
Hubungan?
Hubungan apa yang mereka miliki? Jadi bener mereka memiliki hubungan? Hubungan yang melebihi atasan dan bawahan
Sheryl hendak melangkahkan kaki nya berjalan ke arah mereka namun dia urungkan, akhirnya dia memilih menunggu sampai mereka berdua pergi
"Tidak akan aku biarkan apa yang menjadi milik ku dirampas oleh orang lain" batin Sheryl
Sheryl duduk di meja sembari menyibukkan diri dengan tumpukan berkas yang harus dia selesaikan, begitupula Kenzo dia tampak sibuk dengan pekerjaan miliknya, hari ini tidak ada rapat atau pertemuan dengan kolega
Suara pintu terbuka menampilkan sosok tampan yang berwibawa
"Kau pulanglah lebih dulu, saya masih banyak urusan disini" Ezza berkata kepada sekertaris nya siapa lagi kalau bukan Sheryl
Sheryl menatap Ezza dengan tajam "Urusan? pasti ngurusin wanita resepsionis itu bukan" batin Sheryl
"Masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan" jawab Sheryl namun dalam hatinya "Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bersama, lagi pula aku juga masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan, walaupun deadline nya masih lama"
"Terserah kau saja" Ezza membalik kan badannya memasuki ruangannya kembali
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, badan Sheryl sudah pegel duduk dari tadi di kursi, dia melirik ke arah Kenzo masih sama Kenzo sedang mengerjakan tugas-tugas nya, bola matanya melirik ke arah pintu yang masih tertutup rapat sedari tadi tidak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka
"Kak Ken apa pekerjaan mu masih banyak?" tanya Sheryl
Kenzo menghentikan pekerjaannya menatap ke arah Sheryl dan mengangguk pelan
"Kapan kau akan pulang?" tanya Sheryl lagi
"Aku akan pulang ketika bos pulang" ucap Kenzo yang mulai melanjutkan pekerjaannya lagi
Sheryl beranjak masuk ke ruang direktur utama tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat sang penghuni ruangan mendongakkan kepalanya menatap siapa orang yang memasuki ruangannya
"Kak anterin aku pulang ya" pinta Sheryl dengan nada memelas
"Sudah saya bilang kalau mau masuk ruangan saya ketuk dulu pintunya" ucap Ezza dingin
"Iya besok-besok aku ketuk dulu, sekarang anterin pulang ya, mami pasti khawatir" ucap Sheryl, pokoknya dia harus mau mengantar ku pulang
"Aku masih banyak urusan biar Kenzo yang mengantar mu pulang" Ezza mulai melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sejenak karena kehadiran Sheryl
"Apa kakak tidak mau bertemu dengan mami dan papi?" bujuk Sheryl
__ADS_1
"Lain kali saya akan menemui mereka" Ezza berbicara tanpa melihat ke arah lawan bicaranya
"Apa kakak tidak mau bertemu kak Ferdy?" bujuk Sheryl lagi
"Saya sudah sering bertemu dengannya" ya jelas orang mereka rekan bisnis sekaligus teman dekatnya
"Baiklah" Sheryl langsung menuju ke arah pintu untuk keluar dari ruangan yang dingin itu, udah pemiliknya dingin ruangannya juga dingin cocok kalau Kutub Utara di pindah ke sini "Cihh gagal lagi" batin Sheryl
***
"Makasih kak" ucap Sheryl yang sudah membuka pintu mobil untuk bergegas keluar
"Tidak masalah, aku duluan ya" setelah mendapat anggukan dari Sheryl Kenzo segera menancapkan gas nya
"Kamu baru pulang, habis lembur ya?" tanya sang mami yang sedari tadi menunggu kepulangan putri satu-satunya
"Iya mi, maaf ya aku gak ngabarin" ucap Sheryl
"Kamu udah makan malam?" tanya mami nya yang melihat wajah putri nya lesu
"Belum mi, aku ke kamar dulu ya, habis mandi aku baru makan" Sheryl bergegas menuju kamarnya
Brukkk
"Harus di catat" Sheryl beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di meja belajar sembari menulis rencana-rencana licik yang ada di otaknya
Tok tok tok
Suara pintu membuyarkan pikiran nya yang sedang menyusun rencana agar barang miliknya tidak di ambil orang lain
Sheryl membuka pintu kamar nya menampilkan sosok maminya yang membawa nampan berisi makanan
"Katanya mau mandi kok belum ganti baju dari tadi" ucap mami yang masih melihat putri nya mengenakan baju kerjanya
"Iya mi ini baru mau mandi tadi duduk sebentar menghilangkan rasa lelah" padahal mah menyusun rencana licik
"Sebentar? ini udah lewat dua jam, kamu dari tadi tidak turun untuk makan, mami pikir kamu sakit" ucap mami khawatir
"Hah dua jam, lama juga ya aku menyusun rencana nya" batin Sheryl
***
__ADS_1
Kring Kring Kring Teett Toott Teett Toott Ooowweeoo Ooowweeoo
Suara alarm berbunyi membuat sang penghuni kamar itu menggeliat mendengar suara yang memasuki telinganya
"Aaah sudah pagi" Sheryl terbangun mengangkat tangan kanan dan kirinya sembari meregangkan otot-otot nya "Waktunya menjalankan rencana yang tak terkalahkan" ujar Sheryl dengan semangat 45 yang dia miliki
Sesudah membersihkan diri, mengenakan pakaian yang pantas serta memoles make up elegan di wajahnya dia bergegas keluar dari kamarnya
"Eh tunggu dulu kayak ada yang kurang" ucap Sheryl yang sudah keluar dari pintu kamar serta menutupnya
"Oh iya" Sheryl membuka pintu itu lagi dan segera masuk berjalan kearah meja belajar nya
"Ini dia hampir aja lupa" Sheryl tersenyum dengan licik sembari memandang kertas yang ada di tangannya
"Pagi semua" dia mendudukkan dirinya di kursi meja makan
"Pagi" jawab mami papi nya dengan kompak
"Ada yang kesambet nih" ucap sang kakak menatap adiknya dengan horor
"Kakak tuh yang kesambet" Sheryl mengambil susu yang ada di hadapannya
"Jelek banget sih dandanan nya, kurang tebel itu" Kakaknya memandangi wajah Sheryl sembari meremehkan
"Enak aja orang cantik gini di bilang jelek, banyak yang lirik tau" ucap Sheryl yang tak mau kalah
"Kak jangan mulai deh pagi-pagi" tegur sang mami yang sedang menyiapkan makanan untuk suaminya
Namun lama-kelamaan tatapan mata sang kakak berubah menjadi sendu
"Aku berangkat dulu ya mi pi" pamit Sheryl kepada dua orang yang ia kagumi dan sayangi karena telah bersusah payah membuat dirinya agar hadir di dunia ini
"Gak mau di anter kakakmu?" tanya sang papi
"Gak pi aku mau naik taksi online aja, udah mesen kok" ucap Sheryl yang bergegas hendak berangkat ke kantor dengan riangnya
"Eh kakak kesambet apa" sapa sang adik seperti biasa dia bangun setelah semua orang hampir menyelesaikan sarapan di meja makan
"Eh udah bangun, nanti sehabis pulang kerja kakak beliin Cheese cake ya" ucapnya lembut dia tidak menghentikan langkahnya
"What?? benar-benar kesambet dia" gumam sang adik yang melihat punggung kakak perempuan nya itu perlahan menghilang di balik pintu
__ADS_1
Setibanya di kantor dia memasuki pintu utama melihat ke arah meja resepsionis kemudian dia tersenyum memandang wanita berjilbab yang sudah berdiri di sana
"Target di temukan"