
disaat perusahan suci terdapat masalah kevin sering sekali mengubungi suci , karna butuh pendapat dan dukungan nya, meskipun perusahaan di kelola kevin, tapi kevin tidak mau mengambil hak nya. dia hanya saja tidak mau semena mena terhadap perusahaan orang lain. kini malam sudah tiba jam menunjukan makan malam mereka, dengan penuh kehangatan mereka menyantap nya.
"sayang, pasakan kamu memang tak pernah bosan di lidahku, dan sangat cocok di perutku" pujian putra kepada suci"
"hemm km mah bisa ajah muji nya, pasti karna ada udang d balik batukan" seruan mamah sinta
"ahh enggak ko, beneran mah ini enak sekali, buktinya mamah juga selalu ketagihan sama pasakan menantu kesayangan mamah ini" sambail mengusap pangakal kepala suci.
"sudah bicaranya sayang, kalo lagi makan itu gk boleh bicara,pamali" sambil mencolek pinggang putra.
"suci ,kamu mengingatkan, ataw mau menggodaku". suci hanya diam dan menggelengkan kepala nya karna melihat tingkah suami yang lucu seperti anak kecil. di tengah2 santapan naya suci menerima panggilan lagi dari alvi. suci merasa bingung, kalo di angkat gak enak sama suaminya, tapi kalo gak di angakt pasti ini penting. dan suci memeberanikan diri pamitan untuk lebih awal masuk kamar.
"sayang, aku ke kamar duluan ya"
__ADS_1
"angakat saja telpon nya disini" perintah lembut putra.
"enggak , nanti saja bicaranya gk enak kalo ngobrol lagi makan seperti ini. dan suci mulai berjalan menaiki anak tangga untuk menerima telpon dari si alvin itu.
"putra ,dari tadi gerak gerik istri kamu kaya yang aneh, dia sering sekali menerima telpon, tapi selalu di angkat di dalam kamar, mamah juga gk tau dari siapa, ataw mungkin menghindar karna malu ngobrol depan mamah"
"aku juga gak tau mah, aku baru tahu sekarang. mah makan malam ku sudah selesai aku susul dulu istriku ya." dan benar saja putra pun ikut penasaran dengan tingkah laku suci apalagi mamah nya sudah bercerita seperti itu, perlahan putra menaiki anak tangga, dan menuju kamarnya dengan sangat pelan, agar iya bisa meliahat gerak gerik istrinya tanpa sepengetahuan nya. di buka pintu sedikit oleh putra telihat dia sedang menelpon menghadap ke balkon. terlihat serius sekali obrolan mereka dan sesekali mereka tertawa. tidak tahu apa yang mereka bicarakan, itu membuat putra penasaran dan ada rasa gak tenang, gk mungkin kalo dia punya lelaki lain d belakngku, batin putra. setelah cukup lama mengintip akhirnya putra masuk dan pura pura berdehem.
"ekhemm,,,, apa aku boleh masuk, apa aku juga tidak mengganggumu suci?pertanyaan datar putra. dan itu langsung membuat kaget putra dan tak pikir panjang suci mematikan telpon nya, dan kini suci menjadi salting.
"enggak ko , aku baru masuk kamar. telpon dari siapa ,asyik banget hingga meninggalkan suami nya di bawah". suci langsung berjalan dan langsung memeluk suami nya dari belakang.
"maafkan aku, aku udah ninghalin kamu d bawah. ini telpon gk penting ko"suara rayuan suci.
__ADS_1
"yakin gak penting? ko bisa bisa nya ninggalin suami sekeren ini sendirian di bawah".
suci hanya diam sambil memeluk tubuh kekarnya itu. sambil berbicara di hati suci
maafkan aku sayang, , aku sebenernya tidak mau berbohong seperti ini, aku pasti akan jujur kalo waktunya sudah tepat.
"heeeyy ko malah melamun"gerakan kecil putra terhadap suci.
"eehh iya, ,,,maaf. Yu kita tidur ini sudah larut sekali"suci melepasakan ikatan tangan nya di pinggang putra.dan suci mulai menaiki ranjang dan tidur di sebelah suaminya itu.dan putra membuka suaranya karna dia tidur ingin di peluk istrinya.
"sayang ,apa kamu tidak ingin tidur sambil memeluk ku"goda putra
"heemm,,, baiklah sayang" cup ciuman suci mendarat di pipi putra. putra hanya membalas dengan senyuman sambil mengelus ngelus kepala suci sambil memikirkan tingkah laku istrinya. dan tak lama suci sudah tertidur pulas dalam pelukan putra. putra yang penasaran siapa yang menelpon tadi akhirnya berinisiatif melihat ponsel suci, dan ternyata ponsel suci di pakekan pengaman,
__ADS_1
"sialan,,, ponselnya di pin lagi"suara kesal putra sambil melempar ponsel suci ke dalam laci. karna putra juga sudah menagntuk akhirnya diapun menyusul mimpi suci.