
setelah lumayan kelelahan putra mengejar mobil suci, akhirnya putra sampai d rumah nya. keluar dari mobilnya berlari secepatnya memasuki rumah dan menaiki tangga, sambil berteriak memanggil suci.
"suci, kamu dimana, aku akan jelasin semuanya" sambil berjalan menuju kamar, tpi terhenti oleh pertanyaan mamah nya.
"putra, kamu kenapa, apa kamu bertengkar sama suci, dia menangis dan berlari kekamar?
"nanti saja mah jelasin nya, aku mau bertemu dulu sama suci",,sambil berlari menuju ke kekamarnya, putra mengetuk ngetuk pintu kamar dan mencoba membuka nya tapi pintunya terkunci.
"suci buka pintu nya sayang , , aku mohon, aku akan jelasain semuanya!! suci,,,, ayolah,, jangan seperti ini, kalau gk di buka pintu aku akan dobrak."
tidak ada balasan suara suci di dalam , akhirnya putra mendobrak pintu kamarnya dan brruuuukk suara pintu terbuka. tapi putra tidak menemukan istrinya, berteriak putra memanggil nama istrinya di cari d setiap sudut ruangan tidak ada, ternyata suci berada di dalam kamar mandi dengan keadaan menggigil dan lemas karna akibat air yang membasahi badan nya.
"suci,,, kamu dimana sayang, jangan seperti ini, aku gk bisa di giniin terus"sambil berbicara mencari suci.
setelah mencari terdengar suara air di dalam kamar mandi dan putra menghampirinya.
"sayang,,, sedang apa di dalam sana, kenapa tidak menyahut panggilan ku?. ayoo keluarlah kita bicarakan ini baik baik" tapi putra berbicara dari tadi tidak ada sahutan dari suci akhirnya di dobrak pintu kamar mandi olehnya ,betapa kagetnya putra melihat keadaan istrinya yang menghawatirkan.
"astaga suci,,, !!apa yang kamu lakukan? ini hanya akan menyakiti dirimu" dengan cepat putra mengendong suci dan meletakan dulu d atas toilet, karna mau menbuka baju yang sudah basah kuyup. suci hanya diam dengan pikiran kosongnya, sudah terlihat sembab di matanya.
"maafkan aku sayang,,ini semua salahku, aku tiadak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu".suara penuh penyesalan putra.
putra melepas pakaian suci, dan di lap pakai handuk d setiap inci tubuh nya, setelah selesai suci di gendong menuju tempat tidur dan memakaikan pakainan nya. sebenarnya suci sadar dengan apa yang di lakukan putra. tapi suci tidak bisa bicara dengan keadaan badan nya yang sangat gemetan karna kedinginan.
"sayang,,, ayoo bicaralah, kamu tidak apa apa kan".pertanyan putra yang penuh kecemasan. dan akhirnya suci pun mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
"sayang, kenapa kamu melakukan semua ini? kenapa kamu sangat kewatir dengan keadaan ku?. bukan nya kalo aku sakit ataw aku mati kamu bisa bebas berpacaran dengan wanita lain" suara pelan dan pilu di iringi air mata suci.
__ADS_1
"stoopp,, janagan ulangi kata kata mu itu suci, aku tak suka mendengarnya.!!! apa kamu semarah ini sayang, sampai sampai kamu melakukan yang akan menyakiti dirimu" tangan putra langsung menarik kepala suci untuk bersandar di dadanya sambil mengelus ngelus pangkal kepalanya.
"tapi maaf, dengan keadaan kamu seperti ini, nanti saja aku jelasin semuanya, aku ingin keadaan kamu membaik dulu."setelah putra berbicara seperti itu, suci langsung menghadapkan wajah nya ke wajah putra ,entah dengan keadaan sadar atw enggak, tpi suci berbicara dengan beraninya, dan begitu banyak pertanyaan kepada suaminya itu.
"putra syang,, apa kamu mencintai ku,, apa kamu juga menyayangiku hingga ajal menjemput kita berdua, dan kita bahagia dengan adanya anak anak kita?. asal kamu tau, aku sudah lama merasakan cinta di hatiku untk mu putra, dan aku juga gak tau di mulai dari kapan perasaan ini tumbuh, meskipun pernikahan ini di awali dengan perjodohan" tatapan sayu suci membuat dia luluh.
"kenpa kamu bertanya seperti ini sayang,? tentu aku mencintaimu,, dan aku mau kamu jadi ibu dari anak anak ku"jawaban lembut putra dan menciumi kening suci.
setelah perbincangan mereka terdengar ketukan pintu dari luar. ternyata mamah sinta, dia menanyakan keadaan suci.
"putra,,, apa suci baik baik saja"teriakan kecil di luar puntu kamar putra
"gak apa apa ko mah, sudah putra atasi. oh iya mah, putra boleh minta tolong?klo gk keberatan tolong bi sumi suruh kesini ambilkan teh hangat untuk suci, karna putra gak bisa keluar dengan keadaan suci seperti ini"
"iyaa baiklah, nanti mamah akan suruh bi sumi untuk segera ambilkan." mamah sinta langsung pergi meninggalkan pintu kamar putra. dan putra di dalam sana tak henti hentinya mengelus ngelus kepala suci dan menciumi suci. tak lama kemudian bi sumi datang dengan membawa segelas teh hangat.
"iya bi, masuk saja, dan taroh gelas nya di meja"dengan kedatangan bi sumi putra tidak malu memperlihatkan kemesraan mereka di depan bi sumi. bi sumi hanya tersenyum melihat kebahagian mereka. dan bi sumi keluar dari kamar mereka. putra langsung memberikan teh hangat untuk istrinya itu.
"sayang,,, minum dulu teh nya ,mungkin ini akan membuat kamu lebih baik dan terasa hangat di badan mu" putra yang menyodorkan gelas berisi teh ,suci langsung meneguk nya. setelah meminunmya suci terasa ngantuk karna kecapean karna menangis, di tambah pelukan putra membuat tubuh nya semakin hangat. akhirnya tertidur di pelukan putra.
suci ternyata kamu kalo lagi marah seperti ini, menakutkan sekali. aku janji tidak akan mengulangi nya lagi. cuup, ciuman d kening suci. dan akhirnya putra pun ikut tertidur pulas bersama istrinya.
setelah cukup lama mereka tertidur akhirnya dia bangun. dan melihat putra tidur di samping nya sambil memeluk tubuh nya itu.
suci mulai membuka mata dan berbicra.
"sayang,,, kenpa ko aku bisa tidur bersama mu"sambil menyibakan tangan putra, dan putra pun terbangun karna gerakan tubuh suci.
__ADS_1
"sayang ,,kamu sudah bangun, apa kamu tidak apa apa,"
"enggak ko"sambil menggelengkan kepala.
"apa kamu masih marah padaku,? tolong jangan berbuat seperti ini, apalagi sampai menyakiti diri kamu sendiri"
"yaa mana aku bisa tenang melihat suami sendiri bermesraan dengan wanita lain" suara kesal suci sambil cemberut berbicara pada suaminya itu. putra tidak menjawab nya, tapi putra malah meberikan ciuman pda istrinya.
cuupp,, bibir putra mendarat di bibir suci. suci hanya dian karna ini ciuman mendadak, tanpa aba aba, tidak afa balasan dari suci atas ciuman suaminya itu. tpi putra malah menggigit sedikit bibirnya suci dan sontak seci pun berteriak.
"aawww,,, sakit sayang, kenapa ciuman mu kasar sekali" sambil memegang bibir yang di gigit suaminya itu.
"aku minta maaf,, itu karna kamu mengabaikan ciuman ku!.yaudah kita ulangi lagi, kali ini ciuman ku akan sangat lembut dan mesra sesuai keinginan mu".
sambil memegang pipi suci dan mengusap bibir manis nya itu.
"maksud ku bukan seperti itu say,,,,,"belum beres suci bicara putra langsung menutup bibirnya dengan telunjuk. dan mereka saling bertatapan. dan terjadilah ciuman mereka. perlahan tapi pasti, gerakan ciuman meraka memang di lakukan dengan lembut dan mesra ,hingga lama kelamaan menjadi panas, hinga nafas mereka tidak beraturan. tidak puas di situ saja, putra turun kebawah mengecup ngecup leher suci, dan mencium nya hingga meninggalkan jejak merah d leher suci akibat ciuman nya itu. tak pikir panjang lagi putra menaikan baju yang d kenakan suci dan melepaskan di badan nya. tidak ada perlawanan dari suci, suci hanya menikmati sentuhan suami nya itu. di lanjutkan permainan putra di dada mulus putih suci. dan suci hnya bisa mendesah.
"aaahh,,,," putra yang melihatnya hanya tersenyum,suara suci adalah nada yang indah d telinga putra ,karna menambah kehasratan nya itu. di bukakan bra yang membukus gunung kembarnya itu, dan membuang kesembarang tempat, dengan gemas nya putra bermain di area sana , seperti anak bayi yang baru mendpatkan mimi seminggu. setelah lama bermain di p""""ra suci putra langsung mencium kebawah ,dan terus sampai bawah. suci hanya bisa menikmati setiap permainan sumainya, karna dia merasa melayang, layang di buatnya.
"stop sayang!! berhenti di sana ,jangan di teruskan, ini sangat geli sekali"di suruh berhenti tapi suci malah semakin lebar mebuka kakinya.
"kamu tidak bisa menolak sayang, lihatlah gaya tubuh mu sendiri berbicara" suara tak beraturan putra. dan langsung saja putra memasukan senjata puskanya ke milik suci. desahan demi desahan, keringat yang bercucuran membuat mereka terbuai dengan adegan mereka, dengan tidak canggung lagi putra menyuruh suci duduk di atasnya, suci hanya menurut saja, ternyata dengan seperti ini suci bisa lebih leluasa melakukan gerakan nya begitupun sebaliknyan putra. ada sensasi berbeda dengan suci berada di atasnya.setelah cukup lama suci di atas, suci mulai mau merasakan puncaknya .
"sayaaang,,,,, aku aaahhhhn mau keluar" erangan suci.
"iya sayang,, aku juga mau sampai nih, kita bareng ya".kini putra yang semakin cepat menggerakan permainan nya ,dan akhirnya sampai juga di puncak kenikmatan mereka. terdengar suara ngos ngosan mereka, nafas yang sangat kencang seperti lari maraton karna kelelahan. mereka membaringkan tubuh nya beristirahat sejenak, dan sambil memakai pakaian. di sela sela istirahat mereka putra menanyakan keberadaan suci yang berada di dalam restoran tadi.
__ADS_1