Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan

Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan
permintaan terakhir ibu.


__ADS_3

2 Minggu berlalu, tapi kondisi Bu Wati tak ada kemajuan. kondisi beliau semakin hari semakin menurun. hingga hari itu tiba tiba saja ia drop. dokter Andri meminta Yoga untuk masuk ke dalam ruangan. ibu Wati meminta agar anaknya menikah sekarang juga di dalam ruangan itu. Yoga pun tak dapat berkata lagi, ia menelepon Nay meminta gadis itu agar segera datang ke rumah sakit.


" gimana keadaan ibu? " tanya Nay setibanya ia di depan ruangan Bu Wati.


" Nay aku boleh minta tolong? kita menikah sekarang, resepsi nya menyusul. keadaan ibu menurun drastis " ucap Yoga. Nay sama sekali tak mempermasalahkan hal itu. mereka pun akhirnya setuju. ibu Wati takut jika ia tak sempat melihat anak semata wayang nya menikah.


" bagiamana para saksi sah? " tanya penghulu


" sahhh "


" Alhamdulillah " pernikahan mereka hanya di hadiri oleh 1 penghulu dan beberapa dokter yang berjaga di sana. tak lama setelah ijab kabul, ibu Wati pun menghembuskan nafas terakhirnya. dengan sedih Yoga memeluk serta mencium kening ibu nya.


pemakaman ibu Wati berjalan lancar. banyak rekan kerja sekaligus teman Yoga menyampaikan bela sungkawa pada nya. sementara Nay, baru kali ini ia melihat sisi hancur dari lelaki yang sekarang sudah menjadi suami nya.


" hmm... mau pulang kemana? " tanya Nay pada Yoga.


" terserah kau saja " sahut Yoga sambil memandang makam ibu nya.


" kita pulang ke apartemen ku yuk? " Yoga melirik ke Naywinda. sedetik kemudian ia setuju.


tiba di dalam apartemen, Nay di buat melotot saat pintu apartemen itu di buka. Karena ia tinggal sendiri, Nay tak terlalu memikir kan kerapihan apartemen nya. ruangan itu nampak seperti kapal pecah. Yoga yang hendak masuk tiba tiba menghentikan langkahnya. ia berdiri tak bergeming di depan pintu apartemen. dengan cepat Winda berlari merapikan beberapa barang yang nampak sangat mengganggu mata.


" hehe.. masuk dulu. karena mendadak aku lupa memanggil jasa cleaning service." ucap Nay sedikit malu. Yoga masuk tanpa menjawab perkataan Naywinda.


" hmm.. duduk di sini, aku buatkan teh hangat untuk mu" Winda langsung menuju dapur. sekedar teh hangat ia bisa membuat nya. ia memberikan teh itu pada Yoga. setelah nya ia langsung merapikan beberapa barang yang berantakan di sana.

__ADS_1


" Kamu jangan sedih lagi. ibu pasti lebih sedih liat keadaan kamu yang begini " ucap Winda sambil sibuk merapikan ruangan itu.


" aku tak percaya ibu pergi secara mendadak begini " ucap Yoga.


Nay menghentikan aktifitas nya. ia menghampiri Yoga, dan langsung memeluk lelaki itu. mencoba menenangkan perasaannya.


" apa yang kau lakukan? " tanya Yoga.


" kenapa bertanya? aku mencoba menenangkan mu. kita sekarang sudah jadi suami istri, jadi wajar saja jika aku memeluk mu begini" sahut Winda. pelan pelan Yoga melonggarkan pelukan Winda.


" tapi aku belum terbiasa begini. aku mau mandi dulu kamar mandi nya sebelah mana? " ucap Yoga. ia berdiri dari duduk nya.


" di kamar ku. apartemen ini hanya ada satu kamar. aku ga mau apartemen yang luas luas sementara aku cuma tinggal sendiri. itu kamar ku " Nay menunjuk salah satu pintu yang ada di sana. Yoga bergegas menuju pintu itu meninggalkan Nay sendiri di sana.


" he... padahal kan wajar aku menenangkan nya. apalagi sudah menikah " gerutu Naywinda. sedetik kemudian ia baru ingat jika ia menggantung pakaian dalam nya di balik pintu kamar mandi.


" akhhh!!! " pekik nay saat melihat bentuk tubuh Yoga.


" heyy!! kenapa masuk? " teriak Yoga tak kalah syok nya.


" aku mau ambil ini " pekik Nay sambil menarik paksa pakaian dalam nya yang ada di balik pintu. setelah itu ia langsung keluar dari sana.


" huh hampir saja " ucap Nay saat ia telah keluar dari kamar mandi itu. sementara Yoga langsung mengunci pintu kamar mandi.


" hampir saja ia melihat adik ku " gumam Yoga.

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


" iya mah, aku harap mamah mengerti. " ucap Nay dari sambungan telepon.


" jadi kalian berdua sudah menikah? " tanya mama Mila sekali lagi.


" iya mah, itu permintaan ibu Wati sebelum meninggal. untuk sekarang biarlah yoga menenangkan diri dulu. masalah resepsi akan aku tanyakan jika keadaan nya sudah membaik" ucap naywinda.


" baiklah. mama turut berduka cita ya. sampaikan bela sungkawa mama pada mantu mama. besok mama akan ke makam Bu Wati. sekaligus mama mau mampir ke apartemen kalian besok "


" iya. yaudah mah, aku tutup dulu yah. assalamualaikum"


" waalaikum salam" panggilan itu pun akhirnya terputus.


30 menit berlalu Yoga belum juga keluar dari kamar mandi. Nay pun merasa khawatir pada lelaki itu. ia kemudian mencoba menggetuk pintu kamar mandi itu


" Yoga, are you okey? "


ceklek, pintu kamar mandi itu terbuka. yoga keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah handuk yang bagian dada nya terlihat jelas. bahkan jubah itu terlihat kecil. hanya menutup tubuhnya hingga bagian paha.


" astaga!! pake baju mu " teriak Nay. muka Nay memerah menahan malu. bagaimanapun juga ini kali pertama bagi Nay mengajak lelaki masuk ke dalam apartemen nya.


" kau lupa? kita ke sini tanpa membawa baju ganti ku " ucap Yoga.


" ya ampun.. " pikiran Yoga yang kacau membuat mereka melupakan hal hal sepele seperti baju ganti.

__ADS_1


" ya sudah tunggu disini. aku akan minta Roy membawa beberapa baju ganti untuk mu " ucap winda.


__ADS_2