
Azz menyerahkan segelas alpukat yang menyegarkan ke Sheryl, dia langsung meminumnya hingga menyisakan setengah
"Ahhh segarnya" ucap Sheryl
"Apa yang terjadi dengan anda non?" tanya Azz yang duduk di seberang sofa
Sheryl mendelik ke arah Azz "Iss kepo banget deh" desisnya
"Apa yang terjadi non?"Azz mengulang pertanyaannya
"Eeehh kok kamu maksa nyuruh saya menjawab sih, kamu itu kan bawahan saya, gak boleh kepoan ya sama atasan sendiri" ucap Sheryl yang menyenderkan tubuhnya di sofa
"Kalau non tidak mau menjawab pertanyaan saya, saya akan melaporkan kejadian ini sama bos saya, kalaupun nanti non sudah bercerita ke saya, saya menjamin tidak akan melaporkan kejadian ini ke bos saya, dan lagi saya itu bekerja untuk kakak non bukan untuk non, jadi non itu bukan atasan saya secara langsung" ucap Azz, benar-benar deh bawahan yang kekurangan akhlak
"Ehhhh lohhh kok kamu main nego gitu" Sheryl langsung duduk tegap
"Jadi non pilih yang mana?" tanya Azz bahasa dan tutur katanya memang terlihat sopan tapi bisa-bisanya dia kepoan juga maksa lagi, sebenarnya dia bisa saja menyelidiki kejadian live yang terjadi di kantor Ezza namun dia hendak mendengar langsung dari orang yang bersangkutan sekaligus yang menjadi pemeran utama dalam drama live itu
Sheryl tampak bingung dan menimbang-nimbang apakah ia harus memberi tau kejadian itu pada Azz "Mmmmm ok tapi janji jangan beritahu kak Ferdy, kalau sampai kak Ferdy tau habis kamu" ucap Sheryl sinis dengan satu telunjuk yang ia gerakan ke lehernya
"Deal" ucap Azz yang sudah siap mendengarkan apa yang akan Sheryl ucapan
"Jadi ........" Sheryl menghembuskan nafasnya panjang dan membuangnya secara perlahan, sebenarnya inginnya sih gak di buang nanti mubazir tapi demi melangsungkan hidup terpaksa dia harus membuangnya
"Judul dari dongeng ini adalah TUNANGAN YANG TERSAKITI" Sheryl berdehem
"Dikisahkan ada seorang laki-laki yang sudah memiliki tunangan, dahulu laki-laki itu sangat menyayangi tunangannya, namun sang laki-laki itu harus melanjutkan pendidikannya di luar negeri demi melanjutkan perusahaan yang selama ini di kelola oleh sang papa, selama di luar negeri lama-kelamaan dia mulai putus kontak dengan tunangannya dan lebih memfokuskan belajar agar cepat lulus, setelah sang laki-laki itu balik ke negeri asalnya kini giliran sang tunangannya lah yang melanjutkan pendidikannya ke luar negeri agar dia dapat menyetarakan posisinya dengan sang laki-laki" mimik wajah Sheryl terlihat seperti orang yang sedang mendongengkan cerita anak-anak
"Segala sesuatu sudah tunangannya lakukan agar pantas berada di samping laki-laki tersebut, namun ketika sang tunangan balik ke negeri asalnya untuk meresmikan hubungan mereka ke publik semuanya sudah berubah, laki-laki itu darahnya menjadi dingin, bukan hanya darahnya saja tetapi seluruh tubuhnya sudah berubah menjadi dingin hingga ke otak-otaknya"
"Dia sudah mati?" tanya Azz penasaran dia memotong cerita Sheryl di persimpangan jalan
"Isssss bukan mati itu artinya, artinya laki-laki itu bersikap dingin dan cuek terhadap tunangannya" ucap Sheryl kesal
Azz hanya menganggukkan kepala perumpamaan yang aneh
__ADS_1
"Tunangannya itu merasa aneh dengan sikap laki-laki tersebut, akhirnya dia mulai menyelidiki semuanya, dan kau tau ternyata dia menemukan fakta yang sangat mengejutkan"
"Lanjut part 2" ucap Sheryl enteng, Azz yang sudah semakin penasaran melongo mendengar ucapan Sheryl, ya elah orang udah penasaran malah pakek part part an segala bikin orang kesel aja
Wajah Azz mulai terlihat kesal namun tiba-tiba suara hp Azz berbunyi
Azz dan Sheryl langsung melirik hp yang berbunyi itu di atas meja, tertera nama bos Ferdy di sana
Azz langsung meraih hp nya dan mengangkatnya, dia bangkit dan berjalan cukup jauh dari Sheryl
"Hallo bos" sapa Azz
"................"
"Mmmmm iya bos"
"................."
Azz melirik ke arah ruang tamu di sana Sheryl sedari tadi menatapnya dengan mimik yang waspada, jari telunjuknya iya letakkan di bibir, ia menunjuk ke arah Azz kemudian menggerakkan jari telunjuknya ke lehernya, seakan-akan dia mengucapkan "Suuuutttttt jangan kasih tau kak Ferdy, kalau kamu memberitahu kak Ferdy tamat riwayatmu"
"Baik bos saya mengerti" panggilan pun terputus
Azz berjalan ke arah sofa
"Non saya akan berangkat ke kantor, bagaimana dengan non?" tanya Azz
"Mmmmm aku pinjam apartemen kamu sebentar ya, nanti kalau aku sudah mendingan baru aku pulang" ucap Sheryl yang mengambil gelas berisi jus alpukat tadi
"Baik non, oh ya ingat non, non masih punya hutang part 2 dengan saya" ucap Azz yang sedikit membungkukkan badannya sopan, dia pun melangkahkan kakinya ke arah pintu
"Issss dasar tukang kepo" desis Sheryl, dia mulai merebahkan badannya di sofa sebentar untuk menghilangkan penat
Lama-kelamaan dia terbawa oleh alam bawah sadarnya, mungkin karena pikiran serta tenaganya terkuras habis hari ini, apalagi mengingat kejadian di kantor, namun baru saja dia terbawa oleh alam bawah sadar sebentar sudah ada sesuatu yang menariknya ke dunia asli
Krikkkk kriiikkkkk kriiikkkk
__ADS_1
Terdengar suara jangkrik yang cukup keras dari hpnya menandakan ada telpon yang masuk
Perlahan mata Sheryl terbuka dia menjulurkan tangannya ke meja meraba-raba untuk meraih hpnya, setelah berhasil mendapatkan hpnya dia mengangkat telpon tersebut
"Hallo" sapa Sheryl matanya sudah mulai tertutup kembali nyawanya belum sepenuhnya terkumpul
"Dimana kamu sekarang?" tanya seseorang di sebrang sana
"Di apartemen" ucap Sheryl matanya masih setia tertutup rapat
"Kirim lokasi mu sekarang juga!" suara perintah yang terdengar datar
"Siapa kamu main nyuruh-nyuruh aja" ucap Sheryl asal
"Saya atasan kamu cepat kirim lokasi kamu!" ucapnya dengan nada kesal bercampur dengan kebingungan
Clek
Suara pintu apartemen terbuka
"Gak mau, kok maksa sih siapa lagi kamu ngaku-ngaku atasan ku, atasan ku itu sekarang sedang selingkuh" ucap Sheryl kesal
Azz yang baru masuk mendengar pembicaraan Sheryl mengerutkan dahinya, dia melihat Sheryl rebahan di sofa dengan mata yang terpejam sembari memegang hp yang di dekatkan di telinganya
"Dia lagi bersama wanita resepsionisnya, jadi kamu gak usah ngaku-ngaku jadi atasan ku, kayak gak ada orang lain aja yang bisa di akuin" Sheryl merancau sendiri
Azz menarik hp dari tangan Sheryl benar saja dia masih setengah tidur, dilihatnya layar hp tersebut tertera nama Kak Ezza
"Kamu tuh bicara apa sih, cepat kirim lokasimu sekarang, saya mau menyelesaikan semua urusan denganmu" ucap Ezza kesal nadanya ia tinggikan
"Dia sedang sakit tidak bisa kamu ganggu" ucap Azz yang menggantikan Sheryl berbicara di telpon
"Siapa kamu?" tanya Ezza
"Tidak penting mengetahui siapa saya, apa pantas seorang atasan menampar bawahannya hingga tersungkur kebawah, jadi laki-laki kok beraninya hanya menggunakan kekerasan" ucap Azz datar, dia langsung mematikan hp Sheryl
__ADS_1
Huuuuffffftttt