
Limaa bulan sudah berlalu mereka menjalani pernikahan yang di dasari perjodohan , namun dengan seiring nya waktu mereka saling mencintai . Pagi yang indah dan sejuk cahaya matahari masuk di sela2 jendela rumah megah mamih sinta, menambah ke asrian rumah yang berada di bandung. seperti biasa pagi hari penghuni rumah menyantap sarapan nya masing2, tapi tidak dengan suci dan putra, mereka belum turun dari kamarnya karena mereka merencanakan sesuatu bersama istrinya itu
"suci apa sebaiknya kita pindah rumah saja ?tanya putra
"kenapa harus pindah, memang nya kenapa kalo tinggal di rumah mamah"
"bukan begitu, aku ingin kita menjalani rumah tangga dengan mandiri, dan kita mulai semuanya dari nol" putra berbicara sambil memegangi tangan suci.
" baiklah terserah kamu saja sayang, aku ngikut aja"sembari bersandar di dada putra.
terimakasih tuhan, kini engaku telah merubah sikap sumaiku, aku sangat bahagia aku ingin seperti ini sampai maut memisahkan" tanpa sadar suci menjatuhkan air mata
"kamu kenapa suci? kamu menangis, apa kamu keberatan klo kita pindah rumah?" sambil mengusap air mata suci yang membasahi pipi chubby nya itu
"tidak sayang, aku sangat terharu dengan perkataan mu tadi"
"aku berjanji akan menjagamu, tidak akan ada kejadian dulu sampai menimpa mu lagi sayang"sambil mengecup pangkal kepala suci.
mereka sedang mengobrol d kamar lalu ter dengar suara ketukan pintu.
took tok tok
"tuan ,nyonya , nyonya besar memanggil untuk segersarapan!! Ibu sudah menunggu d bawah" suara panggilan ibu sumi.
"iyya bii kami akan segera turun!! ayo sayang kita turun kasihan mamah sudah menunggu.
lalu mereka turun dan menuju meja makan ,sudah standbay mamah sinta di sanah.
"kenapa lama turun nya sayang?? ayo duduk mamah sudah lama menunggu!!"
"maaf mah tadi suci habis mebereskan kamar dulu" suci menjawab pertanyaan ibu sinta dengan senyuman. setelah makanan habis di santap lalu putra membuka pembicaraan soal pindah rumah nya tersebut.
"mah, putra mau minta izin untuk pindah rumah, apa mamah mengizinkan kami mah?"" suara memohon.
__ADS_1
"knpa harus pindah, rumah mamah luas dan cukup untuk kita tempati"
"bukan begitu mah, tapi kami mau hidup mandiri dan memulai semuanya dari nol".
"yaa klo itu alasan nya baik mamah setuju, tapi dengan sayarat, sering jengukin mamah dan segera kasih mamah cucu" mamah dewi menepuk punggung putra sambil tersenyum
"baik mah nanti setelah kami main kesini pasti kami membawa kabar bahagia, iyakan sayang??" putra yang mencolek pinggang istrinya sontak membuat suci malu dan membuat pipinya merah merona.
"putra ,kamu keterlaluan lihat karana ulah mu suci malu seperti itu" sambil telinga putra d jewer oleh mamah sinta.
"ampun mah, ampuun!! iya tidak akan ku ulangi lagi mah!!".
suci yang melihat tingkah suami nya itu tertawa kecil, ternyata meskipun putra sudah berkepla 3, tapi di depan mamah nya sama sperti anal kecil yang manaja.
"sayang, apa aku boleh memeberitahu ibu soal kita mau pindah rumah"
"kenapa kamu menanyakan itu suci, tentu boleh" samabil memeluk pundak suci.
"terimakasih sayang"
"boleh, aku juga sangat bosan sayang d rumah terus " senyum kegiranagan
"baiklah kamu ganti dulu bajumu ,dan pakai kerudung yang bermotif bunga warna pink ya sayang, aku sanagat menyukinya saat kamu memakai nya"
"baiklah sayang, tunggu di mobil saja nanti setelah selesai ganti baju nanti aku menyusul."
suci berjalan menaiki anak tangga untuk berganti pakaian dan berdandan, tak hampir 15 menit suci pun sudah selesai dan turun menghampiri suami nya itu.
"kau sangat imut sekali memakai kerudung itu sayang" smabil mencium kening suci
"mulai lagi deh gombalnya, ayo berangkat"suci hanya senyum tersipu malu.
sepanjang di perjalanan tak lepas tangan suci di genggam oleh putra . dan tak lama mereka berhenti di sebuah taman yang ada di bandung.
__ADS_1
"sayang kita turun disini? eemmhh udaranya sejuk sekali, " sambil melentangkan kedua tangan nya sambil memejamkan matanya.
"iya sayang , semoga kamu suka ya ,aku bawa kamu kesini??
"aku suka sekali, udara yang sejuk, bunga yang subur, terima kasih sayang"
"suci, apa kamu mau sesuatu?"
"aku mau seblak abang2 itu deh , sudah lama tidak memakan khas sunda itu" sambil menujuk ke arah tukang seblak.
"apa itu seblak, apa enak, apa tidak akan menyakiti perutmu suci"tanya polos putra.
ya mana mungkin pemilik perusahaan PT KH grup tau makanan seperti itu
"sayang kamu tu ya lucu banget, tinggal d bandung tpi tidak tau seblak, ini enak baget, apalagi kalo pedesnya sampai level 5" suci hanya cekikikan menjelasan apa itu seblak
"bang pesen 2, yang satu pedes ya ,yang satu sedikit ajah pedesnya takut suami saya gak kuat!! sayang, kamu harus coba ya, ini enak ko tidak akan menyakiti perut mu.
"yaaa,,,, baiklah demi kamu aku rela lakuin apa aja, apalagi suruh makan seperti ini".
pesanan sudah datang dan mereka langsung menyantap nya, putra hanya melihat suci yang pipi dan bibirnya merah karena kepedesan ,sedangkan putra makan sesikit saja sudah terasa pedas sekali.
"suci akau mau minum, ini rasanya sangat pedas" smabil mengipas2 bibir putra pakai tangan. dengan cepat suci langsung menyodorkan minum kepada putra
"sayang pedas yaa, maafkan aku harusnya aku tidak menyuruh makan makanan seperti ini" suara rasa berslah suci
"gak papa lagian ini bukan racun ko, kamu makan yang pedes begitu lihat, pipi kamu sma bibir kamu merah sekali, membuat aku ingin menciumu"hehehe
"kamu ini tadi dengan gagah nya berani makan ini, eeh ternyata sesuap ajah udah nyerah, trus mengejeku lagi pake pipi dan bibir aku merah"sambil memanyunkn bibirnya.
"pliisss suci jangan bertikah ini di hadapanku dengan keadaan ramai seperti ini ,nanti saja di kamar kamu menggodaku biar akau langsung memakan mu" suara bisikan nakal putra.
"sudah bicaranya??, ayoo kita pulang ini sudah terlalu panas sayang!!"
__ADS_1
"ya sudah yuu kita pulang".
mereka bergegas pergi meninggalkan taman tadi. dan mereka jauh2 ke taman hanya untuk makan seblak dan obrlolan2 konyol tapi menyenangkan.