
"Masak sih?"
"Coba kau lihat bagaimana bisa dia diterima di perusahaan ini"
"Dia tidak punya gelar sama sekali, benarkan?"
"Wajahnya juga tidak terlalu cantik"
"Tidak pernah sebelumnya perusahaan ini menerima wanita berjilbab sebagai resepsionis"
"Ya dia merupakan resepsionis pertama yang mengenakan hijab di kantor ini"
"Iya bener bahkan orang yang mengenakan hijab di kantor ini hanya sedikit itupun dengan prestasi yang luar biasa"
"Pasti ada campur tangan orang belakang"
"Padahal kita masuk perusahaan ini dengan susah payah"
Satu persatu lontaran hinaan dia dengar dari berbagai macam karyawan bahkan dari berbagai macam divisi
Wanita itu hanya diam dan menunduk, ia berusaha fokus dengan pekerjaan nya
"Dina kau sudah liat berita hari ini" tanya salah satu rekan kerjanya
Dia menggelengkan kepalanya pikiran nya sudah kalut saat ini, ibu nya tiba-tiba kambuh lagi dan sekarang banyak orang yang membicarakan dirinya
"Coba kau lihat! banyak media sosial yang menyebarkan ini" rekannya menyodorkan hp ke arahnya
Seorang Resepsionis Menutup Kebusukannya Dengan Mengenakan Jilbab
Seorang Resepsionis Berhubungan Dengan Banyak Pria Hanya Karena Jabatan
Resepsionis Berjilbab Yang Tidak Tahu Malu di Perusahaan xxxx
Dina kaget dengan berita mengenai dirinya yang lagi heboh di perusahaan, pantas saja semua orang membicarakan dirinya, bahkan di grup chat tiap divisi sudah menyebar luas
"Kamu gak papa din, Dina jangan diambil hati biarkan saja mereka jangan di dengarkan" ucap rekannya itu menghibur dirinya
"Ya Allah cobaan apa lagi ini" batin Dina
__ADS_1
"Din kamu di panggil ke ruangan direktur utama" ucap salah satu rekan yang lainnya
"Bahkan sampai direktur pun memanggil nya, apakah dia akan dipecat?"
"Bisa jadi dia juga punya hubungan sama direktur"
Ucapan-ucapan itu terus terlontar dari pegawai perusahaan yang bekerja di sana, gosip memang tak akan ada habis-habisnya
Dina menghembuskan nafas nya kakinya mulai ia langkahkan menaiki lift menuju lantai teratas di perusahaan ini, sepanjang jalan dia hanya mendengar orang-orang berbisik-bisik tentang dirinya
Kenzo berjalan ke arah Dina, tampak jelas kekhawatiran di sorot matanya
"Kau gak papa?" tanya Kenzo yang mendapat kan anggukan dari wanita resepsionis itu
Sheryl hanya menatapnya dan mengumpat dalam hati "Mau ngapain lagi sih dia kesini"
Kini Dina sudah duduk di sofa ruang direktur, kepalanya ia tundukkan sembari memainkan jari-jari tangannya
"Minumlah dulu" sodoran gelas berisi air putih itu mampu mendongakkan kepalanya, ia menerima gelas tersebut dan meminumnya
Ezza mendudukkan dirinya di samping Dina "Kau tenang saja semua ini akan berakhir"
"Tidak rumor itu tidaklah benar, bagiku kau bukanlah orang seperti itu" ucap Ezza meyakinkan wanita di sampingnya ini
Siapa yang membenarkan kecurangan? disaat ada orang yang menduduki posisi tertinggi karena kuasanya namun dia tidak lah ahli tentu saja akan menimbulkan rasa iri dan ketidakadilan, disaat banyak orang yang menduduki posisi terbagus hanya karena bantuan orang belakang tentu saja akan menyingkirkan banyak orang yang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut
Dina tau pasti akan hal itu, namun keadaan lah yang membuat dirinya terombang-ambing, bahkan menghalalkan segala cara agar dia dapat terlepas dalam sebuah ikatan keadaan yang memilukan
Tok tok tok
Terdengar suara pintu dari luar, Ezza menoleh ke arah pintu, Kenzo tau maksud bosnya ini bahwa saat ini ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun dan tidak ingin ada orang yang memasuki ruangannya
Kenzo membuka pintu itu sedikit bergegas keluar dan menutupnya lagi "Ada apa?" tanya Kenzo
"10 menit lagi rapat di mulai" ucap Sheryl yang sudah siap dengan laptop dan beberapa berkas lainnya
Kenzo sampai lupa bahwa hari ini akan ada rapat "Iya kau tunggu sebentar" dia berjalan memasuki ruangan kembali tak lupa dia menutup pintu agar Sheryl tidak melihat apa yang terjadi di dalam
"Bos sebentar lagi rapat akan di mulai" bisik Kenzo
__ADS_1
"Batal kan rapat itu" ucap Ezza tanpa ragu
"Tapi jika ini di batalkan......." Kenzo menghentikan ucapannya ketika mendapat tatapan tajam dari bos nya itu yang artinya tidak ada bantahan apapun itu
Kenzo keluar dari ruangan "Ryl bilang ke semua orang bahwa rapat kali ini di batalkan, bos ada urusan penting" sontak membuat mata Sheryl melotot bagaimana mungkin rapat di batalkan mengingat kejadian tiga hari yang lalu karena kesalahan seorang resepsionis
Sebelum Sheryl mengucapkan satu patah katapun Kenzo kembali memasuki ruangan atasannya dan itu membuat Sheryl segera membuka pintu tersebut namun "Oh shit pintunya di kunci"
"Bagaimana mungkin rapat di batalkan tidakkah mereka tau usaha kerasku, aku harus begadang selama tiga hari demi proyek ini, bukankah dia sendiri yang menyuruh ku agar presentasi di depan dan menyiapkan segala nya, apa dia berubah pikiran? apa dia tidak percaya pada hasil kerjaku? atau ada sesuatu yang lain?" batin Sheryl meronta
"Tidak ini tidak bisa di biarkan"
Sheryl memasuki ruang rapat dengan percaya diri di sana sudah banyak para pembisnis hebat dari berbagai perusahaan
"Sebelum nya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada tuan-tuan sekalian di karenakan atasan saya tidak bisa menghadiri rapat ini, namun saya selalu sekretarisnya akan menggantikan beliau dalam rapat ini" Sheryl membungkukkan dirinya sebagai tanda permintaan maaf, setelah menyalakan layar proyektor dia berdiri di depan para peserta rapat untuk memimpin rapat
Ada beberapa orang yang kurang yakin pada sekretaris itu, apalagi dengar-dengar dia baru saja bekerja di perusahaan ini dan umurnya masih sangat muda
Setelah dia selesai presentasi dan hasil nya sempurna perdebatan pun di mulai
"Apa yang membuat anda tertarik berinvestasi dengan perusahaan kosmetik?" tanya seseorang
"Karena saya ingin semua orang terlihat cantik seperti saya" ucap Sheryl dengan pedenya, padahal dalam hatinya karena hanya ini jalan satu-satunya agar kontrak kerja sama dengan perusahaan pak Hans tidak jadi di batalkan
Sontak membuat semua orang diruang rapat tertawa mendengar penuturan dari gadis tersebut
"Saya ingin bertanya. Jika kita ingin membuat produk dengan harga rendah untung kalangan biasa dan harga mahal untuk kalangan atas tidakkah ini akan menjatuhkan harga kalangan atas?" tanya salah satu dari peserta rapat yang ada di sana
"Tepat sekali, bagi kalangan atas suatu produk yang mahal memiliki kualitas yang bagus dan mereka tidak ingin produk itu bercampur dengan kalangan biasa, maka dari itu kita akan membuat produksi yang sama dengan merek yang berbeda" ucap Sheryl
"Misal merek A untuk kalangan atas dan merek B untuk kalangan biasa, sehingga ini memiliki keuntungan bagi kedua belah pihak"
"Bagi kalangan atas merek A itu akan di khususkan bagi mereka dan tidak akan menjatuhkan harga kalangan atas"
"Sedangkan bagi kalangan biasa merek B itu termasuk barang yang mewah dan berkualitas karena di produksi dari perusahaan yang terkenal yaitu perusahaan yang sama dengan merek A"
"Tentu saja merek A dan merek B ini bahan dan campuran nya berbeda, meskipun lebih unggul merek A namun merek B tetap memiliki kualitas yang bagus"
"Ternyata ada memikirkan sampai di situ ya" ucapnya kagum
__ADS_1
"Tentu saja semua wanita ingin terlihat cantik bukan? ini juga akan menguntungkan bagi perusahaan, perusahaan akan semakin terkenal di kalangan atas atau pun kalangan biasa" Sheryl menjawab dengan percaya diri tanpa ragu