Pernikahan Kedua Ku

Pernikahan Kedua Ku
didalam mobil


__ADS_3

suci masih kesal dan ceberut karna ulah putra yang sudah membuat kaki dan tangan nya bengak, tpi dia merasa tidak bersalah. putra hanya melihat dari sudut matanya melihat kalau suci lagi kesal padanya,


wanita norak kalo lagi cemberut imut juga, haha tpi itu tidak seberpa klo kmu sudah kadi istri saya, akan jauh lebih menderita" gerutu isi hati putra


"aww sakit sekali inii" suci yang sambil memegang tangan nya.


"gitu aja ngenges , dasar wanita cengeng" putra yang bicara sperti itu tapi tangan nya mengambil salep pereda lecet d dlam kotak kecil di dalam mobilnya


" sini tangan mu ku bantu oleskan" sambil menyodorkan tangan nya.


"tidak tuan biar aku saja" suci mengabil salep di tangan nya putra. Suci mencoba mengoles salep pada tangan nya tapi ternyata gak bisa karna tangan sebelah nya pun sakit ,


"kamu ini mau d tolongin jual mahal" tanpa basa baai putra merebut salap yang di pegang suci lalu meyibakan kardigan nya ke atas sedikit. lalu putra mengopes salep ke tangan kanan dan kiri dengan lembut,,


*ternyata kulit nya bagus juga, bersih sekali, tidak kalah sama vina "


degg jantung suci bergetar sangat kencang karna perlakuan putra yang di luar dugaan suci*.


"tuan sudah, kenapa tuan diam saja" suci sambil menutup kembali tangan yang di sibakan oleh putra.


putra pun langsung duduk seperti biasa lagi dan langsung memajukan mobilnya. di tengah2 perjalanan pulang ada suara cacing d perut suci. suci sangat malu sma putra karana suara yang keluar dri dalam perutnya


" apa kau lapar? cacing cacing mu sudah kelaparan. " bertanya tapi tetap dengan suara datarnya.

__ADS_1


tanpa bicara apa2 putra langsung memberhentikan mobilnya di rumah makan. mereka berdua turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran dan putri memilih menu yang tersedia disana. setelah lama menunggu akhirnya pesanan mereka datang. dan benar saja putri langsung menyantap nya dengan lahap, tanpa menghiraukan kalau ada calon sumai di depanya


"dasar wanita rakus, makan saja seperti kesetanan" putra yang berbicara kecil sambil meminum kopi di tanagan nya


"maafkan tuan aku sangat lapar"tanpa sadar suci berbicara tpi penuh dengan makanan d mulutnya.


sejam mereka makan dan akhirnya beres mereka langsung bergegas pulang karna hari sudah sangat sore.


"akhirnya sampe juga d rumah, aku sangat cape sekali tuan, terima kasih ya sudah menemaniku berbelanja" sambil tersenyum sedikit kepada putra.


tapi putra tidak menjawab, dan setelah suci turun dri mobil langsung putar arah dan langsung pulang


uhh dasar manusia jutek ,gk tanggung ya itu nyebelin nya , aku biacara baik2 malah begitu sikap nya, gerutu suci sambil masuk kedalam rumah nya. tanpa sadar ibu nya mendengarkan kekesalan suci


"apa apan sih bu biasa saja, dia itu menjengkelkan, tidak ada baik2 nya,"sambil memayunkan bibirnya.


"gak boleh begitu suci, cinta akan tumbuh karna sering dan terbiasa dengan sikap calon suami mu itu, nanti kalo sudah jatuh cinta beneran baru rau rasa kamu" ibunya sambil tertawa melihat tingakah malunya karna di goda ibunya.


"sudahlah bu, suci capek mau mandi dan mau tidur, seharian ini putri sangant lelah buu" bicata sambil berjalan menuju kamarnya


****dirumah putra


"ehh anak mama sudah pulang. bagaimna jalan2 nya meneyangkn?? tanya tante sinta

__ADS_1


"sangat membosankan" jawaban ketus putra


"kau ini bilang membosankan tapi pulang se sore ini. cepat mandi sanah keringat kamu hampir tembus d hidung mamah"tante sinta berbicara sambil menutup hidungnya dengan tangan nya


"masa sih mah,, putra gak bau ko, masih wangi ," sambil mengendus2 menghirup aroma tubuhnya sendiri


"mama takut kalo keringat kamu tercium asem oleh suci " tante sinta tertawa kecil


"gak papa lah tercium bau juga biar dia tidak mau menikah sama putra, lagin bau asem juga putra tetap ganteng kan mah,??" sambil tersenyun pda ibunya itu


"sudah, sudah sana bersih bersih, kau ini ya tetap anak mama yang humoris terkadang sikap datar kamu sama wanita, andai kamu bisa seperti ini sama suci pasti dia langsung menyukaimu naak" ibunya putra berbicara panjang lebar tanpa sadar putra sudah menghilang d hadpan nya.


"putra ibu bicara kamu sudah mengilang saja, kebiasaan".


dikamar putra .


putra mengingat kejadian konyol tadi siang bersama suci


tuhan kenapa aku dbpertemukan dengan wanita itu, kalo tidak d pertemukan mungkin perjodohan ini tidak akan terjadi. tapi dia sangat cantik, apalagi saat dia cemberut imut sekali. Lalu putra sadar dari lamunan nya


"apa apan kau putra memikirkan wanita norak seperti dia. hoaamm aku mengantuk sekali"


akhirnya putra telelap tidur sampi tak terusik sedikitpun samapi kembari bertemu pajar lagi.

__ADS_1


__ADS_2