
Malam telah tiba, Rio langsung saja melesatkan mobilnya ke rumah Lyra, tidak bukan rumah Lyra tapi rumah tetangga Lyra dua rumah sebelum rumah Lyra.
Lyra yang sudah siap-siap meminta izin dengan mamanya. Dia beralasan untuk datang ke pesta teman sekelasnya, ini adalah pertama kalinya dia membohongi orang tuanya.
"Ma Lyra pergi dulu ya udah di jemput sama temen" Pamit Lyra.
"Iya hati-hati sayang jangan pulang malam-malam, ingat jam sepuluh sudah pulang" Ucap sang mama.
"Siap bos, hehe"
Lyra menunggu Rio di depan rumah tetangga, beberapa saat kemudian Rio pun datang.
Melihat Lyra menggunakan gaun berwarna hijau botol dan lengan sebahu, dipadu dengan sepatu hak lima centi membuat Rio menjadi terpukau.
"Astaga cantik bener tuh cewek, pokoknya malam ini gue harus melancarkan aksi gue" Batin Rio.
Rio pun turun membukakan pintu mobil untuk Lyra.
"Silahkan masuk tuan putri" Ucap Rio sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Is apaan sih loe, lebay banget jadi orang" Ucap Lyra yang langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah melajukan mobilnya Lyra bertanya kepada Rio.
"Rio kita mau kemana sih, awas aja kalau macem-macem" Selidik Lyra.
"Kita mau dateng ke tempat acara ulang tahun temen gue, mending loe diem aja gak usah banyak tanya"
Lyra yang di bilang begitu langsung cemberut dan mengalihkan pandangannya keluar mobil.
"Dasar cewek aneh, tapi buat gue jatuh hati" gumam Rio sambil tersenyum.
Mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.
"Apa,,, loe ajak gue ke klub kayak gini"Lyra tampak terkejut, karena selama ini dia tidak pernah menginjakan kakinya di sana.
__ADS_1
"Iya, emang acaranya disini. Udah ayo ikut, gue mau kenalin loe sama temen-temen gue kalau elo pacar gue. Jangan menolak, kalau menolak gue tinggal"Ucap Rio yang langsung membuat Lyra tidak jadi bicara.
" Lagi pula ini malam minggu, kita bersenang-senang saja dulu sampai malam"Ucap Rio lagi.
"Enggak, nggak boleh. Nyokap gue udah peringatin kalau gue harus pulang paling lama jam sepuluh, jadi kita jam sepuluh harus pulang"
Rio yang mendengar itu hanya terkejut sebentar, namun dia punya ide untuk mengelabuhi Lyra.
"iya-iya, yaudah ayo masuk"
Rio menggandeng tangan Lyra saat memasuki club itu, tapi Lyra melepaskannya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Rio. Akhirnya Lyra mengalah dari pada di tinggal di club ini.
"Apa kabar bro, selamat ulang tahun ya" Sapa Rio pada sahabatnya marco.
"Thanks ya bro. Ada mainan baru kayaknya"Bisik Marco pada Rio sambil tersenyum.
" Iya masih fresh, tapi ini punya gue loe cari aja sendiri"
"Sama temen aja pelit loe, biasanya juga gantian"
"Ah alesan loe, ngomong aja kalau gak tahan mau nyoblos. hahah" Ucap Marco sambil tertawa.
"Tau aja loe, hehe" Jawab Rio nyelonong pergi.
Sebelum menemui Lyra, Rio memesan minuman terlebih dahulu.
"Bang 2 ya, yang satu kasih ramuan kayak biasa" Ucap Rio yang langsung di acungi jempol oleh pelayan.
Setelah minuman jadi, Rio membawanya ke tempat duduk Lyra.
"Ra minum dulu, loe pasti hauskan. Dari tadi gue liatin diem aja kayak orang kebelet mau Pup. hahaha" Ucap Rio sambil tertawa.
"Enak aja loe kalau ngomong, gue diem karena gak ada temen. Apa lagi loe dari tadi ngilang, gue gak nyaman" Jawab Lyra sewot.
"Ya udah minum dulu ini biar gak ngedumel terus" Rio pun menyodorkan minuman yang sudah di campur dengan obat perangsang.
__ADS_1
"Aku gak mau alkohol" Jawab Lyra cepat.
"Tenang aja ini cuma sari buah gak ada alkohonya"
Setelah memastikan, Lyra pun meneguk nya sampai habis.
"Gilak haus neng?" Kaget Rio yang melihat minuma Lyra langsung tandas seketika.
"Iya gue haus, eh tapi kok tiba-tiba badan gue jadi panas gini ya" Ucap Lyra yang sepertinya obat itu telah bereaksi.
"Waww cepet banget tuh obat langsung manjur, apa karena Lyra baru pertama ya, jadi obatnya langsung bekerja" Batin Rio.
"Kamu panas ra, ya udah kita masuk ruang VIP itu aja, disana ada AC nya" Ucap Rio yang berbohong, padahal niat dia mau melecehkan Lyra.
"Ya udah ayok-ayok kesana, gue gak tahan banget ini."
Rio pun langsung menggandeng tangan Lyra dan masuk ke ruangan itu.
Setelah masuk Lyra langsung saja mengangkat bajunya keatas. Hal itu sontak membuat Rio panas dingin dibuatnya.
"Ra ngapain loe angkat tuh baju" Tanya Rio yang pura-pura terkejut.
"Rio gue panas banget nih, rasanya pingin buka baju." Ucap Lyra yang langsung membuka gaunnya sampai terlepas.
Rio tampak menyeringai melihat dua gundukan yang perna dia sentuh.
"Akhirnya malam ini loe jadi milik gue" Seringai Rio.
Rio yang berada di samping Lyra mencoba mengendus tengkuk Lyra, hingga membuatnya mendesah kecil.
"aahhh Rio aku sangat panas, aku tidak tahan. Sepertinya ada sesuatu yang mengalir di bawahku." Ucap Lyra tanpa sadar.
Mendengar hal itu Rio langsung ******* bibir Lyra dengan ganas. Lyra yang terangsang mulai mengimbangi ciuman Rio.
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan itu.
__ADS_1