Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan

Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan
Perdana 1 rumah.


__ADS_3

ceklek.. Roy membuka pintu apartemen tanpa mengetuk lebih dulu. Roy memang terbiasa seperti itu karena biasa nya Nay akan berada di dalam kamar. jadi dia hanya akan mengetuk pintu kamar. tapi kali ini Roy kaget saat melihat Yoga tengah duduk di sofa sambil menonton tv. lebih kaget lagi, Yoga hanya menggunakan handuk dengan bagian dada yang terekspos sempurna. begitupun dengan bagian paha nya, karena memang jubah handuk itu milik Winda. Roy menelan Saliva nya. bagaimana tidak, ia merasa masuk ke apartemen pada saat yang tidak tepat.


" kenapa tak getuk pintu " tanya Nay, saat ini Winda tengah menggunakan kacamata hitam


" maaf " ucap Roy. ia pun keluar, kemudian ia mengetuk pintu apartemen itu.


" masuk " ucap Winda.


" repot sekali. kenapa harus keluar kalau akhirnya akan masuk lagi " ucap Yoga.


" biar tidak kebiasaan. karena mulai sekarang aku tidak tinggal sendiri lagi." sahut Winda tanpa melirik ke arah Yoga sedikit pun.


" nona winda, kenapa anda mengenakan kacamata hitam di dalam rumah? " tanya Roy sambil menghampiri mereka.


" kau tak lihat di sana. ada pemandangan yang tak seharusnya ku lihat. cepat berikan baju itu padanya"


" baik nona " ucap Roy.


" ini tuan. tenang saja ini baju baru, bukan baju saya " ucap Roy seakan tau arti dari lirikan Yoga.


" kirim no rek mu, nanti ku ganti uangnya." ucap Yoga seraya mengambil paper bag yang ada di tangan Roy.


" tidak usah tuan, ini sudah di bayar oleh nona" ucap Roy.


" siapa yang akan memakai baju ini? " tanya Yoga.


" anda tuan " jawab Roy.

__ADS_1


" jadi saya yang akan bayar. uang itu untuk mu saja " sahut Yoga. ia tidak ingin menggunakan uang istrinya. bagaimanapun Yoga adalah laki laki, dan seharusnya Yoga membelikan pakaian istrinya. bukan malah sebaliknya.


" tapi aku tak keberatan membeli baju mu " ucap Nay


" tapi aku keberatan menerimanya." ucap Yoga. ia kemudian meninggalkan Nay dan Roy. ia masuk ke kamar hendak mengganti baju nya.


" kembalikan uang ku " ucap Winda. sambil menoleh ke arah Roy, dia kemudian melepas kacamata hitam nya.


" kata tuan Yoga uang itu untuk saya nona" ucap Roy seraya tersenyum pada Nay.


" tapi itu uang ku. aku tak mau memberikannya padamu " ketus Winda.


" hehe.. baik nona Winda. nanti saya ganti kalau tuan Yoga sudah mengembalikan uang nya " ujar Roy.


" bagus.. hus sana pulang." usir Nay sambil menepis tangan nya.


" maklumi saja, mereka itu pengantin baru " gumam Roy dengan sedikit kesal.


tok tok tok..


" masuk " sahut Yoga dari dalam saat Nay mengetuk pintu kamar nya.


" aku kira kau sudah tidur" ucap Naywinda


" hmm... nanti kau tidur di sini, biar aku tidur di sofa ruang tv" ucap Yoga saat Nay memasuki kamar itu.


" kenapa harus pindah ke sofa? kenapa tak tidur disini saja? " tanya Winda. Yoga langsung melirik ke arah Naywinda.

__ADS_1


" kau yakin ingin tidur satu kamar dengan ku?" tanya Yoga memastikan.


" memang kenapa? lebih baik kau tidur di ranjang ini dengan Ku. kau pasti lelah, sudah 2 hari kau kurang istirahat karena kondisi ibu menurun. dan hari ini kau nampak lelah sekali, bahkan kau tak ingin makan sedikit pun. kau tenang saja aku tak akan menyentuh mu. lagipula kita ini bukan novel, yang setelah menikah kontrak lalu menolak tidur satu ranjang dan pada akhirnya nanti tetap tidur seranjang juga" ucap Nay sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" seharusnya aku yang mengatakan itu padamu" jawab Yoga


" bagian mana nya? " tanya Nay balik.


" kau tenang saja, aku tak akan menyentuhmu. bagian yang itu" ucap Yoga mengulang pernyataan Naywinda.


" mau kau atau aku yang mengatakan, tak kan ada beda nya" jawab Nay sambil tersenyum penuh arti. ia membalikkan tubuh nya, agar tidur membelakangi Yoga.


...☘️☘️☘️...


jam 7 Nay bangun pagi. tapi tak ada yoga di samping nya. dilihat nya jam di atas meja, mata Nay langsung melotot.


" astaga pagi ini aku ada rapat penting" ucap nya. dengan segera ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah itu ia langsung bersiap siap menggunakan setelan kantor nya. saat keluar kamar, ia melihat makanan yang sudah tersaji di atas meja.


" Kamu yang masak ini? " tanya nya pada Yoga.


" tentu saja, siapa lagi kalau bukan aku " sahut Yoga, ia memberikan segelas susu hangat pada Nay. Nay langsung meminum nya, setelah itu ia berniat ingin langsung berangkat ke kantor. Yoga pun segera menahan tangan gadis itu.


" makan dulu." ucap nya.


" tapi aku ada meeting pagi ini, nanti saja ya" sahut Nay. ia kemudian pergi meninggalkan Yoga dengan buru buru. Yoga menatap nanar makanan yang telah ia masak di atas meja itu. dengan perasaan yang mengganjal ia pun menyimpan makanan itu ke dalam kulkas, kemudian ia bersiap siap ingin berangkat kerja.


Yoga tak ingin berlarut dalam kesedihannya. jika ibu nya masih ada, pasti ibunya akan lebih sedih kala melihat kondisi nya yang seperti sekarang. mulai hari ini ia bertekad akan membuka lembar baru. ia akan berusaha menerima Winda. sesuai janjinya pada sang ibu saat beliau masih ada.

__ADS_1


__ADS_2