
Hari ini akan ada tamu penting yang berinvestasi dengan perusahaan Ezza, investasi ini akan sangat menguntungkan miliaran rupiah
Ruang rapat sudah diatur sedemikian rupa agar semua orang merasa nyaman, semua pegawai yang berkepentingan dalam rapat sudah duduk di kursi masing-masing termasuk Ezza tentu saja di temani Sheryl yang berdiri di belakangnya dan Kenzo yang duduk di sebelah bos nya itu
"Permisi ruang rapat dimana ya" tanya seorang pria berjas kepada seorang resepsionis
"Mari pak ikut saya" resepsionis itu berkata dengan lembut dan sopan dia berjalan memandu arah ruang rapat, ketiga pria tersebut mengikuti arahan darinya
Wanita itu membuka pintu ruang rapat dan mempersilahkan mereka untuk masuk, namun sekretaris pak Hans mengerutkan dahinya
"Dimana semua orang? bukankah rapatnya pukul 9" dia melihat jam yang ia kenakan lima menit lagi rapat akan dimulai namun ruangan itu kosong dan tak ada persiapan sedikit pun
"Maaf tuan-tuan mungkin rapatnya akan di tunda sebentar lagi, tuan-tuan bisa menunggu sebentar di dalam" ucap wanita itu dengan sopan
Pak Hans melirik ke arah sekretaris, tentu saja sekretaris nya kebingungan pasalnya tidak ada pemberitahuan penundaan rapat pagi ini, dia mengecek jadwal tab nya "Benar kok pukul 9" batinnya
Sekretaris nya itu memberikan tab yang menampilkan jadwal nya tidak ada yang salah terhadap jadwal di layar tab tersebut
Pak Hans memasuki ruangan tersebut dan duduk di kursi yang tersedia di ikuti dengan asisten dan sekretaris nya
Lama Pak Hans menunggu sekitar 30 menit namun tidak ada tanda-tanda bahwa akan diadakan rapat di sana, bahkan tidak ada orang yang memasuki ruangan itu satu pun
"Bos apa saya akan mencoba pergi ke ruangan direktur di perusahaan ini?" tanya sekretaris nya
"Tidak perlu kita kembali ke perusahaan sekarang juga" Pak Hans langsung berdiri dan keluar dari ruangan tersebut diikuti dengan dua orang bawahannya itu
Saat sudah turun ke lantai bawah mereka berpapasan dengan Kenzo, Kenzo yang melihat itu langsung bergegas menghampiri pak Hans
"Maaf tuan anda sudah sampai, mari ikut saya ke ruang rapat" ucap Kenzo sopan
__ADS_1
"Saya sudah sampai dari setengah jam yang lalu lantas kalian kemana? Perusahaan apaan ini tidak ada kedisiplinan sama sekali, bisa-bisanya membuang waktu saya, saya membatalkan kerjasama ini" ucap pak Hans dengan nada yang tinggi, semua karyawan yang ada di sekitar sana melirik ke arah mereka
"Maaf tuan tapi......." belum sempat Kenzo menyelesaikan ucapannya mereka sudah berjalan pergi meninggalkan perusahaan ini
Kenzo menggaruk kepala nya yang tidak gatal bingung akan situasi ini "Sebenarnya apa yang terjadi"
Kenzo kembali ke ruang rapat "Maaf bos pak Hans memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan kita"
"Ada apa ini" tanya Ezza terlihat kemarahan di raut wajahnya bagaimana bisa kontrak kerjasama yang untungnya miliaran itu hangus tiba-tiba tanpa sebab
"Saya akan mencari tau nya bos" ucap Kenzo sembari menunduk
Ezza menggebrak mejanya "Keluar dari ruangan ini" teriaknya dengan penuh emosi, sontak membuat seluruh karyawan kaget, mereka semua berdiri dan bergegas keluar dari ruangan yang menyeramkan itu
Kenzo mengutus orang untuk mencari tau apa yang terjadi dan apa yang membuat pak Hans marah hingga membatalkan kontrak dengan perusahaan Ezza
Tok tok tok
Ezza kaget mengapa wanita yang dia sayangi bisa berada di hadapannya ini
"Begini pak, wanita ini yang mengantar pak Hans ke ruang rapat yang salah, dia mengantar pak Hans menuju ruang rapat yang berada di lantai 3, setengah jam lamanya pak Hans menunggu di ruang rapat yang kosong itu" ucap orang suruhan Kenzo tadi
Ezza menatap lekat wanita resepsionis itu, bagaimana bisa wanita ini membuat kesalahan bukankah dia orang yang teliti
"Maa..... maaf pakkk, saa... saya tidak tau kalau ruang rapat yang saya tunjukkan itu salah" ucap wanita itu gemetar ketakutan kepalanya sudah menunduk sedari tadi dia tidak berani menatap Ezza
"Bagaimana bisa kamu menyuruh mereka masuk ke ruang rapat di lantai 3?" tanya Kenzo datar, tentu saja dia bisa mengontrol emosi nya di hadapan wanita ini, tidak dapat di bayangkan kalau saja yang melakukan kesalahan itu orang lain sudah pasti Ezza akan memecat orang tersebut
"Sa.... saya di suruh orang pak" wanita itu masih saja gemetaran
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Ezza dia sudah mulai melunak
"Bu... Bu... Bu..." wanita itu ragu saat ingin menyebut nama orang yang telah menyuruh nya itu
"Jangan ragu, katakan saja!" perintah Ezza
"Bu Rita pak yang menyuruh saya" ucapnya lagi
"Panggil dia kemari!" Kenzo segera bergegas setelah mendapat perintah dari atasannya itu
Beberapa saat kemudian pintu rapat terbuka menampilkan sosok wanita berkacamata, ya dia adalah bu Rita yang menjadi tersangka kedua
"Jelaskan apa yang terjadi!" perintah Ezza dingin matanya menatap tajam ke arah bu Rita
"Sekitar pukul tujuh Tina yang merupakan resepsionis yang menjaga meja utama meminta izin kepada saya, kemudian saya menyuruh nya untuk menggantikan Tina" Bu Rita menghembuskan nafasnya pelan
"Semua jadwal tamu sudah tercatat dalam buku agenda dan file di komputer, tentu saja saya menyuruhnya mengikuti instruksi jadwal tamu yang ada, namun barusan saya mengecek jadwalnya ternyata tempatnya salah, saya juga mengecek ada sebuah pesan di komputer yang belum terbaca padahal pesan itu dikirim sekitar pukul setengah delapan yang artinya dia sudah menggantikan posisi Tina di meja resepsionis utama, isi pesan tersebut mengatakan bahwa tempat rapat di rubah karena ada kendala di ruang rapat lantai tiga" Bu Rita menjelaskan dengan panjang lebar
Ezza menatap ke arah Kenzo mencari kebenaran akan hal itu "Benar pak saya mengirim pesan sekitar pukul setengah delapan ke bagian resepsionis bahwa tempat rapat di ubah, tempat rapat di lantai 3 layar proyektornya bermasalah"
"Masalah ini cukup sampai disini, saya tidak mau kejadian ini terulang lagi'?" Ezza segera keluar dari ruang rapat tersebut tanpa menoleh ke arah wanita berjilbab itu
Semua orang keluar dari ruang rapat kecuali Kenzo dan wanita tersebut "Kamu tenang saja, masalah ini tidak terlalu penting kok" ucap Kenzo menenangkan
Wanita itu mengangguk pelan "Tapi dia terlihat sangat marah, bagaimana pun itu kekesalan ku, andai aku tidak seceroboh ini"
"Tidak kamu sudah melakukan yang terbaik kok, nanti aku akan membantu menjelaskan padanya"
"Terima kasih" senyum wanita itu mengembang
__ADS_1
Kenzo mengangguk dan berjalan keluar dari ruang rapat, tentu saja masih banyak pekerjaan yang menunggunya, apalagi setelah kehilangan kontrak kerjasama yang lumayan menggiurkan itu
SEMPURNA