Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan

Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan
Bertemu calon mertua


__ADS_3

Hari ini, Winda datang ke rumah sakit sekitar pukul 8 pagi. ia dan Yoga telah membuat janji temu pada mama Mila siang ini. Winda sengaja datang lebih awal karena ia ingin bertemu ibu Wati sebelum mereka berangkat ke mansion mama Mila.


" aku sudah di depan " Winda mengirim pesan pada Yoga. dengan segera Yoga membuka pintu ruangan ibu nya.


" selamat pagi " ucap Winda saat telah memasuki kamar inap ibu Wati. tak lupa ia juga membawa buah buahan untuk calon mertuanya.


" pagi.. eh siapa ini " tanya ibu Wati. Winda segera menghampiri ibu Wati dan mencium tangan nya yang masih terpasang selang infus.


" gimana kabar nya Bu?" tanya Winda.


" sudah mendingan. ini siapa " tanya Bu Wati sambil melirik ke arah Yoga.


" ah, Bu kenalin ini calon istri Yoga. namanya Naywinda. ibu bisa panggil dia Nay" sahut Yoga


" oh iya Bu, tadi Nay belikan buah sekalian lewat " Nay menaruh buah yang ia bawa itu di atas meja.


" kalian ngobrol aja, aku mau mandi dulu " ucap Yoga. ia pun meninggalkan kedua perempuan itu disana.


" Bu, apa ibu boleh makan buah? " tanya Nay.


" boleh nak "


" kalau begitu aku kupasin apel untuk ibu ya " Nay langsung berdiri untuk mengambil pisau kecil. ia lalu duduk di samping bangkar Bu Wati Sambil mengupas buah apel.


" Nay tinggal dimana? "


" di apartemen Bu. ga jauh juga dari sini. kebetulan apartemen nya dekat sama tempat kerja. " ibu Wati hanya tersenyum mendengar perkataan Nay.


" oh iya Bu, Nay mau minta izin siang nanti mau ajak Yoga ketemu sama mama. boleh gak Bu? "

__ADS_1


" boleh nak " sahut nya.


" kalau ibu boleh tau, udah berapa lama kalian kenal? "


" hmm... belum lama bu." jawab Nay dengan senyum manis nya.


" Yoga itu belum pernah bawa perempuan untuk dikenalin ke ibu, kamu yang pertama. jadi waktu Yoga bilang ingin menikah, ibu senang sekali. selama ini Yoga sibuk bekerja. semasa kuliah dia sibuk kerja untuk biaya kuliah nya. setelah bekerja pun, ia tak sempat berpacaran karena mungkin ia terlalu sibuk di rumah sakit. pernah ibu memarahinya, ibu takut dia malah suka sama Willy " ucap Bu Wati sambil terkekeh..


" Willy siapa Bu? " tanya Nay.


" Willy itu teman dekat nya Yoga. dia laki laki " sahut Bu Wati.


" phuufttt " Naywinda terkikik berusaha menahan tawa nya.


" Nay, kamu kerja apa nak? "


" oh... kasian kamu. nanti kalau kamu sudah menikah, kamu tak perlu capek capek kerja lagi. biar semua di tanggung Yoga"


" iya Bu " sahut Nay sambil tersenyum.


ceklek, pintu kamar mandi di buka. yoga keluar dari sana dengan telah menggunakan pakaian yang rapi. ia menggunakan setelan kemeja putih, di padukan dengan celana hitam. sambil memasang jam di pergelangan tangan nya, ia menyapa kedua wanita itu.


" ngobrol apa Bu? " tanya Yoga


" eh.. anak Lanang ga boleh tau urusan perempuan. " sahut Bu Wati.


" Bu, aku mau ketemu sama mama nya Nay. aku sudah telpon Willy sama Ana. biar mereka yang nemenin ibu disini selama aku pergi. aku janji ga akan lama " ucap yoga.


" iya, ibu sendiri juga ga papa. "

__ADS_1


" no.. tunggu aja sebentar lagi. 10 menit lagi mereka tiba. jangan banyak gerak, kondisi ibu masih lemah. jika perlu apa apa langsung beritahu Willy. aku pamit dulu ya Bu " ucap Yoga. ia mencium tangan ibunya, tak lupa ia juga mencium kening ibunya.


" hati hati di jalan ya " ucap Bu Wati.


" Bu, kami permisi dulu ya Bu " ucap Naywinda yang di balas anggukan oleh ibu Yoga. Mereka berdua keluar dari kamar itu menuju perkiraan di rumah sakit. keduanya menaiki mobil milik Nay. di perjalanan Nay tak henti henti nya bicara.


" kelihatannya kau sangat sayang pada ibu mu " ucap Nay membuka obrolan.


" memangnya kau tidak? "


" sayang dong.. tapi aku dan mama tidak sedekat kalian. saat masuk SMA aku sudah tinggal sendiri di Canada. ya walaupun mama sering datang mengunjungi ku 3 bulan sekali. sekarang pun aku lebih suka tinggal sendiri. setelah papa meninggal, mama sering murung. agar tak terlalu sedih dia sering keluar bersama teman teman nya. jarang ada di rumah. aku tak masalah. karena mansion itu cukup luas, dan sepi aku akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen ku. apartemen ku tidak luas, ya cukup bagus untuk aku yang tinggal sendiri." ucap Nay panjang lebar.


" setelah kita menikah nanti, aku ingin mengajak ibu tinggal bersama kita. kasian ibu kaki nya sering sakit jadi sering susah berjalan. apalagi sekarang sejak jatuh di kamar mandi, dia tak bisa berdiri. bahkan kondisinya melemah."


" aku tak masalah. " sahut Nay. tak terasa mereka pun tiba di mansion keluarga Naywinda. Yoga nampak sedikit lengah melihat luasnya mansion milik Nay. ia kemudian menoleh ke arah Winda.


" Nay, mansion keluarga mu sebesar ini. aku merasa sedikit insecure ke kamu. padahal banyak lelaki kaya di sekitar mu. kenapa malah memaksa ku menikahi mu" ucap Yoga


" Kamu merasa terpaksa?" tanya Winda.


" ya tentu saja." sahut Yoga dengan cepat. Nay terkekeh mendengar jawaban Yoga.


" aku sudah punya banyak uang. jadi aku tak perlu suami yang kaya. aku butuh suami yang tampan agar nanti bisa memperbaiki keturunan. dan mama ku hanya butuh menantu yang bertanggung jawab. aku yakin kamu bertanggung jawab. aku bisa melihat dari cara kamu memperlakukan ibu mu"


" kau bilang tidak ingin punya anak " sahut Yoga


" siapa tau aku berubah pikiran " jawab Naywinda. Yoga terdiam mendengar ucapan gadis itu.


" ayo turun. mama pasti sudah menunggu di dalam." ucap Nay.

__ADS_1


__ADS_2