
Sheryl POV
Hari ini adalah hari pertama kali aku bekerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal di kota J, aku menduduki posisi sekertaris direktur utama, jangan heran ketika aku mendapati posisi ini dengan mudah karena semuanya sudah diatur oleh orang tuaku dan orang tua calon suamiku
Calon suami?
Ya aku sudah di jodohkan sedari kecil oleh kedua orang tuaku mau tidak mau tentu saja aku harus menerimanya, terlebih aku sudah mengenalnya sedari kecil, karena hal inilah aku tidak bisa membuka hatiku untuk orang lain dan berusaha membuka hati untuk calon suamiku
Aku mengenakan dalaman manset berwarna putih dengan blazer berwarna biru tua dan dipadukan dengan rok hitam diatas lutut, menggerai rambut panjang yang hampir setengah punggung dan memoleskan make up yang elegan diwajahku, tak lupa aku memakai sepatu heels dengan tinggi 7 cm
“Sempurna” gumamku dihadapan cermin meja rias
Aku menuruni tangga menuju meja makan sudah ada kedua orang tuaku serta kakak laki-laki satu-satunya yang kumiliki
“Gimana sudah siap bekerja dikantor calon suamimu?” tanya papi dengan menaik turunkan alisnya menggodaku, aku hanya mengangguk sambil mengambil sepotong roti dan mengolesinya dengan selai coklat kesukaanku
“Mau diantar apa jalan kaki?” tanya Ferdy
“Ya diantar lah mumpung kakak ada disini di manfaatin sedikit” jawabku santai sambil melahap sarapanku
“Apa perlu papi belikan mobil?” tanya papi
“Hahh, gak usah pi aku bisa naik taksi aja kok kalau gak ada kak Ferdy” jawabku cepat sejujurnya aku masih trauma dalam mengendarai mobil
“Iya pi jangan bisa-bisa mobil baru yang papi belikan udah jadi jenazah duluan dikali” Ferdy menimpali ucapan papinya saat mengingat ketika Sheryl belajar naik mobil miliknya, mobil yang di bawa adeknya memasuki got untung gotnya kecil cuma muat dua roda depan
“Dih apaan sih, udah yuk kak berangkat nanti aku telat aja gak enak sama yang lain, pi mi aku berangkat dulu ya” aku langsung meraih tas dan berjalan menuju halaman depan
“Mau jadi nyonya juga gak mungkin kena marah” ucap Deryl adik laki-laki ku yang baru menginjak bangku kuliah, aku hanya memutar bola mataku ketika berpapasan dengannya
“Kabiasaan baru bangun jam segini” ucapku
“Yang penting bangun, kalau gak bangun nanti kakak nangis aja” ucapnya sambil menuju meja makan
***
__ADS_1
Aku menatap bangunan yang menjulang tinggi tempatku bekerja
“Semangat” aku menyemangati diriku sendiri dan mulai melangkahkan kakiku memasuki gedung yang menjulang tinggi ini menuju ruangan HRD untuk melapor, setelah melapor aku menaiki lift menuju lantai teratas ruangan dimana aku akan bekerja
Aku duduk didepan meja yang sudah disiapkan didekat pintu ruangan direktur utama karena aku merupakan sekertaris pribadi, dan di seberang sana ada sebuah meja khusus untuk asisten pribadi, aku sedikit deg deg an ketika mendengar langkah kaki yang datang siapa lagi kalo bukan calon suamiku Altezza Rafrendi bersama asistennya
Wajahnya masih sama seperti dulu tampan tapi kurasa dia terlihat semakin tampan saja
“Kak” sapaku namun dia tidak menoleh sama sekali melainkan terus melangkahkan kakinya memasuki ruangan, kenapa dia berubah menjadi dingin
“Selamat pagi bu” sapa asisten dibelakangnya sambil tersenyum mengikuti langkah atasannya
“Loh kak kenzo” aku tidak melihatnya tadi, mungkin karena terlalu fokus melihat kak Ezza
Selama bekerja aku terus memikirkan sikapnya itu, ada apa dengannya, mungkin aku terlalu banyak berfikir
Waktu jam makan siang aku mencoba mengetuk pintunya
Tok tok tok
“Masuk” ucapnya dari dalam
“Kak sudah jam makan siang, mau makan bareng” ucapku memulai pembicaraan
Dia menoleh menghadap ke arah ku sebentar kemudian kembali sibuk dengan pekerjaan nya “Tidak kau duluan saja”
“Oh oke” jawabku singkat dan hendak keluar
“Tunggu” langkahku terhenti seketika
“Lain kali kalo kamu mau makan siang tidak perlu mengajakku” lanjutnya
Aku hanya mengangguk patuh, haish kenapa nada nya begitu dingin
Aku keluar dari ruangannya ketika hendak menuruni lift aku berpapasan dengan seorang gadis berjilbab yang memakai seragam resepsionis “Mau kemana dia, bukannya ini lantai direktur utama” batinku
__ADS_1
***
Esoknya ketika aku bekerja ternyata kak Ezza pergi keluar kota karena ada urusan kantor selama tiga hari ingin rasanya aku menelponnya namun aku ragu akhirnya aku mengirim pesan melalui chat
“Kak Ezza ini aku Sheryl” lama aku menunggu balasan namun tidak ada “mungkin dia sedang sibuk” batinku
“Kak jangan lupa makan, jaga kesehatan” aku mengirim pesan kedua, haish emang ya kalo menunggu itu melelahkan akhirnya aku meletakkan hp dan menyibukkan diri dalam pekerjaanku
Akhirnya waktu pulang pun tiba ketika aku sudah berada di lantai paling bawah aku melihat ada seorang resepsionis yang mengenakan jilbab “kayak pernah lihat” gumam ku “oh iya dia kan yang kemarin dilantai atas ruang direktur, kenapa rasanya ada yang aneh ya”
***
Tiga hari sudah berlalu kak Ezza kembali bekerja setelah urusan di luar kota selesai, aku berada di ruangannya melapor pekerjaanku sekaligus memberikan jadwal kegiatannya
“Kak kenapa kamu gak bales pesanku?” ucapku setelah selesai memberikan berkas dokumen
“Chat nya tenggelam” jawabnya lagi-lagi nada dingin yang ku dengar dari mulutnya
“Kalo udh selesai urusanmu disini segera kembali ke tempatmu” ucapnya, seperti mengusirku secara halus namun dengan nada yang dingin “Oh ya satu lagi selama di kantor kamu harus memanggilku pak sama seperti yang lain memanggilku”
Aku diam seribu bahasa ingin sekali aku bertanya kenapa dia berubah seperti ini, kak Ezza yang aku kenal emang dingin dan cuek namun itu dihadapan orang lain, waktu aku kecil dulu dia begitu ramah denganku, bahkan selalu melindungi ku seperti kak Ferdy.
Aku keluar ruangan sebentar namun masuk kembali sambil membawa kotak makan di tanganku
“Nih kak jangan lupa makan, aku membuatnya sendiri” ucapku sambil meletakkan kotak itu di atas meja
“Besok-besok jangan membawa bekal untuk ku” ucapnya, aku kesel dengan sikapnya itu, aku segera keluar dari ruangan bukannya bilang terima kasih malah kayak gitu
“Bekal untukku ada gak?” ucap Kenzo begitu aku kembali ketempat dudukku
“Nih makan punya ku aja” jawab ku kesel sembari memberikan kotak bekal ku
“Loh terus kamu makan apa?” tanyanya
“Makan hati” jujur saja nafsu makan ku sudah hilang sejak keluar dari ruangan kak Ezza
__ADS_1
"Hahahaha emang kenyang?" tanya Kenzo yang menerima bekal ku tanpa sungkan
Aku mengenal kak Kenzo karena dulu kak Kenzo merupakan tetanggaku sebelum aku pindah ke rumah yang sekarang aku tempati