Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
bab 9


__ADS_3

Pagi telah tiba, sepasang pengantin baru masih saja terlelap di dalam selimut. Tapi yang membuat aneh mereka sekarang tidak memakai apa-apa. Lyra yang bangun terlebih dahulu terkejut karena ada tangan yang melingkar di perutnya.


"Ahhhhhhhh,,,,, mingggir-minggir, siapa kamu hahh" Ucap Lyra ketakutan.


Rio terbangun mendengar teriakan Lyra.


"Hey pagi-pagi udah teriak-teriak, loe lupa kalau gue laki loe"ucap Rio dengan wajah bantalnya.


Lyra yang mencoba mengingat-ngingat langsung menepuk keningnya.


" Astaga Rio gue lupa kalau kemarin kita udah nikah, udah ah gue mau mandi udah jam enam ini bisa telat kita"Lyra pun bangun akan pergi ke kamar mandi, namun sebelum melangkah Rio terlebih dahulu menarik tangan Lyra sampai terjatuh di atas tubuh Rio.


"Riooooooo, loe apa-apaan sih, udah siang ini gue mau sekolah."Teriak Lyra.


" Besok aja lah ra, kita bulan madu dulu sekarang. Masak pengantin baru gak ada liburnya."Ucap Rio memohon.


"Gak, pokoknya gue mau sekolah. Elo kalau gak mau ya udah, gue gak maksa" Sewot Lyra yang langsung berlari ke kamar mandi.


"padahal udah tegang begini tapi malah di tinggalin" lesu Rio sambil melihat ke bawah.


Lima menit sudah Lyra di kamar mandi, Rio yang memilih ikut sekolah mengetuk pintu kamar mandi.


"Ra buruan gue juga mau mandi"


"Bentar sih yo, gue kebelet nih. Kalau loe gak sabar mending mandi di kamar bawah aja lah, gue masih lama" Ucap Lyra dari dalam.


Rio yang masih betah menunggu menjadi kesal, sudah lima belas menit tapi Lyra belum keluar. Akhirnya Rio turun ke bawah untuk mandi.


"Gilak tu Lyra, tidur kali ya, sudah lima belas menit gak keluar-keluar. Terpaksa deh mandi di bawah, mana hari senin masuk cepet lagi, huffft" Rio menghembuskan nafasnya kasar kerena Lyra tak kunjung keluar.


Setelah kepergian Rio barulah Lyra keluar, dia sengaja lama di kamar mandi agar Rio pergi.


"Akhirny tu orang pergi juga, males banget gue kalau di suruh layani dia lagi, tambah encok nih pinggang. Duhhh gimana yah kabar ayang gue" Ucap Lyra yang mengingat pacarnya Kenan.


Setelah Lyra memakai pakaiannya, Rio pun masuk dengan pakaian yang sudah rapi. Dia mengambil tas dan menata buku yang sudah di bawah papanya kemarin.


"Ayok ra buruan lima belas menit lagi masuk nih, lelet amat jadi cewek loe. Padahal kan loe dulu yang mandi, tapi loe juga yang lama" Ucap Rio yang melihat Lyra masih asik dengan rambutnya.

__ADS_1


"Bawel banget sih loe, udah sana turun bawak sekalian makanan biar kita sarapan di mobil saja"


Rio yang mendengar itu langsung saja turun ke bawah tanpa menjawab Lyra, toh di jawab juga malah panjang ceritanya.


"Eh nak Rio udah siap-siap nih, ayo sarapan dulu." Ucap mama Wulan.


"Gak usah deh mah udah siang ini nanti kita telat, Lyra tadi bilang bawak bekal aja biar di makan di mobil" Jawab Rio malu-malu.


"Oh iya, sebentar ya mama buatin dulu"


Sambil menunggu Lyra dan sarapan, Rio memilih memanasi mobil dulu.


"Ma nanti berikan saja sama lyra, Rio mau keluarin mobil dulu"


"Iya sayang" ucap mama.


Sarapan sudah siap dan Lyra pun sudah turun, mama memberikan bekal itu kepada Lyra.


"Ma berangkat dulu ya, papa mana ma?" ucap Lyra.


"iya hati-hati. Papa sudah dari subuh berangkat keluar kota, ada pekerjaan mendadak" Jawab sang mama.


"Ayo yo bentar lagi masuk nih" ucap Lyra dengan panik.


"Hey loe yang lelet malah nyuruh gue cepet, kalau gak nunggu loe gue udah sampai tau"balas Rio


" Heheh iya-iya udah jalan, nanti gue suapin"


Lyra membuka kotak bekalnya yang lumayan besar. Disana sudah ada empat potong roti dan dua bolot susu kotak.


Lyra makan sambil sesekali menyuapi Rio, hingga tak terasa mereka sudah tiba di sekolah. Untung saja gerbang belum ditutup, kalau lewat satu menit saja merek gak bakal bisa masuk.


Kenan yang dari tadi menunggu Lyra tampak mengernyitkan keningnya saat melihat Lyra keluar dari mobil Rio.


"Lyra sini" Panggil kenan.


Sekarang giliran Rio yang mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"ada hubungan apa mereka ya" Batin Rio.


Lyra yang di panggil bingung mau kesana atau tidak. Tapi karena tidak ada larangan dari Rio akhirnya Lyra menemui Kenan.


"Gue duluan yo" Ucap Lyra meninggalkan Rio.


Tiba-tiba telepon Rio berbunyi pertanda Ria menelpon.


"Hallo"


"Ya ampun sayang kamu kemana aja sih, tiga hari kamu gak ada kabar baru sekarang bisa di hubungi. Cepat sekarang masuk ke kelas sebentar lagi upacara" Marah Ria.


Rio pun langsung pergi menuruti perkataan Ria. Saat lewat di samping Lyra seakan-akan Rio tidak melihatnya dan lewat begitu saja.


"Sayang kok kamu kenal sama Rio, dia saudara kamu ya?" Tanya Kenan.


Lyra bingung mau menjawab apa, tapi kalau jujur pasti Kenan yang terluka.


"Iya kak dia sepupu aku" Jawab Lyra terpaksa bohong.


"Oh syukurlah, hehe" Lega Kenan karena tuduhannya tidak benar.


"Ya udah kak aku mau letakan tas dulu di kelas soalnya murid sudah baris semua" Ucap Lyra yang kemudian meninggalkan Kenan.


Di jalan Lyra terus saja melamun, sampai-sampai dia tidak tahu kalau menabrak Rio. Ria yang ada di samping Rio jadi marah.


"Hey orang miskin kalau punya mata tu di pasang dong jangan asal nylonong aja, apa loe sengaja nabrakin diri loe sama pacar gue supaya bisa pegang-pengang"


"Maaf ya tadi gue gak sengaja, lagian cowok loe gak kenapa-napa tuh" Sewot Lyra yang menahan kesal melihat tangan Ria bergelayut manja di lengan Rio.


"Dasar orang miskin, yok sayang kita pergi dari sini nanti malah kita ketularan miskinnya" Ejek Ria.


Rio bingung harus menjawab apa, tapi sebelum dia berkata Ria sudah menarik tangannya terlebih dahulu.


"Dasar cewek ganjen, loe pikir dia siapa. Gak tau aja gue udah pernah ngerasain tongkat saktinya, kalau tahu udah pingsan loe" Gerutu Lyra.


"Hah tongkat sakti apa ra yang loe omongin" Teriak Dewi yang tiba-tiba ada di samping Lyra.

__ADS_1


Sontak saja Lyra terkejut melihat Dewi ada di sampingnya.


"Duh mampus gue, jangan sampai Dewi tahu yang barusan gue omongin" Batin Lyra.


__ADS_2