Perubahan Hati

Perubahan Hati
Jiwa Negoisasi


__ADS_3

"Fungsi alkohol itu sangat banyak dan cocok untuk kosmetik, produk tanpa alkohol akan sangat sulit untuk menyerap, sudah banyak pula produk kosmetik tanpa alkohol, lantas mengapa anda juga ikut mengusulkan produk kosmetik tanpa alkohol?" tanya seorang peserta rapat


"Ya benar alkohol memiliki banyak fungsi dalam kosmetik karena alkohol memiliki zat pelarut, alkohol cepat menyerap dan bahkan bisa melembabkan kulit" jawab Sheryl


"Namun jangan lupakan fakta bahwa kulit setiap orang berbeda, terlalu memakai produk dengan kandungan alkohol juga dapat menyebabkan iritasi, apalagi jika kulit sensitif akan sulit dalam menerima berbagai macam jenis alkohol"


"Tentu saja kita dapat memproduksikan kosmetik yang beralkohol dan tanpa alkohol, kosmetik yang beralkohol dapat digunakan oleh siapapun namun kita juga harus mengingat bahwa alkohol di haramkan bagi seorang muslim, tidak jarang setiap orang muslim ingin menggunakan produk yang halal dan tentu saja dengan kualitas yang tinggi"


"Namun kita juga bisa menggunakan cetyl alcohol atau cetearyl alcohol untuk membuat kosmetik yang halal, kedua jenis ini aman dan halal dipakai karena berasal dari tumbuhan dan minyak alami"


"Terutama parfum, parfum banyak diminati oleh kaum pria muslim tanpa kandungan alkohol untuk melaksanakan ibadah di hari Jum'at atau ibadah di hari penting lainnya. Penduduk di negara kita ini bermayoritas agama Islam maka jika kita juga memproduksi kosmetik tanpa alkohol dan berlebelkan halal tentu saja pencapaian akan semakin meningkat"


"Anda benar-benar berpikir untuk semua orang ya, baik agamanya maupun kalangannya" ucap salah seorang diantara peserta rapat tersebut, ia kagum karena Sheryl merupakan orang yang sangat teliti


Sheryl tersenyum kemudian dia berkata "Itu sudah pasti karena saya ingin semua wanita merasakan kesetaraan meski dengan keterbatasan masing-masing yang mereka miliki"


Prok prok prok


Suara tepuk tangan berhasil mengakhiri rapat dengan sempurna, tak jarang banyak mata yang memandang dirinya dengan kagum karena kepercayaan serta ide cemerlang yang dimilikinya


Setelah rapat usai semua orang keluar dari ruangan satu persatu


"Hahahaha, pantas saja kau yakin bahwa rapat ini akan berhasil" ucap seorang pria yang umurnya sekitar 40 an


"Bagaimana pak Hans apa anda puas dengan kerja keras saya?" Tanya Sheryl dengan senyum yang mengembang di bibirnya


"Tentu saja dan sesuai kesepakatan kita saya akan menandatangani kontrak kerja sama yang sempat saya batalkan kemarin" ya pria itu adalah pak Hans yang membatalkan kontrak dengan perusahaan di bidang elektronik tersebut

__ADS_1


"Dan sesuai kesepakatan kita juga jika investasi ini berjalan dengan lancar dan berkembang pesat maka perusahaan ini juga akan mendapatkan keuntungan bukan" ucap Sheryl


"Hahahaha kau benar-benar seorang pembisnis pintar sekali dalam bernego" ucap pak Hans sebenarnya beliau bukanlah orang yang menakutkan


"Tentu saja, ide cemerlang serta tenaga saya ini sangat berharga loh" Sheryl berucap dengan bangganya


"Kau itu sudah cantik pintar pula, ingin sekali rasanya saya menukar sekretaris saya dengan sekretaris utama di perusahaan ini" ucapan pak Hans mampu membuat sekretaris yang dia milikinya itu melotot dan berusaha menelan ludahnya dengan kasar


"Pak jangan lupa bahwa aku pernah menyelamatkan anda" ucap sekretaris nya tersebut, wajahnya sedikit pucat, mungkin dia benar-benar takut posisinya akan di ambil oleh orang lain


"Hahahaha kau itu perhitungan sekali dari siapa kau belajar bernego seperti ini" ternyata candaan pak Hans mampu membuat sekretaris nya itu menciut


"Dari anda lah pak Hans, jiwa pembisnisnya sudah mulai keluar" ucap Sheryl menimpali


"Hati-hati pak bisa saja dia akan membangun usahanya sendiri dan menyaingi perusahaan bapak" lanjutnya


"Saya tidak akan seperti itu" ucap sekretaris pak Hans, rasanya mereka berdua senang menggodanya


Dia menatap ke arah pintu ruang direktur utama yang tertutup "Apa yang mereka lakukan di dalam"


Perlahan Sheryl mencoba membuka pintu tersebut dan ternyata masih terkunci rapat "Jika seperti ini terus mungkin kah aku akan kalah"


Sheryl menaruh kepalanya di atas meja, dia termenung cukup lama hingga tanpa sadar pikirannya melayang memasuki alam mimpi, alam yang tidak bisa di ganggu oleh orang lain, alam yang hanya di kendalikan oleh pikiran di bawah alam sadarnya


***


Kring Kring Kring Teett Toott Teett Toott Ooowweeoo Ooowweeoo

__ADS_1


Suara alarm itu mengusik sang penghuni kamar dari tidurnya, ia mulai mengucek matanya berusaha menetralkan cahaya yang masuk ke retina mata indahnya


Dia mulai bangun dari tidurnya dan mendudukkan diri sembari melihat sekeliling kamarnya setelah kesadarannya kembali utuh


"Loh bukannya aku ketiduran di kantor ya" gumamnya setelah ia menyadari bahwa ia masih mengenakan kemeja lengkap dengan roknya, hanya blazer nya saja yang terlepas


"Ah mungkin salah ingat" dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari ini merupakan hari libur ia akan memanfaatkannya untuk rebahan dan menikmati hari dengan santai


***


Ezza POV


Aku pusing dengan kejadian-kejadian di kantor, ini pertama kalinya bagiku kehilangan kontak kerjasama dengan pihak lain, jujur saja aku marah akan hal itu apalagi itu bukanlah kesalahan yang aku perbuat, namun ketika aku mengetahui bahwa ini kecerobohan Dina tentu saja aku dapat memaafkannya dengan mudah, apalagi aku tidak ingin menyakiti dirinya


Namun selang beberapa hari terjadi kekacauan lagi di perusahaan, siapa orang yang dengan berani menyebarkan fitnah tentang Dina, aku menyuruh Kenzo untuk menghapus berita tersebut di setiap media yang mempostingnya, dan menyuruhnya untuk mencari tau siapa dalang di balik ini semua


Pikiranku sudah kalut aku sudah tidak peduli lagi aku bahkan membatalkan rapat investasi dengan perusahaan produk kosmetik, ini bukanlah ide ku untuk berinvestasi dengan perusahaan kosmetik namun ide sekretaris ku, setelah aku mengadakan rapat dengan orang-orang penting yang bekerja di perusahaan ku dan dengan pertimbangan yang cukup matang akhirnya aku setuju dan menyuruhnya untuk menyiapkan segalanya


Siapa sangka sore harinya pak Hans menghubungi ku dan berkata bahwa dia tidak jadi membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaannya, ketika aku selidiki ternyata itu semua berkat sekretaris ku, cara apa yang dia gunakan hingga mampu membalikkan hati manusia yang terkenal dengan kedisiplinan yang luar biasa dan perkataan yang tidak bisa di tarik kembali


Tidak hanya itu aku juga terkejut ketika dia tidak membatalkan rapat bahkan memimpin rapat tanpa ku, ya tentu saja karena dia merupakan sekretaris baru siapa yang percaya akan hal itu. Ditambah lagi dia berhasil meyakinkan semua orang di ruang rapat dan menyetujui ide yang ia miliki


Aku membuka pintu ruangan ku yang sedari tadi aku kunci karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, aku juga harus mengantar Dina pulang karena setengah hari ini aku tidak bekerja melainkan sibuk mengurusi masalahnya dan menenangkannya


Namun aku melihat Sheryl tertidur dengan pulas tangannya menumpu kepalanya di atas meja dengan wajah yang terlihat lelah ada sedikit rasa bersalah yang mengganjal di hatiku kemudian aku menyuruh Kenzo untuk mengantar Dina pulang


Setelah mereka berdua pergi perlahan aku menggendong tubuhnya agar dia tidak terbangun, memasukannya ke dalam mobil dan mengantarkannya pulang, beruntung kantor sudah sepi hanya ada satpam dan pegawai yang sedang lembur

__ADS_1


Jujur saja apa yang dia lakukan ini sangat membantu perusahaan, namun aku merasa tidak enak dengannya mengingat sikap dingin ku yang ku tunjukkan selama ini dan sikap menjaga jarak dengannya


Aku tidak ingin menerima perjodohan tersebut, aku sudah bertekad untuk menentangnya dan memilih wanita yang ingin aku pilih, aku hanya menganggapnya sebagai adik dan tidak lebih dari itu


__ADS_2