Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
bab 6


__ADS_3

Setelah sampai di rumah papa Denis, mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, tepatnya di ruang tamu.


"Lyra ini kan bukan rumah kamu, kok kita kesini" Ucap Rio penasaran.


"Aku kemarin bohong sama kamu,udah diam aja" Ucap Lyra dengan lirih, takut di dengar sang papa.


Setelah sampai di ruang tamu papa Denis langsung menanyakan orang tua Rio.


"Mana orang tua kamu kenapa belum datang" Ucap papa Denis.


"Sebentar lagi datang kok om"


Papa Denis yang sudah tidak sabar rasanya ingin menampar wajah Rio yang sudah membiru itu.


Saat tangan hampir menyentuh pipi itu ada orang datang.


"tunggu,,,, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya papa Rio yang datang tepat pada waktunya. Jika terlambat lima detik saja pasti pipi itu sudah ada cap lima jari.


"Kalian mau tahu apa yang anak kalian lakukan pada anak saya" Ucap papa Denis sambil menggertakan giginya.


"Maaf tuan kami tidak tahu masalahnya apa"Ucap buk Rida mama Rio.


" Tanyakan saja pada putra kalian, apa yang mereka lakukan tadi"

__ADS_1


"Rio coba katakan pada mama apa yang kalian lakukan malam-malam begini, jangan buat malu orang tua nak" Ucap buk Rida.


Lyra terkejut mendengar suara lembut buk Rida, karena selama tiga tahun sekolah buk Rida adalah guru killer wanita di sekolahnya.


Setelah di paksa untuk berbicara, akhirnya Rio menceritakan apa yang terjadi. Dia tidak mengurangi atau menambahi cerita, Rio berbicara jujur, dari Lyra menabrak mobilnya sampai melakukan hubungan badan.


Orang tua Rio tampak terkejut dan hampir saja papanya menampar Rio.


"Berhenti,,," Lyra menghentikan papa Rio.


"Sudah cukup jangan siksa Rio lagi, terserah kalian mau apa tapi jangan pakai kekerasan, kasian Rio" Ucap Lyra memohon.


Para ibu pun mengangguk, pertanda mereka menyetujui ucapan Lyra.


"Baik, silahkan kalian duduk. Bagaimana besok kita nikahkan saja mereka, mumpung besok libur sekolah. Masalah buku nikah bisa nyusul, apa lagi sekolah mereka tinggal empat bulan lagi. Kalau Lyra hamil masih bisa ditutupi." Ucap papa Denis.


"Lah gimana Lyra bisa hamil, gue aja keluarin diluar, bukan di dalam" Batin Rio


"Ya sudah tuan besok saja kita langsung buat acara akad, lebih cepat lebih baik. Untuk kamu Rio sebagai hukumannya sebelum Lyra hamil kalian harus tinggal berdua sendirian tanpa kami para orang tua. Kami hanya akan membiayai sekolah kalian, selain itu cari uang sendiri untuk menghidupi istrimu. Bagaimana pak Denis apakah anda setuju"Ucap papa Arkan papanya Rio.


"Bagus itu pak, untuk pelajaran buat mereka agar jerah. Bukanya mudah membangun rumah tangga, masih sekolah asal celup saja. Belum perna ngrasain gas, token listrik, sayuran habis bersamaan. Kalau udah ngrasain baru nyesel kalian" jawab papa Denis dengan sinis.


"Sudah-sudah, ini sudah dini hari. Lebih baik kalian tidur di kamar tamu saja, jangan langsung pulang. Biar pak Arkan saja besok yang pulang mengambil pakaian, biar jeng Rida dan Rio tinggal disni" Ucap mama Wulan melerai perdebatan mereka.

__ADS_1


Lyra dan Rio hanya mengikuti apa kata mereka saja. Akhirnya perdebatan mereka selesai, dengan rasa pusing dan marah para orang tua memilih meredamnya saja.


Flashback.


"Pah Lyra kok belum pulang juga sih jam segini, lihat tuh udah jam sebelas malam tapi dia belum pulang-pulang. Coba papa telepon Lyra" Ucap mama cemas.


Papa Denis pun langsung menelepon Lyra, namun sudah beberapa kali panggilan tidak di jawab, padahal nomornya aktif.


Hal ini membuat mama Wulan semakin khawatir.


"Sabar ya ma, papa cek GPS dulu. Untung saja papa sudah memasangnya, untuk jaga-jaga kalau saja nanti ada musuh yang mengincar lyra, jadi handphonenya bisa di lacak"


Papa Denis pun mngeceknya sampai ketemu.


"Nah mah papa sudah ketemu, lebih baik kita saja yang menyusul Lyra, kasian para penjaga kalau harus ikut" Ucap sang papa.


Mereka pun akhirnya pergi mengikuti arahan dari GPS tersebut. Setelah sampai mereka tampak terkejut, kenapa anaknya bisa masuk ke dalam tempat seperti itu. Apakah anaknya diculik, apakah anaknya akan dijual seseorang. Seperti itu lah isi fikiran negatif mama Wulan.


"Pah ayo pah cepat cari Lyra di dalam mama takut terjadi sesuatu sama Lyra" Ucap mama Lyra sambil menangis.


"Iya mah papa kesana"


Saat akan berjalan masuk papa Denis mencoba menelpon Lyra lagi untuk memastikan apakah benar Lyra ada di dalam atau tidak. Panggilan pun masuk, tapi yang mengangkat bukan Lyra, melainkan seorang pemuda.

__ADS_1


Langsung saja papa Denis memaki pemuda itu yang ternyata Rio.


Flashback off.


__ADS_2