
jam 11 malam, Yoga baru saja tiba di rumahnya. ia di sambut oleh sang ibu di pintu utama. rumah mereka tidak besar, tapi cukup besar jika di huni oleh satu keluarga kecil.
" belum tidur Bu? " tanya Yoga. ibu Wati hanya menggeleng.
" cepat masuk, ada sesuatu di dalam kamar mu" ucap ibu.
" emang apa Bu? ibu ga kenapa Napa kan? " tanya Yoga dengan cemas.
" ngga apa apa nak. cepet sana masuk "
dengan segera Yoga berlalu menuju kamar nya. baru saja ia membuka pintu, kedua sahabatnya pun mengagetkan Yoga.
" suprise!!!! " pekik Anjana dan Willy secara bersamaan...
" happy birthday to you..
happy birthday to you..
happy birthday happy birtday..
happy birthday to you 🥳🥳 "... Ana dan Willy kompak bernyanyi.
" tunggu tunggu, siapa yang ulang tahun? aku ga ulang tahun hari ini " ucap Yoga. ia nampak bingung dengan kedua tingkah sahabatnya.
" ayo ikut nyanyi " ucap Ana.
" tiup lilinnya tiup lilinnya..
tiup lilinnya sekarang juga
sekarang juga sekarang juga "
walau nampak bingung Yoga tetap ikut bernyanyi bersama mereka. Willy dan Ana pun dengan kompak meniup lilin yang ada di kue itu.
" ini yang ulang tahun siapa? " tanya Yoga.
__ADS_1
" lah kamu lupa? ini ulang tahun ku " ucap Willy sambil tertawa.
" lah terus kenapa kasih surprise nya ke aku?" tanya Yoga.
"Willy nungguin kamu kasih surprise ke dia, tapi kamu ga kasih. ya udah aku aja yang kasih dia kejutan. dan tentunya kamu juga harus ikut ngerayain. kita kan bestie " sambung Ana dengan tawa nya.
" astaga .. " ucap Yoga. tingkah teman temannya memang kadang selalu membuat nya bingung. Ana dan Willy adalah sahabat baik Yoga saat di kampus. sayang Ana putus kuliah karena kendala biaya, sedangkan Willy masih belum mendapat pekerjaan. bisa di bilang antara mereka Yoga yang nasib nya paling beruntung.
" tunggu apa lagi? ayo potong kue " ucap Yoga yang nampak tak sabar.
" baiklah, potongan pertama aku serahkan ke Ana " ucap Willy.
" loh aku? " tanya Yoga.
" kita berdua lelaki. sedangkan Ana dia sendiri yang perempuan " sahut Willy.
" oke oke. alasan yang masuk akal " sahut Yoga pasrah.
" baiklah, potongan ke 2 aku serahkan ke kamu bestie " ucap Willy yang tengah menahan tawa nya.
" hahaha... Iya sorry. buka mulut mu teman " baru saja Yoga ingin memakan kue suapan Willy, tiba tiba ibu Wati berteriak. Yoga yang mendengar teriakan ibunya langsung berlari mencari asal sumber suara. begitupun Willy dan Ana yang mengikuti nya dari belakang.
alangkah terkejutnya Yoga saat mendapati ibu nya telah pingsan di kamar mandi. dengan segera ia menggendong ibunya dan langsung melarikan beliau ke rumah sakit. ibu Wati langsung di larikan ke ruangan UGD guna mendapatkan pertolongan.
beberapa dokter masuk ke dalam ruangan itu hendak memeriksa ibu Wati. tak berselang lama dokter sekaligus rekan kerja Yoga itu keluar dari sana.
" gimana an ? " tanya Yoga pada Andri. dokter yang menangani ibu nya.
" kritis Ga. sepertinya kepala ibu Wati terbentur, kita rawat inap ya. masih ada beberapa pengecekan yang harus ibu Wati lakukan. Lo yang sabar" ucap Andri sambil menepuk bahu Yoga.
" seketika tubuh Yoga melemas. ia belum lama jadi dokter. bahkan ibunya pun belum sempat menikmati hasil kerja keras Yoga, tapi ibunya sekarang tengah kritis.ia bahkan tak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada ibunya nanti.
" ga kamu ga papa? " tanya Ana, ia menepuk pelan bahu Yoga berusaha menenangkan sahabatnya itu. tapi yoga hanya menggeleng.
" Will boleh minta tolong? " tanya Yoga
__ADS_1
" boleh " sahut Willy.
" tolong ambilkan beberapa baju sekaligus jas dokter di rumah ku. aku akan menginap di rumah sakit ini. kasian ibu, aku gak mau tinggalin dia sendiri di sini " ucap nya.
" jangan khawatir. nanti aku ambilin semua keperluan kamu di rumah ya" jawab Willy. Yoga pun mengangguk.
keesokan harinya Yoga di panggil oleh pak Wahyu, ia di minta datang ke ruang kepala rumah sakit itu.
tok tok tok....
" masuk " sahut pak Wahyu dari dalam. Yoga pun langsung memasuki ruangan itu.
" bapak memanggil saya? " tanya Yoga.
" Kamu? " pak Wahyu bertanya dengan isyarat matanya.
" ah, saya Prayoga pak. dokter spesialis kandungan" jawab Yoga.
" oh iya iya.. doktor muda yang berbakat Prayoga ya. jadi begini Yoga, kamu diminta oleh investor rumah sakit kita untuk datang ke perusahaannya. ini alamatnya " ucap pak Wahyu sambil menyerahkan secarik kertas pada Yoga.
" saya harap kamu jangan mengecewakan beliau, karena ia investor dana paling besar di rumah sakit kita." sambung pak Wahyu.
" tapi kenapa ya pak? " tanya Yoga.
" saya kurang tahu, tolong kamu datang kesana ya. besok saya akan kosongkan jadwal kamu "
" hmmm... tapi pak, sekarang ibu saya sedang di rawat. jadi saya tak bisa... " perkataan Yoga langsung di sela pak Wahyu.
" Kamu tenang saja. ibu Wati kan, pasien UGD di lantai 14. saya akan meminta 1 perawat merawat ibu Wati khusus hari itu tanpa meninggalkan nya " ucap pak Wahyu.
" hmm... baiklah pak. besok saya akan kesana. "
" terima kasih nak Yoga " Yoga pun mengangguk.
" kalau begitu saya permisi dulu pak "
__ADS_1
" Iya silahkan " sahut pak Wahyu.