
Naywinda Nugroho adalah putri tunggal dari pasangan Antonio Nugroho dan Mila Sartika. sifat Winda benar benar menurun dari ayah nya. ia dingin dan tegas dalam bekerja. di usia nya yang baru 27 tahun, Winda sudah sering memenangkan tender besar yang pastinya memberi keuntungan fantastis untuk perusahaan yang di tinggalkan oleh almarhum ayah nya.
3 hari setelah acara anniversary rumah sakit, mama Winda yaitu Mila Sartika meminta anak nya untuk pulang ke mansion karena ada hal penting yang akan ia bicarakan.
" pasti menikah " ketus Winda pada Roy asisten nya.
" mengapa anda tidak menikah saja nona " sahut Roy.
" menikah itu rumit. melelahkan, membosankan, menyebalkan, dan aku tidak siap untuk itu" sahut Winda.
" bukankah umur anda sudah matang. 27 tahun itu ideal jika ingin menikah "
" hmmm... aku tak mau menikah dengan sembarang orang " sahut Winda. Roy hanya mengangguk kecil. tak berselang lama, mobil mereka pun tiba di sebuah mansion mewah. mansion itu hanya 3 lantai tapi luasnya tak main main.
Winda langsung menemui ibunya di meja makan. kebetulan beliau memang telah menunggu kedatangan winda. Winda jarang pulang ke rumah, karena ia lebih suka tinggal di apartemen pribadi nya, yang memang jarak apartemen itu dari kantor nya tak jauh. hanya butuh 7 menit perjalanan menggunakan mobil pribadinya.
" uhh... sayang apa kabar " ucap mama Mila. mama yang telah melahirkan winda. ia langsung memeluk anaknya yang telah tiba di sana.
" aku sehat ma."
" duduk dulu " ucap mamanya.
__ADS_1
" kenapa ma " tanya Winda sambil mengambil makanan yang ada di meja makan.
" begini, sahabat papa kamu pak Wardoyo datang kemarin. ia menanyakan kabar kamu. kata nya ia dan almarhum papa kamu itu dulu pernah menjodohkan kamu dan anak pak Doyo. Kamu kenal kan dengan Niko anak nya pak Doyo?" ucap mama tanpa basa basi.
" ma, aku ga mau di jodohkan. sekarang bukan lagi jaman nya Siti Nurbaya." kesal Winda.
" mama tidak meng'iya kan omongan pak Doyo. dan mama bisa saja membatalkan perjodohan itu asal kamu bisa membawa calon pilihan kamu ke sini. jika tidak mama terpaksa menyetujui pak Doyo." ucap Mila dengan santai. ia tak ingin mengekang putrinya. bagi mama Mila pernikahan itu bukan hal main main. dan ia tak ingin putri nya menikah dengan orang yang salah.
" aku sudah punya calon kok." sahut Winda dengan cuek nya.
" oh ya? siapa? kenapa ga bawa ke sini? Kamu gimana sih. kenalin dong ke mama kalau itu calon kamu " ucap Mila.
" hmm... oke. mama tunggu loh ya " ucap mama Mila sambil tersenyum senang.
" apa kerjaan nya? "
" ma, jangan bilang mama itu pandang kasta " ucap Winda dengan tatapan menyelidik.
" mana mungkin. mama ga pernah mandang lelaki dari harta. mama kan cuma nanya apa kerja nya. "
" rahasia dong. nanti biar dia sendiri yang kasih tau mama apa kerja nya " sahut Winda.
__ADS_1
" okeee " ucap mila sambil mengangguk kecil.
setelah selesai sarapan, Winda langsung pamit. ia ingin berangkat ke perusahaannya. tiba di dalam ruangan nya, Winda langsung memanggil Roy sang asisten.
" ada yang bisa saya bantu nona? " tanya Roy saat ia telah berada di dalam ruangan Winda.
" kau temui pak Wahyu, minta daftar dokter kandungan yang bekerja di Citra Medika Hospital." ucap winda
" baik nona " sahut Roy. tak butuh waktu lama daftar para dokter yang bekerja di rumah sakit itu langsung berada di tangan Winda. satu persatu lembar kertas itu ia buka hingga kertas itu berhenti saat Winda melihat foto Yoga tertera disana.
" Prayoga Ningrat, 28 tahun. " gumam nya.
" Royy! " panggil Winda.
" iya nona? "
" besok kau minta lelaki ini untuk menemui ku di sini. ada hal penting yang ingin aku katakan pada nya. " ucap Winda.
" baik nona " sahut Roy.
" sudah ku bilang, dia tipe ideal jika ingin di jadikan calon suami " gumam Winda.
__ADS_1