PERMONITION

PERMONITION
5.Day


__ADS_3

#The efforts I made, I didn't know would have a good impact or worsen this situation#


Sesuai dengan penglihatan Kara, tepat hari ini pukul 21.28


Kara bertekad akan menghalangi kejadian yang seharusnya terjadi.


Kara tidak tau apakah cara ini berhasil atau tidak tapi ia akan mencobanya.


"Kamu yakin mau libur?" Tanya nenek


"iya aku udah ijin kok nek" Jawab Kara.


Sekarang sudah jam 21.23, Kara hanya berencana melayani neneknya sampai batas waktu kejadian. Kara sudah memberi tahu rencananya pada neneknya dan tentu saja neneknya memahami permintaan Kara.


Tiba tiba saja nenek Kara berdiri,


"nenek mau ke mana? " Tanya Kara spontan


"mau sambil air" Jawab neneknya


"a,a..aku aja" Sahut Kara sambil berdiri, mereka berada di ruang makan yang dekat dengan dapur tempat dimana air putih di taruh di sana


"nek biar aku aja" Sambung Kara di mengikuti di belakang neneknya


"cuma ambil minum gini aja gapapa Kara" Jawab nenek.


Tanpa sadar neneknya menumpahkan air putih di meja dan airnya pun jelas mengalir ke bawah tepat di samping nenek, saat nenek ingin mengambil kain untuk mengelap air tersebut, Kara melihat jam digital miliknya dan waktu tepat menunjukan pukul 21.28


Kara terbelalak dan langsung mendekati neneknya


"aaakh" Kara dikejut kan oleh jeritan neneknya

__ADS_1


"nenek" ucap Kara terbelak


brukk,,


Tiba tiba waktu berhenti. Kara tidak tahu apa yang terjadi, sekelilingnya menjadi sangat sunyi, gelas nenek dan airnya yang terhenti di udara seperti percikan, tetapi Kara berhasil menangkap neneknya yang kepalanya hampir mengenai meja, Kara melihat jamnya, lalu


[pyarr]


Gelas tersebut terjatuh ke lantai.


"ya Tuhan, Kara kenapa ini?" Tanya neneknya kaget dan bingung sambil berdiri membenarkan posisi karena mereka berada di lantai dengan tangan Kara di kepala nenek.


"Apa nenek percaya kalau aku bilang barusan waktu berhenti? " Ucap Kara serius


"ah kamu ada ada aja" Jawab nenek tak percaya.


"Ini gimana ceritanya gelasnya bisa jatuh begini ngerepotin" Gumam nenek sambil membersihkan pecahan gelas


"argh" Jerit Kara memegang tangan kanan nya


ssss


Kara dan nenek nya di kaget kan dengan kemunculan huruf D ditangan dekat ibu jari Kara


"Kara kamu tatoan" Omel neneknya


"hah? Aku nggak tataoan nek" Jelas Kara


"udah aku ambil dustpan buat pecahan gelas aja" Kata Kara yang di balas anggukan nenek.


"Biar aku yang lanjutin nek" Ucap Kara sambil berjalan ke arah neneknya

__ADS_1


Tshhhh


"Kara tanganmu" Ucap nenek tak percaya, huruf itu berubah warna seperti terbakar.


Kara hanya bisa diam menahan sakitnya


"kamu istirahat saja sana" Suruh neneknya


"ya nek" Jawab Kara mematuhi perkataan neneknya. Kara memasuki kamar dan menempatkan diri di kasur


kringg..


Kara meraih ponsel miliknya, di sana tertera nomer tak di kenal


"halo" Sapa Kara


"Karaa besok jalan jalan yuk" Ucap pria di sebrang sana


"Lyan? " Tanya Kara


"iya siapa lagi" Jawab Lyan


"kamu dapet nomorku dari mana? " Tanya Kara lagi


"nenek dong yang kasih" Jawab Lyan terdengar senang


"ohh, gabisa aku kerja" Jelas Kara


"abis kerja gimana, aku jemput, dimana


kantormu?"

__ADS_1


"Gak usah aku bawa mobil, udah dulu dah~"


Ucap Kara langsung menutup telfonnya dan bergegas mengistirahatkan diri.


__ADS_2