Perubahan Hati

Perubahan Hati
Sakit


__ADS_3

Sheryl terbangun dari tidurnya, dilihatnya di depan meja terdapat makanan gratis


"Peka banget sih kak Azz" ucap Sheryl yang langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya ini


Sheryl melangkah kakinya menuju kamar mandi, kakinya sudah bisa ia gunakan untuk berjalan walaupun masih terasa perih, dia mencuci muka dan mengompres pipinya sebentar sehabis itu memolesi wajahnya dengan make up untuk menutupi bekas tamparannya


"Udah sore aku harus pulang" Sheryl langsung memesan taxi online untuk pulang


"Dari mana kamu?" begitu Sheryl melangkahkan kakinya memasuki rumahnya pertanyaan Ferdy pun menyambutnya


Dilihatnya Ferdy sedang duduk di ruang tamu di temani oleh asisten setianya Azz


"Eh kak kok udh pulang?" bukannya menjawab Sheryl malah bertanya


"Gak usah mengalihkan perhatian, dari mana kamu?" tanyanya lagi


Sheryl menatap ke arah Azz berusaha mencari tau apa yang terjadi


"Barusan kami ke kantor tuan Ezza untuk mengurus beberapa dokumen namun kami tidak melihat non" ucap Azz yang berusaha membuat kode alur cerita agar Sheryl tidak salah menjawab


"Aku ada urusan di luar tadi kak, makanya gak ada di kantor" ucap Sheryl mimik wajahnya nampak biasa saja


"Benarkah? urusan apa?" tanya Ferdy


"Urusan......." belum selesai Sheryl berbicara Ferdy langsung memotongnya dengan cepat


"Merajut hubungan kan" ucap Ferdy tertawa kecil


"Apaan sih kak"


"Hahahaha tadi Ezza gak ada di kantor kamu juga gak ada di kantor pasti lagi kencan kan sampai bolos kerja segala" ucap Ferdy menyimpulkan


Sheryl menatap kakaknya dengan malas, kesimpulan macam apa itu

__ADS_1


"Ehh kamu mau kemana?" Ferdy melihat Sheryl hendak menaiki tangga


"Mau istirahat kak capek" Sheryl terus melangkahkan kakinya menuju kamar


"Sheryl menghapus semua make up di wajahnya, dia melihat dirinya di cermin"


"Aku capek"


"Tidak kamu tidak boleh capek"


"Aku sudah lelah"


"Jangan sampai kamu lelah"


"Bisa kah aku kembali"


"Tidak"


"Mengapa?"


Dia mengusap cermin dengan lembut seakan-akan mengusap wajah aslinya


"Benar kamu tidak boleh capek, tidak boleh lelah, tidak boleh kembali karena kamu hanya akan mengecewakan semua orang" gumam Sheryl


***


"Lili sayang coba liat itu siapa" tanya seorang wanita cantik yang anggun, dia menunjuk ke salah satu anak laki-laki yang asyik bermain dengan temannya


"Tata eja" ucap gadis kecil dengan pipi yang gembul, mulutnya penuh dengan coklat


"Iya benar lili tau gak nanti di masa depan dia yang akan menjaga lili" ucap wanita itu lagi


"Ja apa?" lili yang hampir menginjak usia tiga tahun tentu saja tidak mengerti apa-apa

__ADS_1


"Suatu saat nanti dia yang akan menjadi suami lili?" ucapnya lagi, nampaknya wanita itu sangat gemas dengan gadis kecil tersebut


"cumi, cumi tuh apa?" tanya lili


"Suami itu orang yang mendampingi lili di masa depan, kayak papi sama mami lili, nanti lili yang jadi maminya sedangkan kak Ezza yang jadi papinya" terangnya kepada gadis imut itu


Lili hanya mengangguk-angguk kan kepalanya


"Lili sayang kan sama kak Ezza?" wanita itu mengusap bibir lili yang sudah belepotan oleh coklat


"Ya lili cayang" ucap lili


***


Keesokan harinya Sheryl berangkat ke kantor seperti biasanya namun tampaknya suasana di kantor tidak seperti biasanya


Sheryl duduk di kursi tempat kerjanya, dia melakukan pekerjaan seperti biasanya


Brukkkk


Tiba-tiba saja mejanya mengeluarkan suara dengan keras, ada sebuah tangan kekar yang menggebrak meja tersebut, dia mendongakkan kepalanya menatap siapa pelaku yang membuat meja itu kesakitan hingga mengeluarkan suara


"Kak Ezza" gumam Sheryl


"Bagus ya mendekati ku tanpa tahu malu sembari mendekati pria lain, benar-benar menjijikkan" ucap Ezza dengan wajah yang menyeramkan terlihat bahwa dia sangat marah


"Maksud kak Ezza apa, jangan samakan aku dengan kamu kak, kamulah yang mendekati wanita lain padahal kamu tau pasti bahwa kamu sudah memiliki seorang tunangan" ucap Sheryl yang tidak terima di katakan wanita murahan


"Tunangan? jangan harap perjodohan kita ini akan terjadi, aku akan membatalkan perjodohan ini" ucap Ezza datar


"Aku tidak akan melarang kamu berhubungan dengan pria lain bahkan sampai pulang ke apartemennya, tunggu sampai aku memiliki bukti akan aku gunakan untuk menghancurkan perjodohan kita" ucap Ezza tegas


Sheryl hanya terdiam mencerna apa yang Ezza omongkan, apa maksudnya pergi ke apartemen pria lain, ah benar apa apartemennya kak Azz tapi bagaimana dia tahu batin Sheryl

__ADS_1


"Tidak kak, kamu tidak akan bisa menemukan bukti apapun karena aku tidak pernah berbuat seperti yang kamu bayangkan, aku tidak salah kak kamulah yang salah" gumam Sheryl sembari menatap pintu ruangan Ezza yang sudah tertutup rapat


__ADS_2