
Citra Medika Hospital adalah rumah sakit terbesar di ibukota. rumah sakit ini telah berdiri tepat 10 tahun hari ini. untuk merayakan kesuksesan nya yang mampu berdiri menjadi rumah sakit elit dalam kurun waktu singkat, malam ini rumah sakit mengadakan anniversary nya yang ke 10.
semua kalangan di undang untuk merayakan, tak terkecuali Prayoga Ningrat, seorang dokter kandungan yang telah bekerja 3 tahun terakhir di sana. ia memasang dasi seraya memandang postur tubuhnya di kaca besar yang ada dalam kamar nya.
" sudah mau berangkat? " tanya ibu Nurwati.
" iya Bu, aku pamit sebentar ya Bu. ingat kesehatan ibu itu kurang baik. jangan bersihkan kamar ku. setelah aku pulang nanti akan aku rapikan semua nya. aku tak akan lama." ucap Yoga. ia mewanti wanti ibunya agar jangan kelelahan. ibu Wati adalah orang yang rajin. ia tak tahan jika melihat rumah itu nampak berantakan sedikit saja.
" jangan khawatirkan ibu, ibu bisa jaga tubuh ibu sendiri " sahut nya
" hmm... ibuuuu... " ucap Yoga dengan nada yang panjang. sedangkan ibu Wati hanya terkekeh
" iya iya.. tak usah buru buru. pulang lah jika acara nya sudah selesai "
" iya Bu, aku pamit sebentar ya Bu. Assalamualaikum " ucap Yoga. ia mencium tangan ibunya, tak lupa ia juga mencium kening ibu nya sebelum berangkat. ini juga ia lakukan setiap hari sebelum ia berangkat kerja ke rumah sakit.
" hati hati di jalan " teriak ibu nya.
" iya boss ".. sahut Yoga.
Yoga hanya tinggal berdua dengan ibunya. ayah nya telah meninggal saat Yoga menerima kelulusan SMA. sejak itu, Yoga harus kerja keras untuk membiayai kuliah kedokterannya. beruntung ia mendapat beasiswa sehingga ia hanya perlu membayar uang kos, makan, dan buku buku nya.
sementara ibu Wati juga harus bekerja memenuhi kebutuhan hidup nya sendiri. itu sebab nya Yoga sangat menyayangi ibu nya. ia merasa bersalah karena semasa kuliah, ia tak bisa memberi nafkah untuk ibunya. sekarang masa kerja ibu nya telah usai dan Yoga hanya ingin ibu nya menikmati masa tua dengan semua kebutuhan ibu nya ia yang tanggung.
__ADS_1
Yoga keluar dari mobil pribadi nya. malam ini anniversary rumah sakit di lakukan di lantai paling atas, yaitu lantai 50. sementara lantai lantai di bawah nya tetap di huni oleh para pasien. para dokter yang tak punya Sif di wajibkan untuk datang. tiba di pintu masuk, langkah Yoga terhenti. ia kembali menaiki lift menuju lantai paling bawah. Ia masuk kedalam mobil, mencari sesuatu di dalam sana.
" bagaimana bisa aku lupa membawa undangan masuk." gerutu Yoga. ia lalu melihat jam di pergelangan tangannya. jika ia kembali ke rumah sekarang, ia tak akan sempat kembali lagi kermah sakit. malam itu semuanya memang harus menggunakan undangan karena tak hanya dokter, para investor rumah sakit juga akan hadir. jadi tak sembarang orang bisa masuk.
Tiba tiba Yoga melihat seorang gadis cantik, berjalan mendahului nya. gadis itu memegang undangan di tangan kiri nya.
" permisi nona, nama saya Yoga. saya dokter di rumah sakit ini, malam ini saya lupa membawa undangan. boleh saya masuk bersama nona? " tanya Yoga penuh harap.
ia hanya ingin bertemu kepala rumah sakit, serta mengisi absensi setelahnya ia akan pulang. Yoga juga tak ingin berlama lama berada di acara itu. Naywinda meneliti lelaki di depan nya itu dari atas ke bawah. tak ada tampang orang yang mencurigakan.
" baiklah. ayo masuk " ucap Winda. ia menyerahkan undangan yang ia punya kepada Yoga. Yoga nampak lega karena ia tak perlu lagi pulang ke rumah.
" dia pasangan saya " ucap Winda kepada penjaga saat Yoga memberikan undangan kepada mereka.
" terima kasih banyak nona, karena telah banyak membantu. kalau begitu saya permisi dulu " ucap Yoga. ia pamit karena ia ingin mengisi absensi nya. Yoga Ingin cepat cepat pulang karena di rumah ibu nya tinggal sendirian. Winda hanya mengangguk kecil tanpa menjawab Yoga perkataanya.
dari kejauhan, Winda menatap Yoga yang tengah berbincang dengan kepala rumah sakit. senyum kecil merekah di wajah cantik nya.
" hmm... dia tampan juga. kulitnya putih bersih, badannya tinggi, hidung mancung, dan rambut nya kecoklatan. sangat ideal jika ingin di jadikan tipe suami " gumam Winda.
" selamat malam nona " ucap pak Wahyu sang kepala rumah sakit. Winda tak sadar jika kepala rumah sakit telah berdiri di depannya.
" eh.. malam. bagaimana kabar rumah sakit " ucap Winda tanpa basa basi. pak Wahyu pun tersenyum.
__ADS_1
" saya pikir anda akan menanyakan kabar saya "
" dengan anda berdiri di depan saya saja sudah menunjukkan bahwa keadaan anda cukup baik " sahut Winda. ia mengambil segelas wine yang di berikan oleh pelayan.
" seperti yang anda lihat, rumah sakit berjalan lancar. " ucap pak Wahyu sambil tersenyum.
" baguslah " .. sahut winda.
Ayah Naywinda adalah investor yang menyalurkan dana paling besar di rumah sakit ini. tak heran jika kepala rumah sakit langsung menghampirinya saat melihat kedatangan Winda.
" lelaki itu, apakah ia dokter di sini " tanya Winda sambil melirik ke arah Yoga.
" oh dia. iya, dia dokter kandungan " ucap pak Wahyu.
" apa ada masalah nona? " sambung pak Wahyu, Winda pun menggeleng.
" tidak. aku hanya penasaran " sahut Winda dengan senyum penasaran nya. pak Wahyu pun mengangguk tanda mengerti.
......☘️☘️☘️......
Hai readers... dukung karya baru Author ya😍😍..
jangan lupa tinggalkan like dan komennya jika kalian membaca novel ini.
__ADS_1
terimakasih para ayanggg 🤭..