
Banyak karyawan dari divisi yang berbeda dan bekerja di lantai yang berbeda bergegas menuruni lift menuju lantai satu dimana akan ada sebuah drama yang tayang secara live, mereka menyaksikan dua orang yang merebutkan sang direktur utama yang merupakan artis top no satu di kantor ini
Mereka seperti menonton live streaming di kantor saja, lumayan tonton gratis tanpa tiket sekaligus menghibur guna menghilangkan penat karena pekerjaan yang kian menumpuk, ini merupakan akhir bulan tentu saja banyak laporan yang harus di selesaikan dan di dokumentasikan
Kalau di sinetron mungkin akan muncul dengan judul tunangan ku kepincut gadis resepsionis atau simpanan tunangan ku, tak jarang banyak karyawan yang mengeluarkan hp untuk mengambil gambar ataupun video, hahahaha lumayan gosip di siang hari, dan saking menghayati nya bahkan ada karyawan yang memutar lagu yang memilukan
Ku menangis
Membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
Ku menangis
Melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
Biar feel nya jadi nyata, begitu pikir sang pemutar lagu
"Ada hubungan apa kamu sama calon suami saya?" tanya Sheryl datar dengan nada yang cukup tinggi
"Maaf bu apa yang ibu bicarakan" ucap Dina
"Apa yang saya bicarakan? Hahahaha ternyata kamu sok polos juga ya, jadi manusia gak usah sok suci" teriak Sheryl hingga membuat Dina ketakutan
"Saya tanya sekali lagi kamu ada hubungan apa sama KAK EZZA?" Sheryl mengulang pertanyaannya dan menekankan kata Ezza
"Tidak bu saya..." nyali Dina menciut, kepalanya sedari tadi ia tundukkan, matanya mulai bergerak
"Kamu ada hubungan kan sama kak Ezza, apakah kamu tau bahwa dia sudah memiliki tunangan?" tanya Sheryl dengan nada yang sama
__ADS_1
"Tidak bu saya tidak tau, saya benar-benar tidak tau" Dina sudah bergetar ketakutan tanpa terasa air matanya sudah mengalir di kedua pipinya, jadi dalam drama live di kantor ini Dina lah yang tersakiti
"Benar-benar sok polos kamu jadi orang, apa kerudung mu ini berfungsi untuk menutupi kebusukan mu?" tanya Sheryl sinis
"Tutup mulutmu" teriak Ezza yang mampu membuat semua orang terdiam dan menunduk, setelah Ezza berhasil menerobos segerombolan penonton sinetron yang sedang asik menonton live streaming
"Matikan lagunya" sontak membuat sang pemilik hp menjatuhkan hp nya karena kaget
"Aku bilang matikan" teriak Ezza lagi
"Hapus semua gambar dan video yang kalian ambil" lanjutnya, sontak semua orang membuka hp masing-masing dan menghapus apa yang mereka rekam dari kejadian ini, ternyata hampir semua orang merekam dan mengambil video maupun gambar
"Jika saya sampai menemukan diantara kalian ada yang memposting video maupun gambar atas kejadian ini, saya tidak akan segan-segan menuntut kalian serta memecat kalian, bubar semuanya" Ezza terus saja berteriak emosinya kian memuncak
Orang-orang perlahan mulai menjauh, yah penonton kecewa
"Dina Sheryl ikut keruangan saya sekarang!" perintah Ezza
"Untuk apa? untuk mengatakan bahwa kakak memang benar-benar memiliki hubungan sama orang ini" ucap Sheryl sembari menunjuk-nunjuk ke arah Dina, sedangkan Dina sedari tadi hanya menunduk
"Diam kamu" ucap Ezza yang berusaha agar tidak bersuara dengan keras
"Jadi ini kan sebabnya kakak ingin membatalkan pertunangan kita"
"Oh apa jangan-jangan kakak sudah tidur sama wanita munafik ini"
Plak
Satu tamparan yang dahsyat berhasil mendarat di pipi mulus Sheryl, Sheryl tersungkur ke bawah dia tidak mampu menahan badannya saking kerasnya tamparan tersebut, Ezza benar-benar meluapkan segala emosi yang sedari pagi sudah menumpuk pada dirinya, pipi yang semula putih itu berubah menjadi merah dan perlahan mulai membengkak
Sakit sudah pasti namun tak ada sedikitpun tetesan air mata yang mengalir dari mata lentik yang dia miliki
Beberapa karyawan yang berada di lantai satu kaget melihat apa yang dilakukan bos nya itu, ternyata bos yang selama ini dingin dan cuek juga memiliki sifat yang kejam bahkan terhadap seorang perempuan
Sheryl diam terpaku atas apa yang di lakukan Ezza terhadap dirinya, ini pertama kali dia di tampar bahkan tidak tanggung-tanggung terjadi di tempat umum
Dina menutup mulutnya tidak percaya akan apa yang Ezza lakukan, mungkin ini baru pertama kalinya Ezza kasar terhadap seorang perempuan
Kenzo diam saja melihat pemandangan tersebut, namun kilatan matanya memancarkan sebuah kemarahan
__ADS_1
Tak ada yang membantu wanita yang tersungkur itu, bahkan beberapa karyawan pun tidak berani menolongnya, jangankan menolong untuk melihat kejadian itu saja mereka mengintip sedikit demi sedikit
Sheryl tidak mampu berbicara lagi, pipinya terasa sakit apabila ia menggerakkan bibirnya bahkan untuk tersenyum pun rasanya susah, ia berusaha untuk berdiri walaupun ia tahu bahwa kakinya terasa sangat sakit karena keseleo apalagi ia menggunakan hak yang tinggi
Akhirnya Ezza menarik tangan Dina diikuti oleh Kenzo yang berjalan keluar dari pintu utama perusahaan meninggalkan Sheryl tanpa mempedulikan Sheryl yang kesusahan untuk berdiri
Setelah kepergian bosnya itu beberapa karyawan membantu Sheryl untuk berdiri namun nampaknya kedua kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya, saat salah seorang karyawan pria hendak membopong tubuh Sheryl, ada suara yang menghentikannya
"Biar saya saja" ucap seorang pria tampan yang berjalan ke arah mereka, Sheryl hanya menatap ke arahnya dengan tatapan yang ambigu, Sheryl melihat ke sekelilingnya seperti sedang mencari seseorang
Pria tersebut tersenyum "Bos Ferdy tidak ada disini non" ucapan itu mampu membuat Sheryl bernafas lega
"Non, non tidak apa apa?" tanya pria tersebut, Sheryl menggelengkan kepalanya pelan
Pria itu segera mengangkat tubuh Sheryl dan membawanya keluar dari perusahaan itu
"Kak Azz jangan pulang ke rumah" rupanya Sheryl sudah dapat berbicara meski meringis karena sakit di pipinya, Azz merupakan asisten Ferdy
"Baik non" ucap Azz sopan, dia tau bahwa Sheryl tidak ingin keluarganya khawatir
Azz memarkirkan mobilnya di sebuah apartemen miliknya, dia kembali menggendong Sheryl dan mendudukkannya di atas sofa apartemennya, Azz mengambil air kompres serta kotak P3K, perlahan dia mulai membuka sepatu hak yang di pakai oleh Sheryl dan mengobati luka nya, namun ketika hendak mengompres pipi Sheryl dia menolak
"Biar aku saja" tolak Sheryl dia segera menghindar
"Apa non dapat melihat nya? sudahlah biar saya saja" ucap Azz
"Tidak usah biar aku sendiri, aku bisa melihatnya di kaca, nanti akan aku kompres sendiri" ucap Sheryl yang kekeh tidak mau di kompres
"Baiklah non" Azz berjalan ke arah dapur dan menuang gelas berisi air putih kemudian dia memberikannya kepada Sheryl
"Tidakkah kamu bertanya dulu apa yang hendak aku minum" ucap Sheryl yang saat ini dia ingin sekali meminum jus dingin terutama jus alpukat
Azz menghela nafasnya "Apa yang ingin non minum?" tanya Azz
Sheryl berusaha tersenyum "Aku ingin jus dingin, apa saja yang ada di rumahmu, tapi kalau bisa jus alpukat" ucapnya tanpa sungkan
Azz berjalan ke arah dapur dan membuat jus alpukat pesanan Sheryl
"Sakit aja masih banyak maunya"
__ADS_1