kaki Kara secara berulang ulang, Kara yang sedang duduk disitu mendengarkan desiran ombak yang halus.


Kara selalu merasa teramat sangat tenang saat berjumpa dengan alam, karena menurutnya hanya alam yang tidak akan menunjukan hal mengerikan kepadanya.


Semakin sore Kara merasa sangat lapar. Ia baru ingat bahwa ia belum makan siang, Kara bergegas mencari tempat makan di pantai itu.


Saat Kara menemukan tempat makan seafood ia menempat kan diri dan...

__ADS_1


"hai lagi" Ucap seseorang yang tak asing untuk Kara.


"Lagi?" Ucap Kara heran.


__ADS_2