Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan

Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan
Menikah dan resepsi


__ADS_3

sudah 3 Minggu berlalu, dan keadaan yoga sudah berangsur membaik. hari ini Yoga dan Winda akan melakukan ijab kabul sekaligus resepsi pernikahan mereka. Yoga sudah menunggu Winda di bawah sedangkan Winda masih berada di kamar bersiap siap.


tok tok tok.. pintu kamar itu di ketuk, ternyata yang datang adalah Mayang sahabat baik Winda. selama ini Mayang berada di Canada dan dia sengaja menyempatkan waktu untuk pulang ke tanah air demi menghadiri pernikahan sahabat nya ini.


" ahhh... Mayang.. " ucap Nay ia berlari kecil hendak memeluk gadis itu. begitupula dengan Mayang.


" ah.. Nay, kamu jahat kenapa kamu menikah duluan? katanya janji ingin menikah di hari yang sama dengan ku" ucap Mayang. ia pura pura kesal terhadap Winda.


" emang nya kamu udah punya calon?" tanya Winda dengan nada mengejek.


" punya lah, tapi sayang aku di gantung. aku juga ga tau apa hubungan kami sebenarnya " ucap Mayang. ia kembali pura pura menangis.


" aku katakan pada mu yah. jangan gengsi, jika laki laki tak menambak mu, maka kau yang menembak lebih dulu" ucap Nay dengan penuh semangat.


" jangan bilang kau menembak Prayoga lebih dulu " ucap Mayang menyelidik.


" tentu saja aku. kalau menunggu dia, kami pasti tak akan menikah begini. oh ya apa kau membeli pil yang aku minta? " tanya Nay.


" sure, ini. aku bilang pada pelayan apotek aku ingin pil penahan kehamilan " ucap Mayang sambil menyerahkan 1 botol kecil itu pada Nay.

__ADS_1


" penahan kehamilan? seperti ada yang aneh. tapi sudah lah. terimakasih sekarang kau keluar dulu. sebentar lagi aku akan turun " ucap Nay. Mayang pun menurut, Mayang berbaur pada tamu undangan yang ada di lantai bawah. pernikahan Nay dan Yoga di langsungkan di sebuah hotel yang cukup mewah. pesta itu di hadiri oleh seluruh kolega bisnis Naywinda begitupula dengan rekan kerja Yoga di rumah sakit. hanya saja sahabat Yoga yaitu Anjana tak bisa hadir. menurut Willy Ana sedang tak enak badan.


" bagaimana para saksi sah? "


" sahhhh " suara riuh terdengar dari para tamu undangan saat Yoga telah selesai membaca ijab kabul mereka. semua tamu undangan nampak bahagia. tak terkecuali Willy.


" Ga, selamat ya. sekarang kamu sudah menikah. otomatis kita tak akan bisa kumpul lagi seperti dulu. kemana mana bertiga. merayakan ulang tahun bertiga. main sampai pagi bertiga. Kamu pasti akan sibuk dengan keluarga baru mu" ucap Willy sambil menunduk. ia tak mau menatap mata sahabat nya itu. baru kali ini Willy yang biasanya konyol berbicara secara serius.


" kau bicara apa. sampai kapan pun kita tetap sahabat. oh iya ada hal yang ingin aku bicarakan pada mu. sebenarnya ibu punya cafe besar dan sekarang dia akan buka cabang baru." ucap yoga.


" loh, kok bisa " tanya Willy.


" terimakasih teman. selain kita yang masih bisa bertemu, aku dan Ana akhirnya bukan pengangguran lagi " ucap Willy.


" iya-iya. tolong lepaskan pelukan mu. kau lupa hari ini adalah acara ku. dan aku adalah pusat perhatian disini. apa kata orang orang jika kau memeluk ku " ucap Yoga sambil mendorong tubuh Willy.


" haha.. maaf aku terlalu senang " ucap Willy.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


setelah perjalanan panjang, pesta pernikahan itu pun akhirnya berakhir juga. Nay dan Yoga langsung masuk ke kamar hotel untuk beristirahat. mereka sudah tidak begitu canggung karena sudah hampir sebulan mereka telah tinggal di kamar apartemen. Nay masuk ke kamar mandi lebih dulu. dia langsung meminum 1 pil yang tadi pagi di berikan oleh Mayang.


setelahnya ia keluar dengan hanya menggunakan jubah handuk. Yoga nampak tak terlalu memperhatikan Nay. Yoga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. lalu Yoga pun keluar kamar mandi dengan menggunakan kaos pendek, dan celana santai nya. ia sedikit kaget melihat penampilan Nay.


" kenapa tak ganti baju " ucap Yoga. ia pun perlahan duduk di sofa mengambil tablet nya, Yoga ingin melihat perkembangan cafe yang sekarang sudah di berikan padanya. memang setelah pak Darma mengunjungi nya hari itu. Yoga nampak sedikit lebih sibuk saat dirumah, karena saat di rumah sakit ia tak bisa memantau perkembangan cafe itu. apalagi sekarang seluruh keuntungan cafe belum Yoga ambil, karena keuntungan cafe ia investasikan ke kontrakan yang sekarang tengah di bangun. Yoga mengambil segelas kopi yang sudah tersedia di atas meja. perlahan ia menyeruput kopi itu.


" uh panas sekali yah " ucap Nay sambil mengipas ngipas kan wajah nya menggunakan tangan nya.


" uhuk uhuk ... " Yoga tersedak saat melihat Nay membuka jas handuk nya. bagaimana tidak, di balik jubah handuk itu Nay menggunakan dress merah menyala yang panjang nya hingga bawah lutut. tapi dress itu nampak transparan. beruntung di dalam dress itu Nay memakai celana mini bukan hanya pakaian dalam. dengan cepat Yoga membalik kan tubuhnya.


" sepertinya kau lebih bagus pakai jubah handuk tadi" ucap Yoga.


" kenapa. aku panas sekali " sahut Nay. mendengar itu, yoga langsung mematikan tabletnya. dengan segera ia naik ke atas kasur untuk tidur.


" Yoga! Kamu tidur? " kesal Nay. tak ada jawaban dari Yoga.


" ih kesal deh. aku udah pake parfum yang menggoda padahal" gerutu winda. Winda yang kesal itu juga akhirnya naik ke atas kasur untuk tidur. ia sengaja memeluk Yoga berharap lelaki itu bangun. namun lama di tunggu Yoga tak kunjung bangun. Nay yang memang tadi nya merasa lelah setelah melakukan resepsi akhirnya tertidur.


setelah memastikan bahwa Nay benar benar telah tidur, Yoga langsung berlari ke kamar mandi. ia kembali mandi karena ia merasa tubuhnya sangat panas.

__ADS_1


" ternyata Nay cukup melawan juga. kenapa pula dia yang tak pakai baju berdiri di depan ku begitu. hampir saja kamu keceplosan " gumam Yoga sambil melihat Junior nya yang ada di bawah sana


__ADS_2