Pernikahan Rahasia Anak Sekolah

Pernikahan Rahasia Anak Sekolah
bab 12


__ADS_3

Ria and the genk masih di dalam WC Sekolah, mereka takut akan di laporkan dengan kepala sekolah, apa lagi Rio sekarang memutuskan Ria.


"Sialan tu Rio, enak aja mau mutusin gue. Tunggu saja gue bakal jebak kalian berdua"Ucap Ria sambil menyeringai.


Tiba-tiba ada seseorang yang datang tepat mereka berdiri di ambang pintu.


" Ayo cepat ikut gue, gue bakal laporin kalian supaya di hukum dengan Kepala Sekolah"Bentak Kenan.


Dengan rasa takut mereka mengikuti Kenan dari belakang,untung saja jam pelajaran sudah dimulai, jadi tidak ada murid yang tau tentang masalah ini.


Setelah sampai disana, Rio juga sudah menunggu mereka.


"Ayo buruan masuk, gue bakal jadi saksi kejahatan elo"ucap Rio.


Tok,, tok,,,


" Masuk"Terdengar suara pak Handoko dari dalam.


"Ada apa ini,kenapa kalian masuk ramai-ramai?"Tanya pak Handoko yang kebingungan.


Rio menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalian sangat keterlaluan, kalian tahu siapa Lyra itu hah"Bentak pak Handoko.


"Kalian Bapak skors selama satu minggu tidak boleh masuk sekolah, dan orang tua kalian panggil sekarang kesini, cepatt" Bentaknya lagi.


Mereka langsung mengeluarkan handphone masing-masing dan menelpon orang tua mereka.


"Kalian berdua keluarlah, biarkan bapak yang urus mereka" Ucap pak Handoko pada Rio dan Kenan.


Mereka pamit keluar dan kembali ke kelas, di jalan Kenan masih penasaran tentang hubungan Rio dengan Lyra. Dilihat dari wajahnya tadi Rio bukanlah seorang sepupu melainkan seperti kekasih yang takut kehilangan pacarnya.


"Rio tunggu dulu gue mau bicara" Ucap Kenan.

__ADS_1


"Ada apa, katakanlah" Ucap Rio yang sudah tahu maksud Kenan.


"Apa benar loe sepupu Lyra, tapi kayaknya loe sayang banget sama Lyra?"


"Apa, Lyra bilang sama Kenan kalau gue sepupunya.Dasar istri durhaka" Kesal Rio dalam hati.


"Menurut loe aku cocoknya jadi apa?" Rio malah bertanya balik.


"Rio, gue serius. Sepertinya ada hubungan istimewa diantara kalian beberapa hari ini, jika Lyra sepupumu kenapa dia baru bilang sekarang, kenapa gak dari dulu-dulu" Cerca Kenan.


"Loe mau tahu? asal loe tahu aja hubungan kami lebih dari sepupu, jadi jangan pernah loe sentuh Lyra sedikitpun, paham." Ucap Rio sambil meninggalkan Kenan yang masih berdiri mematung.


"Sialan loe Rio, awas saja kalian kalau ada hubungan istimewa, gue gak akan tinggal diam" Gumam Kenan sambil mengepalkan tangan.


Jam pulang sudah berbunyi, Dewi yang dari tadi menunggu Lyra semakin gelisah, buru-buru dia keluar kelas untuk menemui Kenan.


"Kenan tungguin gue, loe lihat Lyra gak? Dari tadi gue cariin dia gak ketemu!"


"Lyra ada di UKS, dia tadi dijebak sama Ria di toilet" Ucap Kenan yang langsung membuat Dewi kaget.


Didalam UKS hanya ada Rio dan Lyra, Rio tampak mesra memeluk Lyra dari samping.


"Ra, kamu masih sakit gak? Kalau sakit kita ke rumah sakit aja yok!"


"Udahlah yo gak usah lebay deh, gue gak papa kali"jawab Lyra yang berusaha kuat.


" Loe itu istri gue sekarang ra, sudah sewajarnya gue kwatir sama loe"ucap Rio bersungguh-sungguh.


"Iya-iya gue tahu loe laki gue, tapi jangan bilang-bilang sama orang dulu tentang hubungan kita" Pinta Lyra.


"Kenapa ra, apa loe belum rela mutusin Kenan? Lagi pula loe anak pemilik sekolah ini ra, jadi bebas dong loe mau kayak gimana, gue juga sudah putus sama Ria.Pliss ra loe putusin Kenan ya, dan kita jalani hubungan ini dengan serius. Gue yakin suatu saat kita bakal sama-sama cinta."


"Bukan masalah itu yo, gak semudah itu buat publikin hubungan ini. Gue anak pemilik sekolah harusnya menjadi panutan, bukan jadi contoh yang gak bener. Soal Kenan gue belum ada alasan buat mutusin dia, tenang aja sebelum lulus gue putusin dia kok" Lyra mencoba meyakinkan Rio dan Rio akhirnya mengangguk setuju. Dia mengecup kening Lyra dan membawa Lyra keluar ruangan itu.

__ADS_1


Saat melewati pintu Lyra sangat terkejut melihat ada Dewi disana.


"De, Dewi sejak kapan loe disini" Ucap Lyra gagap takut Dewi mengetahuinya.


"Ra ayo masuk, dan loe Rio kamu juga masuk" Ucap Dewi dingin.


Mereka bertiga pun masuk dan mengunci ruangan itu dari dalam,karena takut ada orang yang melihat.


"Gue sudah tahu semuanya, gue sahabat loe ra, tolong ceritakan yang sejujurnya,jangan buat gue kecewa sama elo" Ucap Dewi.


"Jangan salah paham dulu Wi, oke gue bakal jelasin. Gue emang anak pemilik sekolah ini, gue menyamar menjadi anak biasa saja karena gue gak mau punya banyak teman tapi cuma ada maunya aja, cuma elo yang mau berteman sama gue, cuma elo yang tulus sama gue wi. Maaf kalau gue bohong selama ini" Ucap Lyra.


"Kalau masalah kami itu,semua berawal sejak tiga minggu yang lalu." Lyra terdiam sesaat dan melanjutkan ceritanya. Dari dia menabrak Rio sampai Ria the genk menjebaknya semua Lyra ceritakan dengan Dewi.


Dewi nampak tak percaya mendengar hal itu.


"Gue gak nyangka ra, loe bakal kayak gini.Ini semua gara-gara loe Rio.Kenapa sih suka banget yang namanya celap-celup sembarangan. Nyebelin tau gak loe itu" Ucap Dewi memarahi Rio yang hanya diam saja tanpa berkata. Rio tahu ini semua kesalahan dia, tapi ini juga berkah buatnya karena mendapat Lyra yang sangat cantik.


"Jadi hubungan elo sama Kenan gimana ra, kasian tuh si Kenan pasti bakal sakit hati." ucap Dewi.


"Gue juga gak tahu wi.Sudahlah gak usah bahas itu lagi, gue harap loe akan selalu menjadi sahabat gue wi, gue gak punya sahabat lagi selain elo"Ucap Lyra menangis.


"Loe ngomong apa sih, gue tetap sahabat loe ra, gue sayang sama elo"ucap Dewi yang langsung memeluk Lyra dan dibalas Lyra.


"Makasih ya wi loe udah ngertiin gue"Lyra tampak menyeka air matanya yang keluar, Dewi pun sama halnya seperti Lyra.


"Udah dong dramanya, yok ra kita pulang" Ucap Rio yang sudah bosan menunggu mereka.


"Ihhhh dasar Rio nyebelin, gue males kalau punya laki kayak elo, suka coblos sana sini. Awas ra nanti ketularan penyakitnya, hahah" Ucap Dewi yang langsung kabur sebelum Rio memarahinya.


"Dasar temen kamu itu, enak aja ngatain orang" Gerutu Rio.


"Lah kan emang yo, haaha" Jawab Lyra sambil tertawa.

__ADS_1


"Kamu sama aja ra, udah ah ayo pulang"


Rio memapah Lyra dan menuju ke tempat parkir.


__ADS_2