
Lyra bingung harus menjawab apa, tapi sedetik kemudian dia langsung menjawab.
"Tuh tongkatnya mak Lampir kan sakti, mau gue pinjem buat rubah tuh Ria jadi ondel-ondel" Jawab Lyra asal.
Dewi yang mendengarnya tambah bingung.
"Udahlah wi gue mau letakin ini tas dulu, tunggu bentar" Ucap Lyra yang memang tidak mau di tanya lagi.
Mereka kini sudah berada di lapangan, kebetulan kelas 12 IPS 1 bersebelahan dengan kelas 12 IPA 4, Lyra yang lumayan tinggi berada di barisan tengah akhir, kebetulan Rio dan Kenan sejajar dengan Lyra. Mereka sama-sama melirik ke arah Lyra yang tampak fokus melihat pidato sang pembina. Tiba-tiba saja Ria melihat arah mata Rio.
"Rio mata itu di jaga, jangan liatin cewek miskin mulu" Sewot Ria.
"Jaga mulut loe ya, jangan perna ngatain cewek gue lagi kalau gak mau hidup loe sengsara" Ancam Kenan, karena Kenan adalah anak kepala sekolah disitu Tapi ayahnya tidak memberitahu kalau Lyra adalah anak pemilik sekolah sesuai perintah papa Denis. Kenan juga tidak di beritahu tentang pernikahan rahasia Lyra dan Rio.
Ria yang diancam seperti itu tampak menciut dan terdiam.
"Dasar Kenan nyebelin, awas aja kamu cewek miskin bakal gue kasih perhitungan loe" Batin Ria dengan seringai liciknya.
Lyra tidak sengaja menoleh kearah mereka, dia tampak terpana dengan Kenan yang berpihak dengannya, tidak seperti Rio yang hanya diam saja tanpa menjawab.
"Dasar Rio nyebelin, bini di katain sama orang dia diem aja. Awas saja kamu nanti malem gak gue kasih jatah" Batin Lyra kesal.
Upacara bendera pun selesai semua murid merasa lega dan masuk ke dalam kelas masing-masing. Guru memberi waktu istirahat selama sepuluh menit untuk minum agar murid bisa tenang saat belajar. Lyra yang memang lupa tidak membawa botol minum mengajak Dewi ke kantin.
__ADS_1
"Wi ayo temenin gue" Pinta Lyra.
"Gak mau ah ra, loe gak lihat tu cowok semua bejubel di dalam kantin. Loe pergi aja lah sendiri gue gak haus" Jawab Dewi.
"Tega loe jadi temen" Ucap Lyra sambil memonyongkan bibirnya. Tiba-tiba ada yang menempelkan botol minum dingin di bibir monyong itu.
"Aaauuu dingin" Reflek Lyra mundur beberapa langkah.
"Nih minum, bibir tu jangan di monyongin nanti gue cium mau?" Ucap Kenan sambil mengedipkan mata.
"Is apaan sih kakak ini" Lyra tampak salah tingkah melihat Kenan seperti itu. Dia pun mengambil botol itu dan meminumnya sampai setengah botol.
Kenan hanya terkekeh melihat Lyra yang seperti itu, inilah alasan dia sangat menyukai Lyra. Lyra selalu menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki lain, mereka pacaran pun hanya berpegangan tangan saja sampai saat ini.
"Hey bro kenapa muka loe masam gitu, kayak gak dapet jatah sebulan aja dari Ria." Ucap Aldo.
"Is apaan sih loe ngomong kayak gitu, gue ini cewek baik-baik ya gak mungkin nglakuin kayak gitu" Elak Ria.
"Halah bukannya Rio gak perna cerita soal servisan elo, kalau loe mau gue mau booking nih, hahaha" Canda Aldo.
"Dasar Aldo nyebelin" Ucap Ria yang langsung kembali ketempat duduknya, dia memilih pergi karena takut di dengar teman yang lain.
"Loe gak nyesel bro pacaran sama yang bekas kayak gitu" Tanya Aldo pada Rio.
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi, dia yang terus ngejer-ngejer. Apalagi di kasih apem gratis, ya mau aja gue. Tapi lama-lama dia matre juga, setiap minggu pasti dua juta habis di pakai dia buat Jalan-jalan ke mall. Gue mau putus dari dia, tapi kayaknya susah do" Rio bingung bagaimana untuk memutuskan Ria yang selalu nempel padanya.
"Ya mau gimana lagi bro, jalanin aja mungkin itu karma loe suka ngerusak anak gadis orang, hahaha" Ucap Aldo sambil tertawa.
"Dasar temen laknat loe, bukannya nolongin malah ngetawain"
Tidak lama kemudian guru datang dan mereka semua terdiam.
Sedangkan di kelas Lyra, Lyra tampak tersenyum senang membayangkan Kenan. Tapi tiba-tiba dia sedih, rahasia yang dia sembunyikan tidak akan lama pasti terbongkar. Apa lagi tinggal beberapa bulan lagi lulus dan orang tua mereka akan mengadakan resepsi.
"Apa gue putusin aja ya kak Kenan, tapi gue gak punya alasan buat mutusin dia. Kalau gue jujur gue gak akan sanggup lihat dia terluka. Ahhh bingung gue jadinya" Batin Lyra yang terus memikirkan hubungan rumit ini.
Tiba-tiba ibuk Rida datang, semua murid terdiam dan fokus kepadanya, tapi Lyra malah melamun saja.
"Apakah Lyra sangat tertekan dengan pernikahan itu, kenapa dia selalu melamun?" Batin buk Rida sambil mengamati Lyra.
"Lyra, tolong jangan melamun ya ibuk sedang menjelaskan di depan" Tegur buk Rida.
Lyra terkejut melihat mertuanya sudah ada di kelas, dia sampai lupa kalau ini pelajaran guru kiler itu yang ternyata sekarang menjadi mertuanya.
"Baik buk"jawab Lyra.
Setelah dua jam pelajaran buk Rida pun mengakhirinya dan undur diri.
__ADS_1