Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
bab 14


__ADS_3

  Saat sudah tiba di rumah, pak Darto langsung menampar Ria.


"Ria,,,! dasar kamu anak kurang ajar, papa tidak pernah mengajarkan kamu sombong dan jahat,kenapa kamu seperti ini."Pak Darto sangat marah, kesabarannya sudah habis. Dua kenyataan pahit yang dia tahu tentang anaknya sekarang ini.


Ma, mama cepat kesini"Panggil pak Darto pada istrinya.


"Ada apa pa, kenapa pulang-pulang marah-marah gini sih. Ya ampun Ria,kenapa papa menamparnya?"Tanya mama Ria terkejut.


"Lihat ini didikan kamu, masih kurang apa coba dia. Semua fasilitas sudah papa berikan, tapi apa yang dia lakukan, dia menjadi ****** setiap laki-laki yang berkencan dengannya. Sekarang dia malah melukai anak bos besar. Dasar anak tidak tahu diri." Ucap pak Darto menampar Ria lagi. Dia sudah tau rahasia Ria yang suka melakukan zina dengan para laki-laki, karena ada seseorang yang sering mengirim foto Ria diam-diam. Sebelumnya pak Darto tidak percaya,dia pikir itu hanya rekayasa. Namun setelah pak Darto mengikuti Ria dia sangat terkejut melihat Ria dan pria tidak dikenal masuk ke dalam hotel.


"Sekarang anda tahu kan kalau putri anda suka menjajahkan tubuhnya" Ucap pemuda misterius itu, karena dia memakai topi dan masker. Pak Darto tidak tahu siapa itu, yang dia tahu laki-laki itu sepertinya masih seumuran anaknya.


"Mulai sekarang semua fasilitas papa cabut, kamu cuma dapat uang jajan saja sehari lima puluh ribu, tidak boleh lebih. Untuk mama, papa ingatkan sekali lagi, jangan perna bantu Ria apa lagi memberikan uang lebih kepadanya, papa akan potong juga uang bulanan mama.Paham kalian"Ancam pak Darto yang semakin kesal. Dia langsung pergi dan membanting pintu dengan keras.


Ria masih terdiam di sana,mamanya mencoba menguatkan Ria agar bersabar.


"Nak apa benar yang papamu katakan tadi?"


"Maafkan Ria ma, Ria menyesal. Hikkss,,hikkss"Ucap Ria menangis.


"Ya sudah kamu istirahat saja,mama sudah memaafkanmu.Jangan diulangi lagi ya nak."Ucap mama yang dibalas anggukan oleh Ria.


Ria berjalan memasuki kamar dan menutup pintu sedikit kuat.


"Apa? Lyra anak bos papa. Enggak,ini gak mungkin. Jelas-jelas Lyra anak orang miskin, masak tiba-tiba jadi kaya. Uhhh sialan memang loe Lyra,gue bakal balas ini semua. Gue bakal buat loe dan Rio malu."Ucap Ria sambil menyeringai. Dia langsung menelepon seseorang dan menyuruhnya untuk menjebak mereka.


   Malam hari Lyra dan Rio sedang mengerjakan tugas sekolah, mereka tinggal di rumah papa Denis hanya seminggu, setelah itu orang tua mereka akan mengantarkannya ke apartemen milik papa Rio yang sudah dia siapkan sejak dulu, sedangkan papa Denis yang mengisi perlengkapan apartemen itu, dia juga membeli beberapa olahan instant untuk dua bulan ke depan. Setelah semua habis Rio harus mencari uang sendiri untuk menafkahi istrinya.


"Ra kamu beneran besok mau sekolah?" Tanya Rio yang masih menulis.


"Iyalah, emang kenapa?"


"Ya gak apa-apa sih, tapi kamu bener kan sudah sehat?" Tanya Rio yang masih gak rela Lyra sekolah.

__ADS_1


"Aku sehat yo, udahlah gak usah nanya mulu cepetan aku mau tidur ngantuk" jawab Lyra yang mulai kesal.


"Berarti bisa dong ra kalau sudah sembuh, heheh" Ucap Rio sambil mengedipkan matanya.


"Kamu mah pikirannya itu mulu, aku sudah bilang libur dulu. Kalau masalah itu nanti pinggang ku bisa encok tau" Lyra langsung naik ke atas kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Rio yang melihatnya hanya tersenyum saja.


"Suatu saat, suatu saat Lyra. Kau akan menjadi milikku dan aku tidak akan pernah melepasmu" Batin Rio dan langsung ikut naik ke atas kasur, lalu tidur sambil memeluk Lyra dari belakang.


  Alarm berbunyi membangunkan sepasang suami istri yang masih dalam posisi awal, Lyra yang bangun duluan membangun Rio.


"Rio cepatlah bangun sudah jam 6 ini"


"Iya-iya aku bangun, cup" Ucap Rio yang langsung mengecup kening Lyra.


"Is kamu ini main nyosor aja, sudah sana kamu mandi dulu, aku mau sarapan di bawah. Semalam kita gak makan malam jadi aku lapar banget." Ucap Lyra yang langsung keluar kamar meninggalkan Rio yang masih setengah tidur.


"Yaah aku ditinggalin deh, sudahlah mandi aja dulu"ucap Rio.


Lyra turun kebawah langsung menyapa mama papanya.


"Sudah bangun ra, ayo makan. Semalam mama suruh makan kalian gak mau, pasti kamu lapar kan?" Ucap mama yang dibalas cengiran Lyra.


"Mama tau banget kalau Lyra lapar, semalam Lyra gak nafsu ma, badan Lyra sakit semua jadi Lyra tidur aja deh" ucap Lyra.


"Ya sudah sini mama ambilin, kamu di rumah aja kan ra?"tanya mama Wulan.


"Sekolah ma, nanti Lyra mandi nunggu Rio dulu."jawab Lyra.


"Lah emang kamu sudah sembuh ra, gak usah sekolah, di rumah saja." Ucap sang papa.


"Tenang aja Lyra udah sembuh kok, kan ada Rio." jawab Lyra.


"Kemarin aja ada dia kamu masih celaka kok" Sindir papa.

__ADS_1


"Sudahlah pa, ayo ra habisin sarapannya, gak usah dengerin ucapan papa" Ucap mama yang tahu perubahan raut wajah Lyra.


Lyra cepat-cepat menghabiskan sarapannya dan mengambil sarapan untuk Rio di kamar dan pergi dari situ.


"Gara-gara papa nih" Ucap mama Wulan.


"Lah kok nyalahin papa, kan emang benar yang papa bilang" Ucap papa Denis tidak mau kalah.


Mama Wulan hanya mendengus kesal lalu membawa gelas bekas kopi ke dapur.


Lyra yang sudah sampai ke dalam kamar langsung meletakkan sarapan Rio di meja, Rio yang melihat itu merasa heran melihat Lyra membawa makanan itu.


"Loh ra kamu belum sarapan?" Tanya Rio.


"Aku sudah sarapan, ini buat kamu biar sekalian nunggu aku di kamar"Jawab Lyra langsung masuk ke kamar mandi.


Hati Rio berbunga-bunga melihat perlakuan Lyra pagi ini, sepertinya Lyra sudah mulai perhatian dengannya. Rio membayangkan bagaimana mereka nanti kalau sudah memiliki anak, pasti rumah tangga mereka akan bahagia. Setelah rapi, dia membereskan bukunya dan buku Lyra, lalu dia makan sarapan yang Lyra bawa tadi.


Lyra keluar kamar mandi masih dengan handuknya, dia mengendap-endap mengambil baju yang digantung dan berlari menuju kamar mandi lagi. Saat sudah sampai di depan pintu, Rio berkata tanpa menoleh.


"Gak usah lari-lari ra, aku gak akan terkam kamu kok.Hahaha"


Lyra terkejut dan langsung saja masuk memakai seragamnya, setelah itu dia memakai sedikit bedak bayi dan lipgloss warna pink sama seperti warna bibirnya.


"Perfect" Ucap Lyra di depan cermin.


Lyra keluar dan menghampiri Rio yang sudah selesai makan.


"Ayo kita berangkat, kamu langsung aja ke mobil, aku mau letakan bekas makanan ini di dapur dulu." Ucap Lyra yang dibalas anggukan oleh Rio.


Cup,, Sebelum keluar Rio menyempatkan untuk mencium kening Lyra dan tersenyum manis kepadanya.


"Is sok manis segala, sudah sana keluar nanti keburu siang kita" Ucap Lyra salah tingkah melihat senyum Rio. Rio hanya terkekeh melihat wajah Lyra yang merah seperti kepiting rebus. Saat ini jantung Lyra sangat berdetak kencang seperti ingin lepas dari tempatnya.

__ADS_1


"Astaga kenapa dengan jantungku sih, biasanya juga gak kayak ini, apa aku mulai suka ya sama Rio?" Tanya Lyra pada dirinya sendiri yang pasti tanpa Rio sadari.


__ADS_2