Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
bab 8 21++


__ADS_3

Menjelang sore semua tamu undangan pulang, Lyra yang dari tadi berdiri merasa lega karena rumah sudah sepi.


"Duuuh encok nih pinggang dari tadi berdiri mulu" Keluh Lyra.


"kayak itu aja udah capek, apa lagi nanti malam gue gempur elo sampai koit, hahaha" Ucap Rio sambil tertawa.


"Hey awas aja ya elo macem-macem gue tonjok loe sedikit aja nyentuh gue" Ancam Lyra.


"Lah kan udah sah, kemarin aja mohon-mohon minta di masukin kenapa sekarang marah-marah" Bisik Rio yang takut di dengar orang.


"Rioooo,,,,,nyebelin banget sih loe. Oh aku tau jadi kemarin yang ngasih obat perangsang itu elo ya, elo jebak gue"Teriak Lyra yang tertahan.


"Hehe maaf ya ra, gue kan khilaf. Lagi pula gue udah cerita semalam panjang lebar loe gak denger apa?"


"Gue, gue gak denger soal itu. Gue kecewa sama elo, gue pikir tubuh gue memang butuh sentuhan, ternyata loe yang jebak gue" Ucap Lyra sedih.


"Ya ampun ra jangan sedih gitu, gue minta maaf ya. Loe mau apa bilang gue bakal turutin, tapi loe jangan sedih gini. Nanti yang ada orang-orang ngira gue kdrt elo."


"Sudahlah Rio gak usah ngomong lagi, gue nyesel nikah sama elo. Mending loe jauh-jauh jangan perna masuk ke dalam kamar gue." Ucap Lyra yang langsung berjalan sendiri menuju kamar.


"Lah dia juga keenakan ngapain kecewa sama gue, dia yang minta tanggung jawab dia juga yang nyesel. Udahlah pusing gue mikirinnya, punya bini ternyata kek gini ya, ngambekan mulu. Ujung-ujungnya gak dapet jatah gue, apes-apes malam pertama malah gak bisa jebol gawang sempit"Ucap Rio sendirian yang masih duduk di kursi.


Sejak tadi Lyra nampak diam, sang MUA yang sedang melepas asesoris di kepala Lyra nampak bingung.


"Mbak, pengantin baru kok gak ada senyum-senyumnya sih" Canda sang MUA.

__ADS_1


"Capek aja mbk pingin cepet-cepet mandi, hehe" Jawab Lyra pura-pura tertawa agar tidak ketahuan kalau dia kecewa.


"Ya udah mbak berendam aja nanti, ini juga udah selesai saya lepasin, tinggal bajunya aja sini saya bantu"


Lyra pun berdiri menuruti kata sang MUA.


Setelah itu Lyra langsung masuk ke kamar mandi dan berendam.


Rio yang masih berada di luar mengantar orang tuanya ke teras karena mereka akan pulang.


"Gak nginep aja jeng, sehari ini kalian pasti lelah" Ucap mama Wulan.


"Makasih mbak, kapan-kapan aja kita nginep. Mas Arkan besok mau ngantor, saya juga mau ngajar. Apa lagi besok hari senin semua guru harus hadir. Kami permisi dulu ya mbak" Pamit buk Rida.


"Hati-hati di jalan ma, kalau sudah sampai kabarin kami ya." Ucap Rio yang di balas anggukan oleh mamanya.


Rio yang memang sudah lelah memilih masuk ke dalam kamarnya semalam.


"Eh yo kok masuk situ sih, ayo naik ke atas. Kamu sekarang tidur sama Lyra jangan sendirian" Ucap mama Wulan.


"Iya sana naik, kemarin aja belum nikah udah tidur berdua gak pakai apa-apa, sekarang sudah nikah pura-pura malu" Sindir papa Denis.


Rio yang di bilang begitu hanya senyum-senyum saja dan langsung naik ke atas kamar Lyra.


Lyra yang sudah selesai berendam langsung saja keluar kamar untuk memakai baju, dia lupa jika tidak membawa jubah mandi, terpaksa dia keluar bertelanjang sambil berlari. Namun saat dia masih memilih pakaian tiba-tiba pintu kamar terbuka, Rio yang masih di ambang pintu hanya diam mematung melihat pemandangan yang indah itu. Sedangkan Lyra terkejut sampai berteriak.

__ADS_1


"Tidaaakkkkkkkkk,,,,,, " Dia mencoba menutupi bagian sensitif nya menggunakan tangan.


Rio menutup pintu dan menguncinya, dia yang sudah terangsang mulai mendekati Lyra yang tanpa busana itu.


"Jangan, jangan Rio aku mohon jangan" Ucap Lyra geleng-geleng kepala sambil menahan takut.


"Loe pura-pura takut kan, padahal loe sengaja buat ngerayu gue" Ucap Rio yang terus berjalan mendekat.


"Enggak yo, gue tadi lupa bawak jubah mandi, gue pikir gak bakal ada orang yang masuk tadi mangkanya gue keluar"


Rio yang sudah sampai di depan Lyra langsung mel**at bibirnya, Lyra tadinya memberontak namun menjadi diam setelah jari Rio menelusup kedalam sela****annya.


Lyra mende**h setelah pangutan itu lepas. Melihat itu membuat Rio menjadi tidak tahan lagi. Lyra juga yang sudah di penuhi naf*u tidak menolak yang di lakukan Rio. Langsung saja Rio melepas seluruh pakaiannya dan kembali melancarkan aksinya. Setelah lima belas menit mereka sama-sama mencapai klim**s di sertai semburan lahar panas yang Rio arahkan di perut Lyra. Rio pun langsung mengecup kening Lyra dan melesat ke kamar mandi.


"Is nyebelin banget sih Rio, kenapa juga gue mau sih di gituin sama dia. Kalau udah di pegang, kayak kerbau yang di cucuk hidungnya, nurut aja. Nih apa lagi lengket-lengket kayak gini, gue gak tahan lagi, mesti mandi lagi deh gue.


Rio yang sengaja tidak mengunci pintu kamar mandi terkejut ada yang membukanya.


"Astaga Lyra loe ngagetin aja sih"


"Enak ya loe, habis ngec**t langsung pergi. Gue kagak loe urusin" Oceh Lyra.


"Ya maaf ra gue gak tahan tadi. Heheh" jawab Rio sambil nyengir kuda.


"Ya udah sini gue mandiin biar bersih" Tawar Rio yang di setujui Lyra.

__ADS_1


Awalnya hanya mandi biasa, namun lama-lama Rio membuat Lyra mende**h kembali. Akhirnya waktu setengah jam mereka lewati.


Rio memakaikan Lyra jubah dan menuntunnya untuk duduk di kursi meja rias. Rio membantu Lyra mengeringkan rambut dengan hairdryer, setelah agak kering Rio mengajak Lyra untuk tidur. Sengaja mereka hanya memakai jubah, kata Rio biar lebih hangat. Padahal mah kalau mau lagi tinggal tarik talinya aja, heheh.


__ADS_2