Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
Bab 11(masuk perangkap)


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam istirahat, Lyra yang tidak tahan ingin buang air kecil langsung berlari meninggalkan Dewi.


"Ahhh lega, dari tadi nungguin belum bunyi lama banget, gue sampai gak tahan nahan pipis" gerutu Lyra.


Saat akan membuka pintu Lyra tampak kesulitan. Sepertinya ada yang sengaja menguncinya dari luar.


"Woy siapa sih yang iseng, buka dong pintunya, gue mau keluar" Teriak Lyra dari dalam.


Ternyata yang mengunci Ria and the genk, mereka bertiga adalah Ria, Rika, dan Risa sih cewek matre yang suka tebar pesona. Disaat tidak ada orang di dalam kamar mandi, mereka melancarkan aksinya. Setiap ada anak yang akan masuk ke dalam pasti di hadang dan disuruh pergi dari situ.


Ria di dalam kamar mandi masih saja membiarkan Lyra terkurung. Setelah lima menit Ria membuka pintu itu dan menarik rambut Lyra.


"Auuu sakit bodoh, lepasin gue gak loe sialan." bentak Lyra.


"Apa loe bilang sialan, ini yang sialan" Ucap Ria yang semakin kencang menarik rambut Lyra.


"Loe tahu apa kesalahan elo"


Lyra hanya geleng-geleng kepala tidak mengerti.


"Elo sudah buat cowok gue suka sama loe, jadi cewek gak usah keganjenan deh godain cowok orang.Sujud gak loe di bawah kaki gue" Bentak Ria.


Lyra yang di paksa sujud malah sengaja meludahi kaki Ria.


"Cuuihhh,,, loe pikir loe siapa seenaknya nyuruh orang" Ucap Lyra langsung membalik badan dan mendorong Ria.


"Dasar sialan loe, berani sekali dorong-dorong gue"


Bug,,,bugh,, Lyra memukul wajah Ria dengan cepat dan menendangnya, tadi dia hanya pura-pura diam agar Ria tidak terlalu menyakitinya, tapi setelah terlepas Lyra langsung melayangkan kepalannya.


"Akkkkhhhhh,,, Rika, Risa tolongin gue"


Mereka yang di panggil langsung berlari, karena jam masuk sudah berbunyi jadi tempat itu sudah sepi. Dewi yang tadinya menyusul Lyra pun dicegah oleh mereka, mereka berbohong mengatakan Lyra sudah pergi dan Dewi hanya percaya saja.

__ADS_1


Risa dan Rika sangat terkejut melihat Ria yang sudah tersungkur, mereka langsung saja memegang kedua tangan Lyra tanpa Lyra sadari.


"Hey lepasin gue, jangan bisanya main kroyokan aja kalian, dasar pengecut" Ucap Lyra yang berusaha melepaskan tangannya.


Sedetik kemudian Ria bangkit dan menampar Lyra sampai lima kali.


"Aakkhhhh sakit" Teriak Lyra.


Bruuukkkk,,,, tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamar mandi itu.


"Ria loe bener-bener keterlaluan, gue kecewa sama loe" Ucap laki-laki itu yang ternyata adalah Rio.


"Sayang gue bisa jelasin, cewek miskin ini sudah mukul gue.Lihat ini muka gue sampai biru begini" Ucap Ria yang pura-pura menjadi korbannya.


"Loe pikir gue percaya sama loe, asal loe tahu aja, Lyra itu gak mungkin mukul orang kalau gak ada yang duluin, paham loe. Mending kita putus sekarang juga, kita sudah tidak ada hubungan lagi, titik."Tegas Rio.


Rio pun langsung menggendong Lyra dan membawanya ke UKS. Kebetulan Kenan lewat, dia beralasan dengan guru untuk buang air sama seperti Rio sebelumnya.


"Udahlah loe diem aja, gak usah ikut-ikut mau gendong segala, alasan saja mau pegang-pengang Lyra"


"Hey loe itu bukan siapa-siapanya, jadi gak usah sok jadi jagoan, Lyra itu orangnya gak suka di pegang-pengang cowok lain" Bentak Kenan tapi masih pelan.


"Sudahlah kak ke diam, masalah gendong aja sampai ribut. Badan gue sakit semua ini" Ucap Lyra yang malas mendengar perdebatan mereka.


Mereka pun langsung terdiam sampai masuk ke dalam UKS. Rio langsung membaringkan Lyra dan mengambil antibiotik untuk mengobati luka di wajah Lyra.


Mereka masih saja berdebat untuk mengobati Lyra, bukannya cepat diobati malah semakin membuat Lyra pusing.


"Diaaammmmm,,,, kalian bisa diam gak sih, kayak gini aja sampai ribut. Kak ke lebih baik kakak urusin tuh Ria the genk, biarkan Rio disini. Semua ini gara-gara dia, dia yang harus tanggung jawab. Gak ada penolakan, udah sana pergi." Ucap Lyra yang membuat Kenan menjadi diam dan pergi meninggalkan mereka.


"weeeek sukurin di usir Lyra, hahaa" Ucap Rio setelah kepergian Kenan.


Tiba-tiba Lyra memanggil Rio yang masih tertawa didepan pintu UKS.

__ADS_1


"Hey, kalau loe gak mau obatin mending pergi aja deh, ngapain juga mejeng di depan pintu dari tadi." Oceh Lyra.


"Astaga gue lupa, bini gue malah gue tinggalin" Ucap Rio sambil menepuk keningnya.


"Istriku maafkan abang ya, sini abang obatin lukanya" Ucap Rio yang membuat Lyra rasanya ingin muntah.


"Gak usah lebay deh loe, gara-gara elo ini gue jadi begini. Urusin tuh cewek loe yang bar-bar itu, sekalian aja bilang sama dia kalau gue bini loe biar sekalian jantungan tuh anak." Kesal Lyra.


"Maaf ya, gue gak tahu kalau mereka bakal kayak gini. Lagi pula kan gue udah putusin Ria, jadi kami otomatis gak ada hubungan apa-apa lagi.Kamu jangan marah ya plissss" Ucap Rio dengan rasa bersalah.


"Gak mau, pokoknya bakal gue aduin sama papa mereka biar di keluarin sekalian dari sekolah. Siapapun yang berani macem-macem sama gue bakal gue buat hidup mereka hancur,termasuk kamu. Awas aja kalau selingkuh lagi,gue potong tuh adik loe" Ancam Lyra.


"Ihhhh ngeri lah ra mau potong segala. Lah elo juga masih pacaran sama Kenan, ngapain loe larang gue juga."


"Gue pacaran sama dia gak pernah macem-macem ya, gue bisa jaga jarak. Jangankan ciuman, pelukan aja kita gak perna. Bukan kayak elo asal coblos aja" Ucap Lyra yang tidak mau kalah.


"Ya udah deh gue pacaran tapi gak gituan lagi, tapi gue gak sama Ria kok, gue bakal cari lagi" Ucap Rio sambil menaik turunkan alis.


"Ah terserah elo lah, yang penting jangan sampai nyakitin gue dan jangan asal coblos aja, gue gak mau ketularan penyakit HIV loe"


"Tega loe ra ngatain gue punya HIV, kayak gini juga gue sehat tau"


"Terserah loe aja lah, selagi pernikahan ini masih dirahasiakan, kita bebas pacaran sama orang lain. Loe gak usah ikut campur urusan gue" Ucap Lyra yang disetujui Rio.


"Oke, deal. Lagi pula gue juga belum cinta sama elo, jadi gue mau puas-puasin pacaran dulu. Hehe"


"Silahkan, gue juga gak cinta sama loe. Gue gak tahu hubungan ini bakal bertahan lama atau enggak, setidaknya gue belum siap buat orang tua gue malu lagi gara-gara gue."


"Sudah-sudah gak usah ngomongin ini lagi, mending loe istirahat, gue mau keluar sebentar dulu buat ngurus mereka." Ucap Rio langsung pergi setelah Lyra berbaring.


Saat sudah keluar dari pintu Rio berhenti sejenak.


"Ra, sampai kapanpun gue gak akan ninggalin apa lagi menceraikan loe. Loe milik gue dan gak ada yang boleh memiliki loe selain gue. Masalah kenan gue masih bisa tahan, tapi kalau dia macam-macam gue gak akan tinggal diam, sedikit saja menyentuh milik gue, gue bakal bunuh dia" Batin Rio dan langsung pergi menuju kantor kepala sekolah.

__ADS_1


__ADS_2