Perubahan Hati

Perubahan Hati
Kejadian di Media Sosial part 2


__ADS_3

POV POV


Bisikan demi bisikan terdengar dari berbagai karyawan lagi-lagi ada gosip hangat yang wajib dibicarakan bagi mereka, tentu saja gosip ini masih hangat karena baru diangkat dari berbagai macam media sosial pagi ini, bukan diangkat dari penggorengan ya


Bagi orang yang waras mungkin akan memilih duduk manis sembari menyantap gorengan beserta kopi ataupun teh hangat di pagi hari


"Yang bener sekretaris baru itu merupakan tunangan direktur utama?"


"Pantas saja mereka terlihat cocok"


"Dengar-dengar kemarin ya sekretaris itu berhasil menarik perhatian para kolega loh"


"Iya bahkan dia dapat merubah pikiran pak Hans yang awalnya membatalkan kontrak kerjasama"


"Pasti dia sangat berbakat"


"Atau jangan-jangan dia simpanan pak Hans aja"


"Suuttt jangan ngawur kamu, dia tuh tunangannya direktur utama, lagi pula pak Hans itu sangat mencintai istrinya"


"Iya itu lo beritanya udah nyebar kemana-mana"


"Iya bener lagi pula mereka terlihat cocok kok"


Seorang resepsionis berdiri mematung, pikirannya kalut dadanya terasa sesak karena mendengar bisikan-bisikan yang masuk ke telinganya, padahal dia tau pasti bahwa bukan dirinya lah yang menjadi bahan gosip pagi ini, namun ntah mengapa rasanya lebih menyakitkan dari pada gosip kemarin yang beredar tentang dirinya


Apa benar berita itu, kenapa Ezza tidak pernah mengatakan apapun tentang itu, kalaupun benar bagaimana dengan dirinya


Saat Ezza memasuki pintu utama di perusahaannya dia melirik ke arah meja resepsionis, ya siapa lagi yang dia cari kalau bukan Dina, namun dahinya mengkerut melihat muka Dina yang terlihat pucat "Ada apa dengannya, apa masih memikirkan masalah kemarin atau dia sedang sakit?"


"Bos gawat coba baca berita ini" Kenzo menyerahkan tab yang ia pegang


Seorang Direktur Dari Perusahaan xx Telah Bertunangan Dengan Wanita Cantik


Direktur Utama Dari Perusahaan xx Ternyata Telah Memiliki Tunangan


Direktur Utama Dari Perusahaan xx Telah Mematahkan Hati Jutaan Para Gadis Karena Hatinya Telah Berlabuh


Ada Cinta di Kantor Perusahaan xx

__ADS_1


Ikatan Cinta di Kantor Perusahaan xx


Terbukti Direktur Utama Dari Perusahaan xx Bukanlah Seorang Gay


Ini Fakta Bukan Rekayasa Direktur Utama Dari Perusahaan xx Menyukai Seorang Gadis Cantik Bahkan Telah Bertunangan


Berbagai macam judul berita yang menarik tentang dirinya terpampang di berbagai media sosial, Ezza melotot kan matanya "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, siapa lagi yang melakukan ini" Ezza mengepalkan tangannya langkah kakinya mulai ia percepat agar segera sampai ke ruangan dan mencari tau siapa dalang di balik berita tersebut


"Kenzo cari tau siapa yang telah berani memposting berita yang tidak masuk akal itu" ucap Ezza dengan nada yang tinggi


Kenzo mengangguk dia keluar dari ruangan dan mengumpulkan segala informasi tentang berita tersebut


Tok tok tok


"Masuk" teriak Ezza dia benar-benar emosi hingga dapat melampiaskan ke siapa pun


"Kak Ezza" Sheryl berjalan mendekat ke arah Ezza yang sedang duduk di sofa, auranya sangat menakutkan


"Kak berita itu....." ucapan Sheryl terpotong


"Sheryl dengar saya tidak mau bertunangan dengan kamu dan tidak akan pernah mau, saya akan membatalkan perjodohan ini bagaimana pun caranya" ucap Ezza dingin


"Apa yang kakak bicarakan tidakkah kakak mengerti perasaan ku, bertahun-tahun kak aku sudah menaruh hati padamu tapi kamu malah bicara seenaknya seperti ini" ucap Sheryl yang ikut emosi atas apa yang Ezza ucapkan


Sheryl tersentak kaget baru kali ini dia membentak dengan keras di hadapannya


Tubuhnya bergetar ketakutan namun tekadnya terlalu kuat untuk Ezza patahkan usaha yang selama ini dia lakukan harus membuahkan hasil


"Sekalipun kakak tidak mencintai ku kakak tetap harus menikah dengan ku" ucap Sheryl yang tak mau kalah


"Keluar dari ruangan saya sekarang juga! CEPAT KELUAR!!!" teriakan Ezza menggelegar di seluruh sudut ruangan, beruntung ruangan itu kedap suara jadi tidak ada orang yang mendengarnya


Sheryl menjauh dari Ezza dan mulai melangkahkan kakinya keluar ruangan


"Tunggu" ucap Ezza yang mampu menghentikan langkah Sheryl


"Apa kamu yang menyebarkan berita tersebut?" Ezza berjalan mendekat


Sheryl terdiam mulutnya ia kunci rapat-rapat

__ADS_1


"Saya tanya sekali lagi apa kamu yang menyebarkan berita tersebut?" nada suaranya naik beberapa oktaf jarak Ezza dan Sheryl sudah semakin mendekat, namun gadis itu tidak bergerak mundur dia hanya diam di tempat


Kedua tangan Ezza mencengkeram pundak Sheryl sembari menatap matanya "Jawab pertanyaan saya Sheryl!" Ezza berteriak tepat di wajah Sheryl sembari menggoyangkan tubuhnya


"Saya bilang jawab saya!" Sheryl meringis kesakitan, cengkraman itu semakin lama semakin kuat


Clek


Pintu terbuka menampilkan wujud Kenzo yang masih utuh, melihat apa yang di lakukan bosnya itu dia segera berlari dan melepaskan tangan Ezza dari pundak Sheryl


"Bos cukup apa yang anda lakukan" emosi Ezza memang sudah tidak tertahankan lagi


"Bukan dia pelakunya" ucap Kenzo


"Kalau bukan dia siapa lagi" Ezza menatap tajam ke arah Kenzo


"Mereka.... mereka" Kenzo ragu ingin mengucapkannya


"Siapa mereka" lagi-lagi nada tinggi itu keluar dari mulutnya


"Mereka kedua orang tuamu bos" ucap Kenzo


"Apa? Kalian semua keluar dari ruangan ini" teriak Ezza, Kenzo menarik tangan Sheryl mengajaknya untuk keluar


Ezza berjalan menuju kursi kebanggaannya, baru kemarin lusa Dina bersedih dan hari ini kejadian itu terulang lagi bahkan lebih parah dari sebelum-sebelumnya, Ezza memang tidak pernah menceritakan tentang perjodohan yang dibuat oleh orang tuanya kepada Dina, dia khawatir Dina akan mundur teratur untuk mengalah dan bahkan menyakiti hatinya sendiri


"Apa-apaan ini semua, kenapa mereka bergerak sebelum mendengar persetujuan ku" Ezza mengepalkan tangannya pikirannya sudah kacau


Ingin sekali dia marah terhadap kedua orang tuanya namun itu tidaklah mungkin dia harus bisa mengendalikan emosi nya


Bagaimana mungkin dia menghentikan berita sebanyak itu mengingat orang dibalik berita tersebut adalah kedua orang tuanya


"Aku harus segera mengambil langkah dengan cepat, ya aku harus membawa Dina ke hadapan mama dan papa serta mengatakan pada mereka bahwa aku memiliki orang yang aku cintai" batin Ezza dia sudah tidak mau menyakiti hati Dina lagi


"Meskipun kemungkinan besar mereka menolaknya tapi aku tetap harus membicarakan hal ini" Ezza berfikir bahwa sehabis pulang dari kantor dia akan langsung membawa Dina di hadapan mama papanya ya dia juga tau bahwa presentasi penolakan mencapai 0,0009%


Namun beberapa saat kemudian


Brrrruuuukkkk

__ADS_1


Suara pintu ruangan terdengar cukup keras Kenzo memasuki ruangan dengan terburu-buru ditambah lagi dengan ekspresi wajah yang panik


"Bos gawat terjadi keributan di lantai satu"


__ADS_2