
"hallo assalamualaikum bu"
" wa'alaikum salam nak ada apa? apa juragan sutopo bu berbuat jahat padamu"
"tidak bu, juragan meninggal dunia karna penyakit setruknya buu
"innalillahi, ibu turut bersedih nak,, baiklah ibu segera kesanah yaa
'baiklah aku tunggu yaa buu,"
****
dirumah juragan sutopo sudah penuh dengan tamu dan penglayad. tetangga dan rekan bisnis suami nya itu,, terdengar gosipan tetangga yang keluar dri mulut tetangga nya tersebut
"eh jeng enak sekali yaa, juragan sutopo meninggal dan harta kekayaan nya jadi milik istri nya"
" iya jeng,, untuk siapa lagi harta melimpah, rumah megah, mobil mewah kalo bukan buat istrinya"
suci mendengarkan gosipan tetangganya itu namun tidak menggubrisnya karna itu hanya buang2 waktu apa lagi keadaanya lagi berduka. Tidak lama kemudian ibu nya datang
"naaakk , ibu turut berduka cita yaa. kmu sedih nakk, ataw bahagia bisa lepas dri jeratan suami mu
"tiadak lah buu, aku juga punya perasaan. pastinya aku juga sedih buu , karana rasa kemanusiaan saja bu"
__ADS_1
"kamu memang tidak berubah nak, kmu tetap mempunyai hati yang lembut dan tulus" ibu dewi sambil memeluk putri kesanyangam nya itu
setelah semua beres pulang dari pemakaman, suci langsung rebahan di sofa, dia merasa capek dan lelah dengan mengurus dri awal ke rumah sakit sampai mengirus pemakaman
"nak, apa kau cape?"
"sangat buu, aku sangat cape karna aku mengurus semuanya sendirian"suci bicara sambil merebahkan pundaknya di bantal sofa
"baiklah ,istrirahat dulu nanti kmu bisa cape" ibu dewi sambil mengusap kepala suci
"ibuuu" suara suci yang lemas
"iya naak"
"knpa kmu bertanya seperti itu? jodoh rezeki, maut sudah di atur sama sang pencipta naak!!" ibu dewi sambil menenagkan pertanyaan anak nya yang begitu sedih
"heemm iya , ibu benar. semoga kehidupan ku lebih baik dri pda sebelum nya ya buu""
"aamiin" ibu dewi menjawab sambil tersenyum
"oh iyaa buu, ibu percaya kalo aku masih perawan? "
"apa ?? apa juragan tidak tertarik sma kamu nak, ataw km tidak melayani suami mu dengan baik?? dengar nak, meskipun km tidak mencintainya km wajib memeprlakukan suami km dengan baik!"
__ADS_1
"bukan begitu bu, tapi dia tidak perkasa, kalo kata orang sunda mah (peluh)" suci yang cengengesan geli karna menyebutkan sesuatu yang pulgar
"apaaa?? ibu hampir tak percaya nak. dengan keberanian dia, keberanian dia ternyata b"""'ng nya tidak perkasa" mereka tertawa bersama
"ooh iya bu apakah aku boleh tinggal d rumah ibu"
"siapa yang melarang mu nak, dengan senang hati? tpi knpa kmu tinggal d rumah ibu bagaimana dengan rumah besar ini?
"sudahlah bu aku tidak mau tinggal sendiri di rumah besar sendirian, apalagi gosipan tetangga yang bikin saya kesal"
"heemm baiklah, besok kita kemas2 yaa"
"terima kasih buu, ibu terbaik sedunia" mereka berpelukan karna merasa bahagia, karna ibu dewi bisa melihat senyum yang hilang dri wajah putri imut nya itu
***
dirumah suci yang lama
"bu akhirnya aku bisa tidur di kamarku ini, meskipun kecil tpi rumah ini penuh dengan kebahagian,
"iyaa nakk, ibu juga sangat bahagia karna putri ibu bisa tersenyum lagi seperti dulu "ibu dewi sambil berkaca2"
"sudahlah bu jangan menangis ,sekarang putri mu ada bersama mu" suci sambil mengusap air mata ibu kesayangan nya itu"
__ADS_1