PERMONITION

PERMONITION
3.Hunch


__ADS_3

#Will I find something from you this time?#


"Gimana kamu bisa tau aku kerja di sini? Dan ini kita bertemu untuk ke-3 kalinya lho, mungkin kita emang di takdirkan bertemu kali ya haha"


"nama ku Lyan, kamu?" Sambungnya sebelum Kara sempat menjawab.


"Takdir takdir apaan, memangnya anda percaya dengan yang namanya takdir?" Tanya Kara.


"Yah nggak tau juga tapi kan nggak ada salahnya coba percaya, kamu serius banget sih" Jelas pria itu dengan tampang kecewa


"Namamu siapa aku belum tau?!" Ucap pria itu penasaran.


"Kara" Jawab Kara singkat dan jelas.


"Ayo kita berteman sekarang" Ucapnya semangat


"hmm" Deham Kara


"aku siapin pesanan kamu dulu ya"


Oh iya satu lagi, jangan berbicara formal kepadaku Kara" Ucap Lyan sembari berjalan membelakangi Kara.


Kara sudah selesai berurusan dengan perutnya itu, dan sekarang ia sedang berjalan menyusuri pantai dengan angin dingin yang menerpa tubuhnya.


Kara sangat puas hari ini dengan semua yang Ia lalui. Walaupun sederhana tapi itu membuat pikirannya tenang sejenak.


Kara memungut beberapa kerang karena Ia suka mengoleksi cangkang kerang yang menurutnya sangat unik. Ia memiliki pigura khusus untuk kerang bahkan sebuah laci besar yang hanya berisi cangkang kerang miliknya.

__ADS_1


Kara kembali memandang lautan dengan tangan yang penuh cangkang kerang, tiba tiba ada yang menaruh sebuah cangkang kerang di tangan Kara, dengan spontan Kara menoleh dan


|ngingg| penglihatan Kara memudar (pyar) terlintas di kepalanya beberapa kerang jatuh dan hancur dengan suara isakan yang samar samar di kepalanya.


"Kamu butuh itu semua buat apa?" Ucap orang itu yang ternyata adalah Lyan.


Dengan cepat Kara membelakkan matanya, satu hal lagi, Kara hanya bisa melihat apa yang terjadi pada seseorang satu kali sehari, jadi jika hari ini Kara sudah melihat apa yang akan terjadi pada Lyan lewat jarak berapa jam pun ia tidak akan bisa melihatnya lagi kecuali sudah berganti hari.


"Simpan aja" Jawab Kara.


"Kamu kenapa belom pulang? Kamu nungguin aku ya.." Ucap Lyan jahil.


"Halu gila" Jawab Kara miris.


"Mau aku anter pu--"


"Aku bawa mobil"


Kebiasaan buruk Kara yang suka memotong pembicaraan orang lain itu susah sekali di buang apalagi dengan orang baru.


"aku pulang dulu ya, makasih cangkang nya" Ucap Kara pergi dengan senyum yang di tunjukan untuk Lyan.


"Oke hati hati" Balas Lyan sambil melambai lambaikan tangannya.


Di sepanjang jalan Kara terus memikirkan apa yang baru saja ia lihat. Hal baru bagi Kara melihat hal seperti itu karena Kara selalu melihat langsung ke inti, penyebab, keadaan, tempat dan waktu kematian.


❀ ❀ ❀

__ADS_1


"Nenek!" Teriak Kara begitu memasuki rumah dengan tangan penuh kerang,,


"ada apa kenapa teriak teriak?" Tanya nenek Kara.


"Lihat ini nek! Kerangku banyak dan indah sekali" Seru Kara


"Haduh kamu itu seperti anak kecil saja, cucu nenek tidak menjadi dewasa" Jawab neneknya sembari mengusap rambut Kara lalu memeluknya.


"Oh ya, nenek ingat tidak ceritaku tentang laki laki yang aku nggak lihat apa apa tentang dia?" Tanya Kara mendesak nenek nya


"tentu saja ingat, nenek ini belum pikun banget. Kamu jangan meremehkan nenek dong" Jawab nenek tidak terima.


"hahaha, jadi nek tadi di pantai aku ketemu lagi sama dia, terus waktu di rumah makan, aku lihat matanya, tapi tetap aku nggak lihat apa apa. Nah aku lihat lagi waktu dia memberikan kerang ini ni nek"


Jelas Kara sambil mengangkat dan menggoyang goyangkan kerang yang di beri Lyan


"Aku lihat mata dia spontan gitu aja, terus pandanganku jadi kabur kayak biasanya. Tetapi kali ini aku cuma lihat kerang jatuh dan suara tangis yang samar. Apa artinya ya nek?" Lanjut Kara sambil berfikir.


"mungkin kamu sudah bi--"


"Kalau bisa lihat harusnya nggak gini nek, apa kematian dia ada hubungannya sama kerang ini ya? Tapi kan kerangnya di aku" Potong Kara cepat


"hei kamu itu nenek belum selesai bicara kamu potong aja nggak sopan sekali" Kesal nenek Kara sembari mencubit hidung Kara


"ah maaf nek" Ucap Kara sambil tersenyum manja


"Gak usah di pikirin mending sekarang kamu istirahat besok kamu kerja kan" Kata nenek

__ADS_1


"iya ya aku ke kamar dulu ya nek" Pamit Kara pada nenek yang di balas dengan senyuman tipis.


Di kamar, Kara meletakan kerang kerang nya di laci, membersihkan diri dan beristirahat.


__ADS_2