Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan

Pernikahan Kontrak CEO Cantik Dan Dokter Tampan
Persiapan menikah.


__ADS_3

Dua pelayan membuka pintu utama mansion yang luas itu. mereka berdua di sambut sangat baik oleh para pelayan mansion itu. Nay langsung memegang tangan Yoga mengajak nya untuk duduk di sofa.


" hey.. apa yang kau lakukan " ucap yoga saat melihat Nay menggandeng tangan nya.


" ga lucu kan kalau kamu dan aku pergi sendiri sendiri. disini banyak pelayan, dan mereka bisa melihat interaksi kita " Yoga hanya diam mencoba menurut. mereka berdua lalu duduk di sofa. tak lama mama Mila di ikuti oleh BI Minah, turun dari lantai atas menghampiri mereka.


" maaf lama menunggu. mama ada sedikit urusan tadi. biasa " ucap nya sambil tersenyum.


" ehh.. Nay sayang ini calon kamu kah? " tanya mama lagi


" ehmm... kenalin Tante, nama saya Prayoga."


" Prayoga.. nama nya bagus sekali, yoga mau minum apa? sambil nunggu pelayan siapin makanan kita minum dulu "


" apa aja Tante. " sahut Yoga.


" lemon tea ma. yoga suka minum lemon tea " ucap Nay menyela.


" tau darimana " sahut Yoga cepat.


" lah kamu kan paling suka lemon tea " tukas Nay.


" aku tak suka minuman seperti itu. aku lebih suka cappucino" jawab Yoga tanpa sadar.


" ooohh... tu ma. yoga mau cappucino " ujar Nay. sedetik kemudian Yoga sadar. ia nampak sedikit malu pada calon mama mertua nya. sedangkan mama Mila hanya geleng geleng melihat kedua orang itu.


" baik tuan, nyonya. tunggu sebentar " ucap bi Minah.


" Yoga, kamu ga tertekan sama sifat Naywinda kan? Nay itu anaknya dingin dan tegas banget kalau di tempat kerja. tapi kalau sama Roy, atau pelayan di sini dia orang nya cerewet banget. Kamu harap maklum ya " ucap mama Mila sambil tersenyum


" iya Tante " jawab Yoga.


" jangan panggil Tante dong. panggil Mama, kamu kan bakal jadi mantu rumah ini "


" i iya mah .. " jawab Yoga sedikit gugup. sementara Naywinda nampak tak memperdulikan mereka berdua. Nay nampak sibuk mengupas buah naga yang ada di atas meja lalu memakannya.


" nyonya ini minumannya." ucap bi Minah dengan membawa 3 gelas cappuccino di atas nampan.

__ADS_1


" di minum dong Yoga " ucap mama Mila.


" iya ma" yoga mengambil gelas itu dan perlahan menyeruput nya.


" persiapan pernikahan kalian sudah 80%" Yoga langsung tersedak mendengar ucapan mama Mila.


" Yoga are you okey? " tanya mama Mila.


" saya ga papa mah. tapi bukan kah itu terlalu cepat "


" why? Nay bilang kalian sudah lama berpacaran. tapi backstreet, sudah berapa lama Nay?"


" hm.. hampir 3 tahun mah " jawab Nay


" tuh apalagi yang di tunggu " Yoga langsung melirik tajam ke arah Winda. sedangkan gadis itu hanya tersenyum manis ke arah Yoga.


" ibu saya sedang sakit mah, kalau bisa saya ingin menunggu keadaan ibu saya sedikit membaik " jawab Yoga berkilah.


" tentu dong. Mama hanya menyiapkan saja. fitting baju pengantin dan kapan tepatnya tanggal pernikahan kalian, hanya kalian berdua yang akan menentukannya." ucap mama Mila.


...☘️☘️☘️...


" gila gila, jadi kamu mau menikah? " tanya Willy nampak tak percaya. sementara Ana nampak diam tak bersemangat. mereka bertiga berada dalam ruangan Bu Wati.


" kapan kalian mulai pacaran? " tanya Ana dengan sedikit kesal. Yoga langsung melirik sang ibu. ia tak ingin salah bicara di depan ibu nya.


" hmm.. hampir 3 tahun " jawab Yoga asal. ia ingat perkataan Winda pada ibunya tadi siang.


" apa! " pekik Ana. bagaimana mungkin selama hampir 3 tahun ini ia tak tau jika Yoga sudah punya pacar.


" Kamu ga apa apa kan nak? " tanya Bu Wati.


" ngga kok Bu " Ana menggeleng sambil tersenyum ke arah Bu Wati. sebenarnya dari zaman mereka kuliah di kampus yang sama, Ana sudah menaruh rasa pada Yoga. tapi ia tak berani mengatakannya. ia takut jika Yoga menolak nya, lalu persahabatan mereka pun akan hancur. ia pasti tak akan bisa dekat lagi dengan Yoga seperti sekarang ini.


" Yoga, ternyata kau sudah punya kekasih. aku jadi sedih. kenapa kau tak beritahukan hal ini pada ku? apa aku tak berarti lagi bagi mu? " ucap Willy seolah ia tengah membaca puisi. dengan cepat yoga melempar bantal sofa yang ada di sana ke arah muka Willy.


" apaan sih. ga jelas banget " ucap Yoga

__ADS_1


" Willy, jangan buat ibu salah paham " ucap Bu Wati dengan senyum penuh arti. sementara Yoga hanya tersenyum.


" Bu, jangan berpikir yang aneh aneh. sekarang ibu istirahat saja dulu " ucap Yoga.


" nak, kapan kau akan melangsungkan acara nya? "


" ibu sudah ga sabar? " ucap Yoga menggoda ibu nya.


" ibu takut tak sempat melihat kamu menikah"


" Bu, aku ga suka ibu selalu ngomong begitu, aku sudah bilang ke Mama Mila pernikahan ini akan dilaksanakan saat kondisi ibu membaik " ucap Yoga.


" tak perlu. ibu mau kau menikah secepatnya. bila perlu bulan depan saja"


" tapi Bu.. "


" nak, ini permintaan ibu." ucap Bu Wati sambil menggenggam tangan anak semata wayang nya.


" baik Bu. nanti aku akan menelpon Naywinda. aku akan bicarakan hal ini pada nya" sahut Yoga. ibu Wati tersenyum ke arah Yoga. sementara Ana yang mendengar itu merasa sedikit sakit hati.


" Bu aku permisi pulang dulu ya. ada sesuatu yang harus aku kerjakan " ucap Ana.


" apa? kenapa buru buru. Kamu ga papa kan Ana? ko muka kamu kelihatan pucat " tanya Yoga secara beruntun.


" aku ga apa apa, kalau gitu aku permisi bu " sahut Ana.


" iya hati hati di jalan nak, makasih ya. dan maaf sudah merepotkan kamu " ucap Bu Wati.


" engga sama sekali kok bu. kalau gitu aku pamit, assalamualaikum " ucap Ana sembari berlalu meninggalkan ruangan itu.


" waalaikum salam."


" kenapa?" bisik Yoga pada Willy.


" ga tau, biar aku susul yah " sahut Willy.


" oke. sana sana " ucap Yoga.

__ADS_1


__ADS_2